[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Benarkah Munculnya Berbagai Varian Covid-19 Setelah Vaksinasi Digalakkan? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 21 Juli 2021 16:30 WIB
    [Cek Fakta] Benarkah Munculnya Berbagai Varian Covid-19 Setelah Vaksinasi Digalakkan? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Twitter



    Beredar klaim yang menyebut munculnya berbagai varian dari virus korona tipe baru alias Covid-19 terjadi setelah vaksinasi digalakkan. Klaim ini menyebar di media sosial, terutama Twitter. 

    Akun @VoteHinnigan membagikan klaim itu pada 3 Juli 2021. Awalnya, akun itu memberi komentar pada berita dari dari CNN yang menyebut para ahli berpendapat bahwa orang yang tidak divaksin adalah faktor penyebab yang signifikan munculnya varian baru Covid-19. 

     



    Berikut narasi klaim yang beredar:
     

    "Jadi biarkan aku meluruskan ini.

    COVID-19 hampir tidak bermutasi selama setahun penuh tetapi begitu 'vaksin' diluncurkan, tiba-tiba seluruh alfabet Yunani varian baru muncul ...

    TAPI orang-orang yang tidak divaksinasi yang harus disalahkan."



    [Cek Fakta] Benarkah Munculnya Berbagai Varian Covid-19 Setelah Vaksinasi Digalakkan? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran, klaim bahwa munculnya berbagai varian dari Covid-19 setelah vaksinasi digalakkan adalah salah. Faktanya, varian Covid-19 sudah ada vaksinasi dimulai. 

    Merujuk penelitian dari Canadian Medical Association Journal (CMAJ), varian Covid-19 sudah bermutasi sebelum vaksinasi pertama dilakukan pada manusia di bulan Desember 2020. Varian Beta (B.1.351) ditemukan pertama kali di Afrika Selatan pada Mei 2020, varian Alpha (B.1.1.7) ditemukan pertama kali di Inggris pada September 2020.

    Kemudian varian Delta (B.1.617.2) yang 60% lebih mudah menular dibandingkan varian Alpha, ditemukan pertama kali di India pada Oktober 2020, dan varian Gamma (P.1) pertama kali ditemukan di Brazil pada November 2020.

    Dilansir BBC, sisebutkan Inggris menjadi negara yang pertama kali memberikan vaksin kepada warganya. Pada 8 Desember 2020, wanita lansia asal Inggris, Margaret Keenan menerima dosis vaksin Pfizer pertamanya.

    Pula, Jurnal kesehatan The BMJ menyebut, Russia mulai memberikan vaksin Sputnik V gratis kepada seluruh warganya pada 02 Desember 2020. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa pemberian vaksin secara masif baru dilakukan pada Desember 2020, sedangkan berbagai varian Covid-19 sudah muncul sebelum bulan Desember 2020.


    [Cek Fakta] Benarkah Munculnya Berbagai Varian Covid-19 Setelah Vaksinasi Digalakkan? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa munculnya berbagai varian dari Covid-19 setelah vaksinasi digalakkan adalah salah. Faktanya, varian Covid-19 sudah ada vaksinasi dimulai. 

    Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Benarkah Munculnya Berbagai Varian Covid-19 Setelah Vaksinasi Digalakkan? Ini Faktanya


    Referensi:
    1. https://www.cmaj.ca/content/193/27/E1059
    2. https://turnbackhoax.id/2021/07/19/salah-banyaknya-varian-covid-19-muncul-setelah-vaksinasi-dilakukan/
    3. https://archive.md/Kn4X3


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id