[Cek Fakta] Menag Sebut Allah Bukan dari Arab, Jadi Doa Pakai Bahasa Indonesia Saja? Benarkah?

    Sobih AW Adnan - 31 Oktober 2019 18:45 WIB
    [Cek Fakta] Menag Sebut Allah Bukan dari Arab, Jadi Doa Pakai Bahasa Indonesia Saja? Benarkah?
    ILUSTRASI: Menteri Agama RI Fachrul Razi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
    Akun Facebook atas nama Raka Putra Geresik II mengunggah status bernarasi "Huwaduuuuch?!" disertai tautan artikel berjudul "Menag: Allah Bukan Dari Arab, Jadi Kalau Berdoa Di Masjid Pakai Bahasa Indonesia Saja" yang diambil dari sebuah blog beralamat emputnews.blogspot.com. 

    Secara lengkap, narasi dalam situs tersebut dituliskan:

    Agama (Menag) Fachrul Razi menyerukan imam-imam di masjid untuk memanjatkan doa menggunakan Bahasa Indonesia. Sebab menurutnya Allah bukan dari Arab.

    "Dalam berdoa gunakan juga bahasa Indonesia agar umat dan masyarakat mengerti, karena tidak semua umat, warga bangsa ini mengerti bahasa Arab,” ujar Fachrul Razi.

    Hal itu ia sampaikan ketika membuka Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid, di suatu hotel di Manggadua, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenag pada Kamis (31/10/2019).

    Fachrul Razi mengatakan doa memakai bahasa Arab tetap dipertahankan namun doa menggunakan Bahasa Indonesia bisa disisipkan saat memberi khutbah.

    Lebih lanjut Kemenag dalam waktu dekat akan memberikan pelatihan untuk menambah pengalaman, keilmuan dan wawasan para imam masjid di Indonesia, agar terus dapat memberikan syiar dan dakwah rahmatan lil alamin kepada masyarakat.

    “Para imam juga harus ditanamkan nilai-nilai Pancasila yang cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu tentunya penguasaan keislaman,” ucap Fachrul Razi.

    “Dalam waktu dekat kita akan membuat pelatihan-pelatihan para imam masjid, yang bekerjasama dengan ormas-ormas seperti Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah dan ormas lainnya,” katanya.

    Sementara itu Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mendukung diadakannya pelatihan-pelatihan bagi para imam masjid. Pelatihan itu untuk mengembangkan wawasan para imam masjid serta guna membentuk jiwa nasionalisme.

    “Pada umumnya pengelolaan masjid berhubungan dengan pengaturan alokasi dana untuk biaya operasional kegiatan masjid. Umumnya kegiatan masjid selama ini yang dipahami tak jauh dari kegiatan salat. Padahal bisa lebih luas, misalnya, pengajian atau pesantren kilat,” tuturnya.

    Selain itu, kata Muhammadiyah Amin, masjid juga bisa digunakan untuk kegiatan sosial semacam pendidikan keterampilan, pemeliharaan dan perawatan kesehatan, apalagi pengembangan keilmuan yang non agamawi jarang jadi pilihan di kebanyakan dari 741 ribu masjid di seluruh Indonesia.


    [Cek Fakta] Menag Sebut Allah Bukan dari Arab, Jadi Doa Pakai Bahasa Indonesia Saja? Benarkah?

    Penelusuran:
    Setelah ditelusuri tim Cek Fakta Medcom.id, ternyata sebagian besar narasi artikel itu disalin dari berita Okezone.com berjudul "Menag Fachrul Razi Serukan Berdoa Pakai Bahasa Indonesia di Masjid" yang tayang pada Kamis, 31 Oktober 2019. Hanya saja, terdapat suntingan fatal pada paragraf pertama sehingga menimbulkan arti yang berbeda. 

    Berikut perbedaannya:

    emputnews.blogspot.com
    Agama (Menag) Fachrul Razi menyerukan imam-imam di masjid untuk memanjatkan doa menggunakan Bahasa Indonesia. Sebab menurutnya Allah bukan dari Arab.

    "Dalam berdoa gunakan juga bahasa Indonesia agar umat dan masyarakat mengerti, karena tidak semua umat, warga bangsa ini mengerti bahasa Arab,” ujar Fachrul Razi.

    [Cek Fakta] Menag Sebut Allah Bukan dari Arab, Jadi Doa Pakai Bahasa Indonesia Saja? Benarkah?


    Okezone.com
    MENTERI Agama (Menag) Fachrul Razi menyerukan imam-imam di masjid untuk memanjatkan doa menggunakan Bahasa Indonesia. Sebab menurutnya tidak semua umat Islam bisa bahasa Arab.

    “Dalam berdoa gunakan juga bahasa Indonesia agar umat dan masyarakat mengerti, karena tidak semua umat, warga bangsa ini mengerti bahasa Arab,” ujar Fachrul Razi.

    [Cek Fakta] Menag Sebut Allah Bukan dari Arab, Jadi Doa Pakai Bahasa Indonesia Saja? Benarkah?


    Dalam naskah aslinya, tidak terdapat kalimat "Sebab menurutnya Allah bukan dari Arab" akan tetapi tertulis "Sebab menurutnya tidak semua umat Islam bisa bahasa Arab."

    Penelusuran berikutnya, imbauan berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia pun bukan sesuatu yang bersifat mutlak. Masih mengutip berita Okezone.com, dituliskan: 

    Fachrul Razi mengatakan doa memakai bahasa Arab tetap dipertahankan namun doa menggunakan Bahasa Indonesia bisa disisipkan saat memberi khutbah.

    Kesimpulan:
    Artikel berjudul "Menag: Allah Bukan Dari Arab, Jadi Kalau Berdoa Di Masjid Pakai Bahasa Indonesia Saja" yang ditayangkan emputnews.blogspot.com merupakan hoaks. Artikel tersebut masuk ke dalam disinformasi kategori imposter content alias konten tiruan.

    Referensi:
    - https://muslim.okezone.com/berita/614-2123920/menag-fachrul-razi-serukan-berdoa-pakai-bahasa-indonesia-di-masjid?page=1 

    - https://kemenag.go.id/berita/read/511915/menag-buka-lokakarya-peningkatan-peran-dan-fungsi-imam-tetap-masjid

    Sumber: 
    - https://emputnews.blogspot.com/2019/10/menag-allah-bukan-dari-arab-jadi-kalau.html?m=1



    (SBH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id