[Cek Fakta]

    [Cek Fakta] Tunanetra Diusir dan Ditelantarkan di Bandung? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 20 Januari 2020 19:00 WIB
    [Cek Fakta] Tunanetra Diusir dan Ditelantarkan di Bandung? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. (Twitter).
    Beredar cuitan di media sosial Twitter terkait pengusiran sejulmah tunanetra di Asrama Wyata Guna Bandung, Jawa Barat. Disebutkan, beberapa korban pengusiran berkumpul di trotoar pada malam hari.

    Akun Twitter @azmiwinata membagikan informasi tersebut pada Selasa, 14 Januari 2020. Terlihat pada unggahan foto, ada sejumlah orang yang disebut korban pengusiran tampak memenuhi salah satu trotoar di Bandung. Pemilik akun menyebut, belum ada media yang meliput peristiwa tersebut. Berikut cuitannya:

    Korban pengusiran asrama tunanetra Wyata Guna Bandung. Mereka terpaksa menginap di trotoar. Media pun tidak ada yang menyorot sampai pukul dengan saat ini pukul 23.31 ; 14 Januari 2019.” 

    Hingga saat ini, unggahan tersebur sudah di-retweet sebanyak 5.717 kali, mendapatkan 4.520 like, dan 160  komentar.


    [Cek Fakta] Tunanetra Diusir dan Ditelantarkan di Bandung? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Setelah ditelusuri tim Cek Fakta Medcom.id, klaim yang mengatakan adanya pengusiran tunanetra di Wyata Guna Bandung adalah salah. Pihak terkait, menyatakan bahwa durasi tinggal sebagian penghuni asuhan sudah berakhir.

    Dilansir CNNIndonesia melalui artikel berjudul "Kisruh Tunanetra Terusir dari Fasilitas Kemensos di Bandung" dimuat pada Kamis 16 Januari 2020, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung, Sudarsono membantah pihaknya mengusir serta menelantarkan puluhan penyandang disabilitas tunanetra.

    Sudarsono menjelaskan Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna berubah menjadi Balai Rehabilitasi berdasarkan Permensos 18/2018 sejak Januari 2019. Perubahan itu dilakukan demi memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas netra mendapat fasilitas layanan yang ada. Pasalnya, disebutkan selama ini ada sejumlah siswa yang sudah tinggal cukup lama dan masih menikmati layanan yang ada.

    "Maka perubahan panti menjadi balai ada konsekuensi perubahan mekanisme layanan dan prosedur yang harus kami jalankan. Dari konteks layanan kami sudah sosialisasikan itu selama enam bulan, sesuai peraturan," ujar Sudarsono.


    [Cek Fakta] Tunanetra Diusir dan Ditelantarkan di Bandung? Ini Faktanya


    Disitat dari Republika melalui artikel berjudul "Kemensos tak Usir Tunanetra dari Wyata Guna Bandung" tayang pada Rabu 15 Januari 2020, Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara menegaskan pihaknya tidak mengusir puluhan mahasiswa tunanetra dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensori Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung, Jawa Barat. Juliari mengatakan para tunanetra itu telah selesai menjalankan masa rehabilitasi namun menolak untuk dipindahkan.

    "Bukan soal pengusiran. (Mereka) sudah habis masa rehabilitasinya," kata Mensos dalam acara kunjungan ke Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani Jakarta.

    Berikut penggalan artikel dari Republika:
    "Mensos mengatakan Kementerian Sosial tidak melakukan pengusiran secara fisik kepada para tunanetra yang telah tinggal selama rentang waktu tujuh hingga 17 tahun di Balai Rehabilitasi Wyata Guna tersebut. Namun, karena masa rehabilitasi mereka telah selesai, mereka selanjutnya akan dipindahkan ke Panti Asuhan di Kota Cimahi melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Namun demikian, para tunanetra tersebut menolak untuk dipindahkan dan juga menolak untuk diajak berdiskusi. Para penyandang disabilitas netra yang juga bertatus mahasiswa tersebut sebaliknya memilih untuk tidur di trotoar jalan.

    "Yang mau di trotoar itu mereka sendiri. Kita sudah minta mereka agar masuk ke dalam untuk diskusi. Tapi mereka nolak," ujarnya.

    Mensos mengatakan pemindahan tersebut harus dilakukan untuk memberi kesempatan kepada penyandang disabilitas lain agar mendapatkan pelayanan yang sama di balai rehabilitasi tersebut. Pemindahan itu, katanya, perlu dilakukan mengingat kapasitas dan pelayanan yang cukup terbatas di balai rehabilitasi itu.

    "Kalau mereka masih mau bertahan, pertanyaan saya bagaimana dengan penerima manfaat yang belum masuk? Apakah mereka harus saya korbankan?," katanya.

    "Makanya kita minta ke Pemerintah Daerah, saya telepon ke gubernurnya. Gubernur bilang tetap akan dilakukan proses pemindahan itu dengan persuasif," demikian Mensos Juliari Batubara."



    [Cek Fakta] Tunanetra Diusir dan Ditelantarkan di Bandung? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa adanya pengusiran kaum tunanetra di Wyata Guna Bandung adalah salah. Mensos Juliari Batubara menjelaskan bahwa masa rehabilitasi para tunanetra tersebut sudah selesai, mereka selanjutnya akan dipindahkan ke Panti Asuhan di Kota Cimahi melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, para tunanetra tersebut menolak untuk dipindahkan dan juga menolak untuk diajak berdiskusi. Para penyandang disabilitas netra yang juga bertatus mahasiswa sebaliknya memilih untuk tidur di trotoar jalan.

    Informasi hoaks tersebut masuk dalam kategori False context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    Referensi:
    https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200116111553-20-465871/kisruh-tunanetra-terusir-dari-fasilitas-kemensos-di-bandung
    https://www.beritasatu.com/nasional/595582/penyandang-disabilitas-netra-dipindah-ke-panti-di-cimahi


    Sumber :
    https://twitter.com/azmiwinata/status/1217122309246312448






    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id