Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Hilangnya Patung Soeharto dan Tokoh Militer lainnya di Makostrad Indikasi TNI Disusupi PKI? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 28 September 2021 09:48 WIB
    [Cek Fakta] Hilangnya Patung Soeharto dan Tokoh Militer lainnya di Makostrad Indikasi TNI Disusupi PKI? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial



    Beredar sebuah narasi bahwa hilangnya patung Soeharto dan sejumlah patung tokoh militer terdahulu dari Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Gambir, Jakarta Pusat, berkaitan dengan penyusupan komunisme di tubuh TNI. Narasi ini beredar di media sosial.

    Adalah Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang mengaitkan hilangnya patung Soeharto dan sejumlah patung lainnya dengan penyusupan komunisme di internal TNI. Patung atau diorama itu semula ada di sebuah ruangan di Makostrad.

     



    Menurut Gatot, diorama itu menggambarkan suasana Soeharto dan beberapa tokoh militer lainnya dalam mengatasi pemberontakan G30S-PKI. Gatot menuding hilangnya diorama tersebut berkaitan dengan indikasi penyusupan komunisme di TNI.

    "Ini menunjukkan bahwa mau tidak mau kita harus mengakui, dalam menghadapi pemberontakan G30S-PKI, peran Kostrad, peran sosok Soeharto, peran Kopassus yang dulu Resimen Para Komando dan Sarwo Edhie, dan peran Jenderal Nasution, peran KKO jelas akan dihapuskan dan patung itu sekarang tidak ada, sudah bersih. Saya ulangi, ini berarti sudah ada penyusupan di dalam tubuh TNI. Dalam kesempatan ini saya mengetuk jiwa patriotisme dan ksatria prajurit TNI AD, TNI AL, TNI AU, agar patriotisme, ksatria, bersama-sama membersihkan jajaran TNI dari penyusupan maupun pengaruh akan .....dan bisa menyebabkan pengkhianat," kata Gatot dalam sebuah tayangan berdurasi 2 jam 59 menit 55 detik yang turut dimuat kanal YouTube Kang Jana Tea, 26 September 2021 dari menit ke-49.27-50.37.


    [Cek Fakta] Hilangnya Patung Soeharto dan Tokoh Militer lainnya di Makostrad Indikasi TNI Disusupi PKI? Ini Faktanya


    Benarkah demikian?


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa hilangnya diorama yang memperlihatkan Soeharto dan tokoh militer lainnya di Makostrad lantaran adanya penyusupan komunisme di tubuh TNI, adalah salah. Faktanya, pihak berwenang telah memberikan klarifikasi.


    "Jika penarikan tiga patung itu kemudian disimpulkan bahwa kami melupakan peristiwa sejarah pemberontakan G-30S-PKI tahun 1965, itu sama sekali tidak benar," kata Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman seperti dimuat Detik.com, Selasa 28 September 2021.


    Menurut Dudung, diorama itu dibuat pada masa Pangkostrad Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution periode 9 Agustus 2011 hingga 13 Maret 2021. Azmyn sendiri yang turut menggagas diorama tersebut.

    Namun belakangan, Azmyn meminta diorama itu dibongkar. Azmyn merasa keberadaan diorama atau wujud patung itu tidak sejalan dengan nilai-nilai agama yang ia yakini.


    "Kini patung tersebut, diambil oleh penggagasnya, Letjen TNI (Purn) AY Nasution yang meminta izin kepada saya selaku Panglima Kostrad saat ini. Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan," terang Dudung.


    Dudung menegaskan, pihaknya berkomitmen tidak melupakan peristiwa G30S-PKI. Di antaranya adalah sejumlah foto dan barang milik Soeharto saat peristiwa 1965 tetap disimpan dengan baik di Museum Dharma Bakti, Makostrad.


    [Cek Fakta] Hilangnya Patung Soeharto dan Tokoh Militer lainnya di Makostrad Indikasi TNI Disusupi PKI? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa hilangnya diorama yang memperlihatkan Soeharto dan tokoh militer lainnya di Makostrad lantaran adanya penyusupan komunisme di tubuh TNI, adalah salah. Faktanya, pihak berwenang telah memberikan klarifikasi.


    Referensi:
    https://archive.md/ue8zl
    https://www.youtube.com/watch?v=GRvHNhVBkok
    https://news.detik.com/berita/d-5742980/cerita-letjen-dudung-tak-bisa-tolak-patung-soeharto-ah-nasution-diambil?tag_from=news_mostpop


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id