[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Singapura Autopsi Jenazah Covid-19 Temukan Bakteri Terpapar Radiasi? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 23 Juli 2021 09:56 WIB
    [Cek Fakta] Singapura Autopsi Jenazah Covid-19 Temukan Bakteri Terpapar Radiasi? Ini Faktanya
    Ilustrasi penemuan jenazah. Medcom.id



    Beredar pesan berantai berisi informasi Singapura menjadi negara pertama yang mengautopsi jenazah pasien Covid-19. Hasilnya ditemukan bakteri yang terpapar radiasi. 

    Dalam pesan berantai itu, Singapura menyebut Covid-19 bukan virus, melainkan bakteri yang terpapar radiasi yang dapat mengentalkan darah hingga menyebabkan kematian. Berikut pesan berantai tersebut.

    "Singapura menjadi negara pertama di dunia yang melakukan otopsi (post-mortem) pada jenazah Covid-19.  Setelah penyelidikan menyeluruh, ditemukan bahwa Covid-19 tidak ada sebagai virus, tetapi bakteri yang terpapar radiasi dan mengentalkan darah hingga menyebabkan kematian manusia.
        
    Telah ditemukan penyakit Covid-19 menyebabkan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan darah manusia menggumpal dan menyebabkan darah vena menggumpal, sehingga membuat orang sulit bernafas karena otak, jantung, dan paru-paru tidak bisa mendapatkan oksigen sehingga menyebabkan orang meninggal dunia. segera.

     



    Untuk mengetahui penyebab kekurangan energi pernapasan, dokter di Singapura tidak mengikuti prosedur WHO, tetapi melakukan otopsi untuk COVID-19.  Dokter membuka lengan, kaki, dan bagian tubuh lainnya setelah pemeriksaan cermat dan menemukan bahwa pembuluh darah melebar dan dipenuhi gumpalan darah, menghalangi aliran darah dan mengurangi aliran oksigen.  Di dalam tubuh, dapat menyebabkan kematian pasien.  Mengetahui penelitian ini, Kementerian Kesehatan Singapura langsung mengubah rencana pengobatan Covid-19 dan mengonsumsi aspirin untuk pasien positifnya.  Saya mulai mengonsumsi 100 mg dan Imromac.  Hasilnya, pasien mulai pulih dan kesehatannya mulai membaik.  Kementerian Kesehatan Singapura mengevakuasi lebih dari 14.000 pasien dalam satu hari dan memulangkan mereka.

    Setelah periode penemuan ilmiah, dokter di Singapura menjelaskan pengobatannya, dengan mengatakan bahwa penyakit ini adalah tipuan global, "tidak lain adalah pembekuan darah (blood clots) dan perawatan di pembuluh darah.

    Tablet antibiotik
    Anti inflamasi dan
    Minum antikoagulan (aspirin).
    Hal ini menunjukkan bahwa penyakit tersebut dapat diobati. Menurut ilmuwan Singapura lainnya, ventilator dan unit perawatan intensif (ICU) tidak pernah diperlukan.  Perjanjian untuk efek ini telah diumumkan di Singapura. China sudah mengetahui hal ini, tetapi tidak pernah mengeluarkan laporan.
           
    Bagikan informasi ini kepada keluarga, tetangga, kenalan, teman, dan kolega Anda untuk mengeluarkan mereka dari ketakutan akan Covid-19 dan menyadari bahwa itu bukan virus, tetapi bakteri yang hanya terpapar radiasi.  Hanya orang dengan kekebalan yang sangat rendah yang harus berhati-hati.  Radiasi ini juga dapat menyebabkan peradangan dan hipoksia.  Korban harus mengonsumsi Asprin-100mg dan Apronik atau Parasetamol 650mg. 

    Sumber: Kementerian Kesehatan, Singapura"


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim Singapura autopsi jenazah Covid-19 dan temukan bakteri terpapar radiasi adalah salah. Faktanya, informasi tersebut hoaks dan telah dibantah Kementerian Kesehatan Singapura.

    Dilansir dari channelnewsasia.com, pesan yang beredar mengklaim bahwa Singapura telah melakukan autopsi pada pasien Covid-19, serta dugaan perubahan protokol pengobatan, tidak benar, kata Kementerian Kesehatan (MOH) pada Senin, 7 Juni 2021.

    "Konten itu dikaitkan dengan Kementerian Kesehatan, Singapura. Ini tidak benar," kata Kementerian Kesehatan Singapura di laman resmi facebook. 

    "Singapura belum melakukan otopsi seperti itu. Pesan tersebut menyatakan informasi palsu mengenai patofisiologi infeksi Covid-19, yang tidak didukung oleh bukti saat ini," katanya.

    Pesan klaim serupa pun telah beredar dengan menyebutkan Rusia dan bukan Singapura, juga telah terungkap sebagai tidak benar. Kementerian mendesak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak berdasar yang dapat menyebabkan kepanikan publik.

    [Cek Fakta] Singapura Autopsi Jenazah Covid-19 Temukan Bakteri Terpapar Radiasi? Ini Faktanya

    Kesimpulan:
    Klaim Singapura autopsi jenazah Covid-19 dan temukan bakteri terpapar radiasi adalah salah. Faktanya, informasi tersebut hoaks dan telah dibantah Kementerian Kesehatan Singapura.

    Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

    [Cek Fakta] Singapura Autopsi Jenazah Covid-19 Temukan Bakteri Terpapar Radiasi? Ini Faktanya

    Referensi:
    1.https://www.channelnewsasia.com/news/singapore/covid-19-message-autopsy-patient-treatment-protocols-untrue-moh-14965258


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016
     



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id