[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Fatwa Hukum Kisas Dikeluarkan untuk Penyerang Ulama? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 22 September 2020 06:00 WIB
    [Cek Fakta] Fatwa Hukum Kisas Dikeluarkan untuk Penyerang Ulama? Ini Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
    Beredar sebuah narasi yang menyebutkan telah terbit fatwa kisas (hukuman dalam syariat Islam untuk pelaku pembunuhan) penyerang ulama. Narasi ini beredar di media sosial Facebook.

    Akum Facebook atas nama Sandi membagikan narasi ini pada 21 September 2020. Dalam unggahannya ia memberikan narasi sebagai berikut.
     

    "*Akhir nya keluar juga "Fatwa" Qishos dari GNPF ULAMA, FPI & PA 212 walaw agak terlambat*
    MARI KITA SIAPKAN PASUKAN DI TIAP-TIAP WILAYAHNYA MASING-MASING, KOORDINASI DENGAN DKM-DKM MASJID :
    1. SIAPKAN GOLOK DI TIAP-TIAP MASJID.
    2. SHAF PERTAMA DIBELAKANG IMAM PARA PENJAGA ULAMA.
    3. LINGKARI ULAMA DENGAN ORANG2 YANG DIKENAL DARI LINGKUNGAN SEKITAR.
    4. SIAPKAN HUKUM QISHOS (hutang nyawa dibayar nyawa).
    JIKA TERTANGKAP PELAKUNYA JANGAN HANYA DIHAKIMI HINGGA BABAK BELUR, PATAHKAN JARI2 NYA, ATAU SALAH SATU LENGAN NYA, SETELAH ITU SERAHKAN PADA BABINSA SETEMPAT, JANGAN SERAHKAN DULU KEPADA POLISI, BIAR TNI YANG MEMBONGKAR DATA & DALANGNYA. SETELAH ITU BIARKAN BABINSA YANG MENYERAHKAN KEPADA POLISI.
    ?? ALLAHUAKBAR"


    [Cek Fakta] Fatwa Hukum Kisas Dikeluarkan untuk Penyerang Ulama? Ini Faktanya

    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta Medcom.id, klaim fatwa kisas telah diterbitkan untuk pelaku penyerangan ulama adalah salah. Faktanya, hukum di Indonesia masih memberlakukan hukum positif berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), UU dan UUD 1945.

    Dilansir dari JPNN.com, pernyataan wacana penerapan hukum kisas ini dilontarkan oleh GNPF Ulama, PA 212 dan FPI. Pernyataan ini sebagai kecaman keras dan kutukan terhadap pelaku penyerangan Syekh Ali Jaber di Lampung. 

    Kemudian, tiga ormas itu menyerukan kepada umat Islam untuk memberlakukan hukum adat dan hukum kisas jika aparat keamanan tidak mampu menegakan hukum terhadap para pelaku percobaan pembunuhan kepada para ulama dan tokoh di NKRI.

    [Cek Fakta] Fatwa Hukum Kisas Dikeluarkan untuk Penyerang Ulama? Ini Faktanya

    Dilansir dari Kompas.com, polisi sendiri tengah mengusut motof dibalik kasus ini. Lima orang saksi telah diperiksa untuk mengusut motif penusukan Syekh Ali Jaber. Pemeriksaan kelima orang saksi itu telah dilakukan oleh kepolisian sejak tersangka AA,24, ditahan Polresta Bandar Lampung. 

    Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad (Pandra) mengatakan, pemeriksaan lima orang saksi itu untuk mengumpulkan fakta-fakta terkait kasus tersebut. "Sudah kami periksa lima orang saksi terkait kasus penusukan Syekh Ali Jaber ini," kata Pandra dilansir Kompas.com.

    Pelaku menngatakan pelaku terancam hukuman mati. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, tersangka AA dijerat dengan pasal berlapis. 

    “Pasal yang disangkakan pada tersangka AA ini adalah pasal percobaan pembunuhan, kita juga kenakan pasal pembunuhan, dan kemudian kita kenakan pasal penganiayaan menyebabkan luka,” kata Argo.

    Rincinya, AA dijerat Pasal 340 juncto Pasal 53 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 53 subsider Pasal 351 ayat 2. Selain itu, AA juga dijerat Pasal 2 dan Pasal 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951.


    [Cek Fakta] Fatwa Hukum Kisas Dikeluarkan untuk Penyerang Ulama? Ini Faktanya

    Dilansir Akurat.co, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menginstruksikan agar semua aparat menjamin keamanan kepada para ulama yang berdakwah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di era COVID 19.

    "Pemerintah menjamin kebebasan ulama untuk terus berdakwah amar makruf nahi munkar dan saya menginstruksikan agar semua aparat menjamin keamanan kepada para ulama yang berdakwah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di era COVID 19," kata Mahfud dilansir Akurat.co. 

    Kemudian Mahfud MD juga menyampaikan instruksi agar aparat keamanan supaya segera mengumumkan identitas pelaku penusukan Syekh Ali Jaber.

    "Aparat keamanan Lampung supaya segera mengumumkan identitas pelaku, dugaan motif tindakan, dan menjamin bahwa proses hukum akan dilaksanakan secara adil dan terbuka," kata dia

    [Cek Fakta] Fatwa Hukum Kisas Dikeluarkan untuk Penyerang Ulama? Ini Faktanya
    Kesimpulan:
    Klaim fatwa kisas telah diterbitkan untuk pelaku penyerangan ulama adalah salah. Faktanya, hukum di Indonesia memberlakukan hukum positif berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), UU dan UUD 1945.

    Informasi ini jenis hoaks Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
    [Cek Fakta] Fatwa Hukum Kisas Dikeluarkan untuk Penyerang Ulama? Ini Faktanya
    Referensi:
    1.https://archive.vn/OgCTu
    2.https://nasional.kompas.com/berita/17021751-polri-pelaku-penusukan-syekh-ali-jaber-terancam-hukuman-mati?page=all
    3.https://www.jpnn.com/news/sikap-fpi-gnpf-ulama-dan-pa-212-terkait-penusukan-syekh-ali-jaber-jihad
    4.https://akurat.co/news/id-1211531-read-menkopolhukam-instruksikan-aparat-jamin-keselamatan-ulama


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (WHS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id