Kasus Doxing Jurnalis Pemeriksa Fakta Liputan6.com Dikecam

    Whisnu Mardiansyah - 12 September 2020 12:26 WIB
    Kasus <i>Doxing</i> Jurnalis Pemeriksa Fakta Liputan6.com Dikecam
    Ilustrasi/Medcom.id (Abdul Jalil Hermawan)
    Seorang jurnalis pemeriksa fakta media daring Liputan6.com terkena serangan doxing atau penyebaran data diri tanpa izin dari beberapa akun di media sosial. Doxing buntut dari salah satu artikel cek fakta terkait asal-usul keturunan politikus PDIP Arteria Dahlan yang ditulis jurnalis tersebut.

    Jurnalis bernama Cakrayuri Nuralam itu sebelumnya menulis artikel berjudul  "Cek Fakta: Tidak Benar Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Cucu Pendiri PKI di Sumbar" pada 10 September 2020. Artikel tersebut membuat konfirmasi terkait klaim yang menyebut Politikus PDIP tersebut merupakan cucu dari pendiri PKI Sumatera Barat, Bachtaroedin.

    Atas kasus ini, pimpinan redaksi Liputan6.com, Irna Gustiawati mengecam keras tindakan teror melalui doxing. Menurutnya, kerja-kerja jurnalistik diatur Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber. 

    "Jika ada yang keberatan dengan pemberitaan Liputan6 com, ada banyak mekanisme yang disediakan oleh undang-undang itu. Wartawan tidak bekerja atas nama pribadinya, melainkan atas nama institusi dan dalam sistem yang dilindungi serta sekaligus patuh pada ketentuan undang-undang pers," kata Irna dalam keterangan resminya, Sabtu, 12 September 2020.

    Redaksi Liputan6.com memutuskan akan menempuh jalur hukum atas tindakan doxing terhadap salah satu jurnalisnya. Aksi doxing dinilai sangat berbahaya apalagi membeberkan data pribadi jurnalis ke media sosial.

    "Dalam kasus ini, pelaku bukan saja mendoxing wartawan kami, tapi juga keluarga, menunjuk alamat rumah, nomor telepon, dan link akun privat yang mengarah ke foto keluarga, termasuk foto sang bayi," kata Irna.

    Serangan doxing bermula pada Jumat 11 September 2020, dengan skala massif. Sekitar pukul 18.20 WIB, ada lima akun instagram @d34th.5kull, @cyb3rw0lff, @cyb3rw0lff99.tm, @j4ck__5on__ dan @bit___chyd_____ menyebarkan data diri jurnalis tersebut ke media sosial tanpa izin dengan narasi unggahan umpatan.

    Direktur LBH Pers Ade Wahyudin, mengatakan doxing adalah salah satu bentuk kekerasan terhadap wartawan. Aksi doxing banyak menyerang jurnalis terkait tulisan yang dianggap menyinggung kelompok tertentu. Doxing biasanya dengan mempublikasikan nomor, link akun media sosial, dan pendidikan.

    "Doxing semacam ini bukan yang pertama kali terjadi. Okelah saat ini kita belum memiliki aturan terkait dengan perlindungan data pribadi tapi dengan melihat motif saya pikir peristiwa doxing adalah bentuk hambatan pekerjaan terhadap pers," kata dia saat dihubungi. 

    (WHS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id