[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Petugas Pos Penyekatan PPKM Tusuk Mata Seorang Warga di Sumbar? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 22 Juli 2021 14:39 WIB
    [Cek Fakta] Petugas Pos Penyekatan PPKM Tusuk Mata Seorang Warga di Sumbar? Ini Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu Foto:Twitter



    Beredar sebuah video seorang pria yang mengaku matanya ditusuk oleh petugas pos penyekatan Pemberlakuan Pembatsan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Solok, Sumatra Barat. Video beredar di media sosial.

    Dalam rekaman video tersebut, si pria mengaku matanya ditusuk dengan pena oleh salah satu petugas. Dalam video tampak pria tersebut menutup matanya yang berdarah.

     



    Akun twitter @alek_esthreem membagikan video ini. Dalam unggahan videonya ia memberikan cuitan sebagai berikut.
     

    "Astagfirullah....

    Aparat biadab, mata warga ditusuk pake pulpen, gara2 aturan PPKM Darurat samapi sekejam ini.
    Melintas di penyekatan PPKM di Solok-Padang
    Bantu ReTweet agar pelaku segear ditangkap"


    [Cek Fakta] Petugas Pos Penyekatan PPKM Tusuk Mata Seorang Warga di Sumbar? Ini Faktanya

    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim petugas tusuk mata warga di pos penyekatan PPKM di Sumbar adalah salah. Faktanya, pria dalam video tersebut hanya terluka di pelipis bukan matanya.

    Dilansir kompas.com, Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon mengakui peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam, 16 Juli 2021 di posko penyekatan PPKM Padang-Solok.  "Betul saya ikut dalam kegiatan penyekatan itu. Tapi video yang beredar itu tidak benar," kata Lija.

    Menurut Lija, video itu sudah diedit dan menampilkan seolah-olah Rao ditusuk petugas hingga matanya buta. "Yang benar itu pelipisnya yang berdarah, bukan matanya buta. Saya yang bawa dia ke klinik," kata Lija.

    Lija menyebutkan kronologis peristiwa berawal dari Rao dan sopirnya hendak masuk ke Padang dari Solok. Saat ditanya petugas dokumen vaksin dan rapid tes antigen, Rao tidak dapat memperlihatkannya.  Rao mengaku sudah meminta izin ke petugas saat melintas dari Padang ke Solok untuk melihat truknya yang terbalik. 

    "Tapi saat kita tanya petugasnya, Rao tidak mampu menunjukkannya. Kemudian kita tanya KTP Padangnya, Rao tidak juga mampu memperlihatkannya. Akhirnya kita suruh putar balik," kata Lija. 

    Akhirnya terjadi cekcok, kemudian menurut Lija, Rao disuruh kembali ke mobilnya lagi. "Namun tiba-tiba dia balik dan memperlihatkan luka di wajahnya. Dia bilang matanya buta karena ditusuk pena akibat didorong petugas," kata Lija.

    [Cek Fakta] Petugas Pos Penyekatan PPKM Tusuk Mata Seorang Warga di Sumbar? Ini Faktanya

    Keismpulan:
    Klaim petugas tusuk mata warga di pos penyekatan PPKM di Sumbar adalah salah. Faktanya, pria dalam video tersebut hanya terluka di pelipis bukan matanya.

    Informasi ini jenis hoaks false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
    [Cek Fakta] Petugas Pos Penyekatan PPKM Tusuk Mata Seorang Warga di Sumbar? Ini Faktanya
    Referensi:
    1.https://regional.kompas.com/berita/111619678-beredar-video-mantan-anggota-dprd-ditusuk-matanya-oleh-petugas-ppkm-padang?page=all
    2.https://archive.fo/mIsi6


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id