[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Seorang Kiai di Bogor Babak Belur hingga Meninggal Ulah PKI? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 18 September 2020 09:46 WIB
    [Cek Fakta] Seorang Kiai di Bogor Babak Belur hingga Meninggal Ulah PKI? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
    Beredar sebuah narasi bahwa seorang kiai di Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, babak belur hingga akhirnya meninggal karena ulah PKI. Narasi itu beredar di media sosial.

    Adalah akun facebook Ragam62 yang turut mengunggah sebuah foto dan disertai narasi tersebut, Rabu 16 September 2020. Berikut narasi selengkapnya:


    "Innalillahi wa’inailaihi raji’un ..
    16/09, 06:50] Babakan Madang, Bogor. Kyai Kohar sepulang pengajian babak belur. ketauan tiba2 sudah bonyok, beliau sempet bertahan sampe di rumah akhirnya meninggal.. sepertinya pekerjaan PKI nih ,jaga  ulama kita."


    Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 103 emotikon, 59 komentar dan 155 kali dibagikan.


    [Cek Fakta] Seorang Kiai di Bogor Babak Belur hingga Meninggal Ulah PKI? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa seorang kiai di Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, babak belur hingga akhirnya meninggal karena ulah PKI, adalah salah. Faktanya, kiai tersebut meninggal tidak ada kaitannya dengan penganiayaan.

    Dilansir TribunnewsBogor.com, almarhum merupakan pimpinan salah satu pondok pesantren di Bogor. Almarhum meninggal karena penyakit yang dideritanya.


    "Beliau wafat karena penyakit komplikasi dan ginjal yang dideritanya," kata Kapolsek Babakan Madang, Kompol Silfia Sukma Rosa seperti dilansir TribunnewsBogor.com, Rabu 16 September 2020.


    Silfia menegaskan hal tersebut dipastikan setelah pihaknya melakukan serangkaian konfirmasi ke sejumlah pihak. Di antaranya istri almarhum, keluarga, RT, RW dan warga setempat.


    "Hasil kroscek yang kami lakukan bersama dengan Pak Kasat Intel disaksikan keluarga, istri, RT, RW dan warga setempat, bahwa kematian KH Abdul Kohar bukan dikarenakan tindak pidana penganiayaan (pengeroyokan)," tegas Silfia.


    Silfia menambahkan penjelasan terkait kondisi almarhum yang mengalami luka di bagian wajah. Silfia mengatakan, sebelum meninggal almarhum sempat terjatuh di kamar mandi.


    [Cek Fakta] Seorang Kiai di Bogor Babak Belur hingga Meninggal Ulah PKI? Ini Faktanya


    Dilansir pikiran-rakyat.com, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengimbau masyarakat mewaspadai informasi yang beredar di media sosial. Roland meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dan teprovokasi atas informasi yang belum diketahui kebenarannya.


    "Polisi lakukan pengecekan bersama Muspika dan Polsek setempat serta Tabayyun langsung ke keluarga ternyata informasi yang berkembang tidak benar," kata Roland seperti dilansir pikiran-rakyat, Rabu 16 September 2020.



    Kesimpulan:
    Klaim bahwa seorang kiai di Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, babak belur hingga akhirnya meninggal karena ulah PKI, adalah salah. Faktanya, kiai tersebut meninggal tidak ada kaitannya dengan penganiayaan.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Seorang Kiai di Bogor Babak Belur hingga Meninggal Ulah PKI? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://bogor.tribunnews.com/2020/09/16/heboh-ustaz-di-bogor-dikabarkan-wafat-setelah-babak-belur-dikeroyok-orang-ternyata-hoax
    https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01747620/beredar-kabar-ustaz-di-babakan-madang-meninggal-dunia-karena-aniaya-kapolsek-tabayyun-ke-keluarga?page=2
    https://archive.today/8sC32


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 08211332201

     

    (DHI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id