[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Benarkah Foto Ini Memperlihatkan Vaksin Covid-19 yang Siap Edar, Faktanya?

    Wanda Indana - 26 Maret 2020 17:36 WIB
    [Cek Fakta] Benarkah Foto Ini Memperlihatkan Vaksin Covid-19 yang Siap Edar, Faktanya?
    Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
    Beredar di media sosial sebuah foto yang diklaim vaksin untuk virus Korona tipe baru alias covid-19. Disebutkan vaksin tersebut siap diedarkan.

    Akun Facebook RM Yuhda membagikan foto tersebut pada Kamis, 26 Maret 2020. pada foto, terlihat kemasan obat dalam bentuk kotak, botol, dan aluminium foil. Pula, terdapat keterangan pada kemasan obat bertuliskan "SGTi-flex COVID-19 lgM/IgG".

    Pemilik akun juga nenambahkan keterangan pada ungghan foto, sebagai berikut:

    "Kabar baik.....puji Tuhan
    Vaksin virus corona siap. Mampu menyembuhkan pasien dalam waktu 3 jam setelah injeksi. Angkat topi untuk ilmuwan AS...keturunan Yahudi.. Saat ini Trump mengumumkan bahwa Roche Medical Company akan meluncurkan vaksin Minggu depan dan jutaan dosis sudah siap
    "


    [Cek Fakta] Benarkah Foto Ini Memperlihatkan Vaksin Covid-19 yang Siap Edar, Faktanya?


    Penelusuran:
    Setelah ditelusuri, klaim vaksin untuk virus Korona siap diedarkan adalah salah. Faktanya, foto tersebut memperlihatkan produk tes deteksi virus Korona, bukan produk vaksin.

    Dengan menggunakan kata kunci "SGTi-flex COVID-19 lgM/IgG" pencarian kami mengarah pada situs sugentech.com pada menu Products. Pada tab tersebut, situs itu memperkenalkan produk tes deteksi virus Korona. Terdapat keterangan produk, berikut isinya setelah dialihbahasakan menggunakan google transalte:

    SGTi-flex COVID-19 IgM / IgG adalah tes imunokromatografi berbasis Nanopartikel Emas untuk penentuan kualitatif antibodi IgM dan IgG COVID-19 dalam darah manusia (tusukan atau vena), serum atau plasma. Kit ini akurat dan mudah digunakan dan hasilnya dapat diamati dengan mata telanjang dalam waktu 10 menit. Tes mendeteksi keberadaan antibodi, yang merupakan protein spesifik yang dibuat dalam menanggapi infeksi. Antibodi dapat ditemukan dalam darah mereka yang dites setelah infeksi. Antibodi yang dideteksi oleh tes ini menunjukkan bahwa seseorang memiliki respons imun terhadap COVID-19, baik gejala yang timbul akibat infeksi atau infeksi itu asimptomatik. Hasil tes antibodi penting dalam mendeteksi infeksi dengan sedikit atau tanpa gejala. Karena tidak ada obat atau vaksin, cara terbaik untuk memerangi infeksi ini adalah isolasi. Banyak orang tidak memiliki gejala. Karena itu, diagnostik cepat sangat penting. SGTi-flex COVID-19 IgM / IgG memungkinkan untuk membantu masyarakat untuk mengidentifikasi infeksi dan mengisolasi orang tanpa gejala tetapi diduga COVID-19.

    Pada keterangan produk dijelaskan bahwa hingga saat ini (Kamis, 26 Maret 2020) tidak ada obat atau vaksin untuk covid-19. Cara terbaik untuk memerangi infeksi ini adalah isolasi. Banyak orang tidak memiliki gejala. Karena itu, diagnostik cepat sangat penting. Alat tes itu disebut dapat membantu masyarakat untuk mengidentifikasi infeksi dan mengisolasi orang tanpa gejala tetapi diduga COVID-19.

    Sugentech, Inc. adalah perusahaan di bidang riset ke-28 dari Kementerian Sains dan TIK di Korea Selatan. Perusahaan didirikan pada tahun 2011 berdasarkan transfer teknologi dari ETRI (Electronics and Telecommunications Research Institute).


    [Cek Fakta] Benarkah Foto Ini Memperlihatkan Vaksin Covid-19 yang Siap Edar, Faktanya?


    Merujuk situs lipi.go.id, melalui artikel berjudul "P2 Fisika Berhasil Membuat Nanopartikel Emas Murni Dengan Teknik Laser Ablasi" dimuat pada 13 September 2018, disebutkan bahwa Nanopartikel Emas (gold nanoparticles) adalah partikel emas barukuran dibawah 20 nm yang memiliki sifat khusus yaitu plasmon. Efek Plasmon ini menyebabkan warna larutan partikel emas menjadi merah muda hingga ungu.

    Nanopartikel emas memiliki banyak manfaat mulai dari sains hingga kesehatan. Di dunia sains, efek plasmon dari nanopartikel emas sangat membantu untuk meningkatkan emisi dari sumber cahaya berukuran nano yang sangat lemah.Di dunia kesehatan, nanopartikel emas memiliki potensi terapi kanker dan pengobatan lainnya.

    Masih banyak manfaat nanopartikel emas yang belum tergali. Terbaru, melansir jurnal Farmaka milik Universitas Padjajaran dari penelitian yang dilakukan Nada Fadhilah, nanopartikel emas mulai coba digunakan untuk diagnosis penyakit kanker.


    Kesimpulan:
    Klaim pada foto bahwa vaksin untuk virus Korona siap diedarkan adalah salah. Faktanya, foto tersebut memperlihatkan produk tes deteksi virus Korona, bukan produk vaksin.

    Informasi tersebut masuk dalam kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    Referensi:
    https://sugentech.com/products/products-view.php?ct=7&target=32%27
    https://www.fisika.lipi.go.id/fisika/news/read/p2-fisika-berhasil-membuat-nanopartikel-emas-murni-dengan-teknik-laser-ablasi
    https://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/17534


    *Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id