Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Ternyata Wanita Korban Pemukulan Satpol PP di Gowa tidak Hamil

    M Rodhi Aulia - 21 Juli 2021 11:01 WIB
    [Cek Fakta] Ternyata Wanita Korban Pemukulan Satpol PP di Gowa tidak Hamil
    Mardani Hamdan, oknum Satpol PP Gowa yang memukul pasutri pemilik kafe di Gowa. (foto: instagram/@makassar.info)



    Beberapa waktu lalu, viral sebuah video memperlihatkan aksi pemukulan oknum Satpol PP Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Oknum itu dinarasikan memukul seorang wanita yang sedang hamil.

    Berawal dari razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Gowa pada Rabu 14 Juli 2021 malam. Oknum Satpol PP itu tampak adu mulut dengan seorang pria dan wanita di sebuah kafe.
     

    "Mana surat izin ini kafe saya mau lihat," kata Satpol PP itu dengan nada tinggi.

     
    Suaminya pun sontak membela. "Pelan-pelan pak, orang lagi hamil pak, santai pak," ujar si suami.
     
    Tak lama berselang, oknum Satpol PP memukul wajah pria di kafe tersebut. Tak terima, sang istri marah dan menyerang petugas Satpol PP. 

     



    Aksi pemukulan itu tentu sangat tidak pantas. Terlebih dilakukan kepada seorang ibu yang sedang hamil.

    Namun benarkah wanita pada video itu sedang hamil?


    Penelusuran:
    Berdasarkan informasi terbaru, klaim bahwa wanita yang menjadi korban pemukulan oknum Satpol PP di Gowa sedang hamil, adalah salah. Faktanya, pria yang belakangan disebut sebagai suami korban pada video itu, mengakui istrinya sedang tidak hamil.

    "Kenapa saya katakan istri saya hamil, karena saya tidak mau istri saya diapa-apain oleh satpol tersebut. Saya ingin melindungi istri saya. Takutnya dia pukuli istri saya. Jadi secara spontan saya bilang hamil," kata Nur Halim, suami korban, seperti dimuat CNNIndonesia.com, Senin 19 Juli 2021.


    Korban yang merupakan istri Nurhalim itu bernama Amriana alias Riyana. Sesaat setelah pemukulan itu, Nurhalim terpantau masih yakin istrinya sedang hamil. Namun belakangan, Nurhalim meralat pengakuannya.

    "Jadi yang katakan tidak hamil, tolong, bukan kalian yang rasakan tapi saya. Saya yang jalani rumah tangga ini. saat pengantin baru, sebulan kemudian saya sempat katakan di Facebook bahwa istri saya hamil. Bisa kalian cek di FB dan istri saya," ungkapnya.


    [Cek Fakta] Ternyata Wanita Korban Pemukulan Satpol PP di Gowa tidak Hamil


    Lebih lanjut, oknum Satpol PP itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemukulan suami-istri. Satpol PP itu pun juga sudah ditahan.

    Penahanan terhadap tersangka tersebut tertuang dalam surat penahanan dengan nomor SP.Han No. /90/VII/2021/Reskrim tgl 18 juli 2021 yang ditandatangani oleh kasat Reskrim Polres Gowa, AKP. Boby Rachman.
     

    "Setelah (tersangka) menjalani pemeriksaan, penyidik menetapkan (penahanan) hari ini," kata Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP M. Tambunan, seperti dilansir Medcom.id, 18 Juli 2021.


    Sebelumnya Mardani Hamdan, anggota Satpol PP Gowa melakukan pemukulan terhadap pasangan suami-istri saat operasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.
     
    Dari keterangan kepolisian pemukulan itu berawal saat beberapa orang petugas PPKM mempertanyakan suara musik yang berbunyi. Lalu korban menjelaskan bahwa dirinya sedang melakukan jualan online.


    [Cek Fakta] Ternyata Wanita Korban Pemukulan Satpol PP di Gowa tidak Hamil


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa wanita yang menjadi korban pemukulan oknum Satpol PP di Gowa sedang hamil, adalah salah. Faktanya, pria yang belakangan disebut sebagai suami korban pada video itu, mengakui istrinya sedang tidak hamil.


    Referensi:
    https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210719174000-20-669706/suami-korban-satpol-pp-gowa-ungkap-alasan-sebut-istri-hamil
    https://m.medcom.id/nasional/daerah/GNG7jQjN-oknum-satpol-pp-pemukul-pasutri-di-gowa-resmi-ditahan
    https://sulsel.inews.id/video/video-suami-korban-pemukulan-satpol-pp-di-gowa-akui-istrinya-tak-hamil


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id