[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Beredar Foto FPI Membubarkan Diri? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 11 Mei 2020 19:56 WIB
    [Cek Fakta] Beredar Foto FPI Membubarkan Diri? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
    Beredar kabar organisasi Front Pembela Islam (FPI) membubarkan diri. Informasi itu beredar melalui media sosial Facebook.

    Akun Gie Harsono membagikan informasi tersebut dengan mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan kerumunan orang mengenakan seragam Banser. Sementara itu, juga terdapat beberapa orang berdiri di atas panggung menghadap kerumunan.

    Pemilik akun memberikan keterangan pada foto itu yang diunggah pada Minggu, 10 Mei 2020. Berikut keterangan foto yang ditulis akun Gie Harsono:

    “Horeee…???????? FPI membubarkan diri, ingin bergabung menjadi warga NU. Alhamdulillah????????,”


    [Cek Fakta] Beredar Foto FPI Membubarkan Diri? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran, klaim pada foto bahwa Front Pembela Islam (FPI) membubarkan diri dan ingin bergabung menjadi warga NU adalah salah. Faktanya, foto yang diunggah akun Facebook Gie Harsono adalah foto apel akbar Banser se-Kabupaten Lamongan, Tuban dan Bojonegoro, dan deklarasi Gerakan Rabu Putih.

    Dilansir turnbackhoax.id, foto tersebut diambil pada masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, tepatnya Rabu, 10 April, yang dihadiri oleh Calon Wakil Presiden (Cawapres), Ma’ruf Amin dan Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas.

    Foto itu dapat dilihat pada artikel yang muat oleh situs realitarakyat.com dan breakingnews.co.id dengan judul “KH Ma,ruf Amin Berharap Kedepan Ada Kader Ansor Yang Jadi Presiden RI” dan “Di Hadapan Ribuan Kader Banser Kiai Ma’ruf Bernostalgia saat Pimpin Ansor Koja.


    [Cek Fakta] Beredar Foto FPI Membubarkan Diri? Ini Faktanya




    [Cek Fakta] Beredar Foto FPI Membubarkan Diri? Ini Faktanya


    Sementara itu, klaim FPI membubarkan diri dan ingin bergabung menjadi warga Nahdlatul Ulama (NU) juga tidak benar. Dari pemberitaan media daring, pihak FPI mengatakan organisasinya tetap ada, hanya saja tidak mempunyai Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Disitat dari Katadata.co.id, melalui artikel berjudul "Izin Tak Kunjung Terbit, FPI Jalan Terus dan Mengklaim Ormas Legal" Juru bicara sekaligus Sekretaris Umum FPI Munarman menilai pihaknya tak perlu lagi mengurus pendaftaran Surat Keterangan Terdaftar atau SKT. Ia mengklaim FPI tetap legal.

    Munarman berdalih, Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 dan Putusan MK Nomor 82/PUU-XI/2013 sebenarnya tak memaksakan ormas untuk mendaftarkan diri kepada Kementerian Dalam Negeri. Pendaftaran ormas ke Kemendagri, kata dia, bersifat fakultatif.

    “Jadi pendaftaran itu sifatnya sukarela, boleh mendaftar, boleh tidak,” kata Munarman di Hotel Double Tree by Hilton, Jakarta, Selasa (31/12).

    Pembentukan ormas merupakan hak bagi masyarakat untuk berkumpul dan berserikat. Hal itu dijamin oleh konstitusi. Ia pun meyakini tak ada konsekuensi hukum atas tidak didaftarkannya SKT FPI. Pemerintah dinilai tak bisa melarang keberadaan FPI meski tak lanjut mengurus pendaftaran SKT.

    “Jadi saya kira sudah selesai diskusi tentang itu. Kalau ada orang yang masih juga mempertanyakan perpanjangan izin, ini orang berarti tidak mengerti tentang peraturan perundang-undangan,” ucap Munarman


    [Cek Fakta] Beredar Foto FPI Membubarkan Diri? Ini Faktanya


    Sementara itu, dilansir Tribunnews.com, melalui artikel berjudul "Status FPI Saat Ini, Keputusan Hasil Rapat Pemerintah terkait Izin SKT Ormas dan Tanggapan FPI" dimuat pada Sabtu, 18 Januari 2020, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar, mengungkapkan alasan tidak terbitnya surat keterangan terdaftar (SKT) untuk ormas FPI. FPI disebut memiliki pandangan yang tidak sesuai dengan asas Pancasila.

    "Iya (tak sesuai asas Pancasila). Kan itu yang belum ada penjelasannya sampai sekarang (belum dijelaskan oleh FPI)," ujar Bahtiar di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat 17 Januari 2020.

    Dia melanjutkan, Kemendagri, Kementerian Agama dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) sudah menggelar rapat untuk membahas SKT FPI.

    "Berdasarkan rapat, hasilnya diserahkan ke Kemenag untuk memfasilitasi (persoalan belum tuntasnya syarat SKT FPI," ucap Bahtiar.

    Dengan demikian, kata dia, status FPI saat ini tidak terdaftar izin SKT. "Ya tidak terdaftar dan SKT-nya sudah berakhir. Sampai sekarang SKT-nya tidak kami berikan," tuturnya.

    Saat disinggung tentang hak ormas jika tidak terdaftar izin SKT, Bahtiar enggan memberikan tanggapan. "Soal itu jangan ditanya dulu. Yang penting posisi FPI sekarang ya sesuai dengan informasi terakhir yang disampaikan Menko Polhukam," kata Bahtiar.


    [Cek Fakta] Beredar Foto FPI Membubarkan Diri? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim pada foto bahwa Front Pembela Islam (FPI) membubarkan diri dan ingin bergabung menjadi warga NU adalah salah. Faktanya, foto yang diunggah akun Facebook Gie Harsono adalah foto apel akbar Banser se-Kabupaten Lamongan, Tuban dan Bojonegoro, dan deklarasi Gerakan Rabu Putih.

    Informasi tersebut masuk dalam aktegori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    Referensi:
    https://katadata.co.id/berita/2019/12/31/izin-tak-kunjung-terbit-fpi-jalan-terus-dan-mengklaim-ormas-legal
    https://medan.tribunnews.com/2020/01/18/status-fpi-saat-ini-keputusan-hasil-rapat-pemerintah-terkait-izin-skt-ormas-dan-tanggapan-fpi?page=2
    https://breakingnews.co.id/read/di-hadapan-ribuan-kader-banser-kiai-ma-ruf-bernostalgia-saat-pimpin-ansor-koja
    https://realitarakyat.com/2019/04/11/kh-maruf-amin-berharap-kedepan-ada-kader-ansor-yang-jadi-presiden-ri/


    *Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks dan memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id