Menag Fachrul Ingin Bahasa China Menjadi Syarat Kelulusan Siswa Madrasah Aliyah? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 09 Januari 2020 17:29 WIB
    Menag Fachrul Ingin Bahasa China Menjadi Syarat Kelulusan Siswa Madrasah Aliyah? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial
    Beredar sebuah foto tangkapan layar di media sosial bergambar Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Dalam tangkapan layar itu tampak sebuah narasi bahwa Menag menginginkan bahasa China atau Mandarin menjadi syarat kelulusan siswa Madrasah Aliyah. 

    "Menag Fachrul ingin bahasa China menjadi syarat kelulusan siswa Madrasah Aliyah," seperti yang tertulis di foto tersebut. 

    Tangkapan layar itu dibagikan akun facebook Anies For President pada Kamis 9 Januari 2020. Akun Anies For President itu turut menambahkan narasi.


    Menag Fachrul Ingin Bahasa China Menjadi Syarat Kelulusan Siswa Madrasah Aliyah? Ini Faktanya


    Berikut narasi lengkapnya:
    Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meminta kemampuan berbahasa Mandarin yang digunakan bangsa China menjadi salah satu syarat kelulusan siswa madrasah aliyah. Selain itu, dia juga ingin Bahasa Inggris dan Arab juga menjadi syarat kelulusan.

    Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan Madrasah Kemenag, Ahmad Umar mengatakan bahwa Fachrul menginginkan itu karena menganggap penguasaan bahasa asing penting di masa kini. “Perintah Pak Menteri ada tiga untuk meningkatkan daya saing. Satu, anak madrasah harus menguasai satu di antara tiga bahasa asing, yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Mandarin. Lalu menguasai IT dan vokasi,” kata Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (7/1). Umar menjelaskan Fachrul ingin lulusan madrasah memiliki nilai plus di dunia kerja. Orang yang punya kemampuan berbahasa asing dinilai lebih mudah diserap dunia kerja.

    Khusus untuk bahasa Mandarin, Umar bilang bisa saja madrasah mengganti bahasa Mandarin dengan bahasa lainnya, seperti bahasa Jerman, bahasa Italia, atau bahasa Jepang. Namun, Fachrul secara khusus mengusulkan bahasa Mandarin karena banyak dibutuhkan perusahaan saat ini. “Pertimbangannya begini, bahasa Mandarin ini kan termasuk bahasa asing yang memang banyak digunakan dalam dunia kerja,” tutur Umar

    Umar menuturkan belum bisa menargetkan waktu penerapan perintah Fachrul tersebut. Kemenag berencana melakukan standardisasi kompetensi berbahasa bagi siswa madrasah sebelum lulus. “Ini kita masih jajaki untuk prosesnya, ini kan permintaan beliau, sudah kita siapkan,” ujar Umar. [cnn]

    .
    .
    @infoindonesiaku.id infoindonesiaku

    Namun dari postingan ini mengundang tanggapan dari sejumlah netizen. Di antaranya tanggapan bahwa benar Menang menginginkan bahasa Mandarin menjadi syarat kelulusan siswa Madrasah Aliyah.

    Di antaranya akun facebook Rusdi Suhip yang ikut berkomentar. "Beliau pikir penting belajar bahasa Mandarin, karena armada RRC sdh di natuna, jadi kalau Indonesia dikuasai RRC, maka semuanya lancar karena rakyat sdh bisa bahasa Mandarin, siap menjadi jongos, eeedaaan."

    "Siap2 kita jd buruh cina dnegeri sendiri... Saya yakin itu.." kata akun Fitriyadi Zha Genz.

    "Judulnya menyesatkan/provokativ ..yg sebenarnya Menag Ingin siswa/siswi menguasai 1 dari 3 bahasa asing sbg syarat kelulusan .. Bahasa Arab / Bahasa Inggris / Bahasa Cina," kata akun Doni Cellopart.


    Menag Fachrul Ingin Bahasa China Menjadi Syarat Kelulusan Siswa Madrasah Aliyah? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, narasi Menag menginginkan bahasa Mandarin menjadi syarat kelulusan siswa Madrasah Aliyah adalah salah. Narasi yang digunakan dalam foto itu tidak mencerminkan isi dari narasi yang turut dibagikan akun facebook Anies For President.

    Narasi yang dibagikan akun facebook Anies For President hampir sama dengan berita yang diterbitkan CNNIndonesia.com pada Selasa 7 Januari 2020. Adapun berita itu berjudul "Menag Ingin Lulusan Madrasah Aliyah Bisa Berbahasa Mandarin." 

    Dalam pemberitaan itu, Menag berharap lulusan madrasah aliyah dapat menguasai salah satu dari tiga bahasa asing, yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Mandarin. Harapan itu sebagai langkah meningkatkan daya saing lulusan madrasah aliyah.

    Bahasa Mandarin dimasukkan menjadi salah satu dari tiga pilihan. Hal itu lantaran Menag melihat bahasa tersebut memang banyak dibutuhkan perusahaan saat ini. 

    "Pertimbangannya begini, bahasa Mandarin ini kan termasuk bahasa asing yang memang banyak digunakan dalam dunia kerja," kata Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan Madrasah Kemenag, Ahmad Umar.


    Menag Fachrul Ingin Bahasa China Menjadi Syarat Kelulusan Siswa Madrasah Aliyah? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa Menag menginginkan bahasa Mandarin menjadi syarat kelulusan siswa Madrasah Aliyah adalah salah. Faktanya bahasa Mandarin hanya salah satu dari tiga bahasa asing yang diinginkan Menag agar dapat dikuasai para lulusan madrasah aliyah. 

    Informasi ini masuk dalam kategori hoaks jenis false connection (koneksi yang salah). Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.


    Sumber: 
    https://facebook.com/aniespresiden/photos/a.754222711699087/884910095297014/?type=3&theater


    Referensi:
    https://cnnindonesia.com/nasional/20200107155758-20-463167/menag-ingin-lulusan-madrasah-aliyah-bisa-berbahasa-mandarin






    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id