[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Buku IPA Sekolah Dasar Sebut Virus Korona Tak Berbahaya? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 22 Juli 2021 12:51 WIB
    [Cek Fakta] Buku IPA Sekolah Dasar Sebut Virus Korona Tak Berbahaya? Ini Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook



    Beredar sebuah video  penjelasan buku IPA Sekolah Dasar (SD) yang diterbitkan pada 2017. Pada bab sistem pernapasan disebutkan virus korona salah satu penyebab penyakit influenza. 

    Pria dalam video tersebut menjelaskan gangguan sistem pernapasan pada manusia. Pertama influenza, kedua tonsilitis penyebabnya virus korona. 

     



    "Ini sudah ada sejak zaman dulu, anak-anak sudah tahu. Faringitis, sakit faringitis ini penyebabnya juga Corona virus. Sudah ada sejak dulu, tidak usah, ya hati-hati ya tetap, tapi tidak usah terlalu mencekam begitu," suara pria dalam video tersebut.

    Akun facebook Andika Saputra membagikan video ini pada 13 Juli 2021. Unggahan ini telah dibagikan 35 ribu kali. Serta mendapatkan 8 ribu respon dari warganet.

    [Cek Fakta] Buku IPA Sekolah Dasar Sebut Virus Korona Tak Berbahaya? Ini Faktanya

    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim virus korona tidak berbahaya seperti disebutkan dalam buku IPA anak SD adalah salah. Faktanya, virus korona yang ada saat ini jenis baru.

    Dilansir dari detik.com, virus korona yang menginfeksi manusia pertama kali diidentifikasi pada tahun 1965 menyebabkan gejala ringan mirip pilek. Dalam beberapa tahun sejak pertama kali diidentifikasi, peneliti menemukan jenis-jenis virus Corona lain yang ada pada binatang dan beberapa di antaranya bisa menginfeksi manusia.

    Sampai pada tahun 2002 muncul Corona ganas pertama yang membuat heboh dunia yaitu virus severe acute respiratory syndrome (SARS). Virus korona SARS yang awalnya muncul di China ini menyebar lebih ke 28 negara.

    SARS menyebabkan lebih dari 8.000 kasus dan 700 kematian sebelum akhirnya berhasil ditekan pada tahun 2004. "Virus Corona ini menyebabkan demam, sakit kepala, dan gangguan pernapasan lainnya mulai dari batuk-batuk hingga sulit bernapas," tulis WebMD.

    Jenis korona berbahaya berikutnya teridentifikasi pada tahun 2012 yaitu virus Middle East respiratory syndrome (MERS). Dibandingkan SARS, MERS memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi namun kemampuan menularnya rendah.

    Dari sekitar 2.500 kasus MERS yang dilaporkan ada lebih dari 800 orang meninggal. Hingga kemudian pada akhir tahun 2019, jenis virus korona baru yaitu COVID-19 muncul. Virus korona ini menjadi pandemi dan berbahaya karena kemampuan menularnya yang begitu tinggi menyebabkan banyak orang jatuh sakit dalam waktu bersamaan.

    [Cek Fakta] Buku IPA Sekolah Dasar Sebut Virus Korona Tak Berbahaya? Ini Faktanya

    Kesimpulan:
    Klaim virus korona tidak berbahaya seperti disebutkan dalam buku IPA anak SD adalah salah. Faktanya, virus korona yang ada saat ini jenis baru.

    Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

    [Cek Fakta] Buku IPA Sekolah Dasar Sebut Virus Korona Tak Berbahaya? Ini Faktanya

    Referensi:
    1.https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5625367/viral-buku-ipa-tahun-2017-sebut-virus-corona-tak-bahaya-ini-lho-maksudnya
    2.https://archive.fo/PlY2C


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016
     



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id