Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Vaksin Merupakan Racun yang Disuntikkan ke Masyarakat? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 21 Juli 2021 10:19 WIB
    [Cek Fakta] Vaksin Merupakan Racun yang Disuntikkan ke Masyarakat? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial



    Beredar sebuah video dengan narasi bahwa vaksinasi merupakan upaya penyuntikan racun kepada masyarakat. Video ini beredar di media sosial.

    Adalah akun facebook Eka Surya yang turut mengunggah sebuah video dengan narasi tersebut, Selasa 20 Juli 2021. Pada video itu tertulis nama seseorang Peter A.McCulluough dari University Medical Center Dallas.

     



    Pria itu menyampaikan sebuah pernyataan. Berikut selengkapnya:


    "Tujuan pandemi sejak awal adalah vaksinasi. Jadi semuanya mengarah kepada vaksinasi. Mereka telah melakukan vaksin pada negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dan di negara-negara Eropa juga telah diwajibkan. 

    Maksudku ada pihak yang membayar Pemerintah agar menyuntikkan racun ini kepada masyarakat. Saking hausnya para pemangku kepentingan agar masyarakat divaksin. Itu sebabnya vaksin ini digratiskan bagi masyarakat."


    [Cek Fakta] Vaksin Merupakan Racun yang Disuntikkan ke Masyarakat? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa vaksinasi merupakan penyuntikkan racun ke masyarakat, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.

    Di sisi lain, jika yang dimaksud dengan vaksin terkait Covid-19, tentu salah. Pasalnya setiap vaksin yang boleh diberikan kepada masyarakat sudah berdasarkan penelitian dan pemeriksaan otoritas resmi.

    Di antaranya vaksin Sinovac. Pada 1 Juni 2021 lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac.

    Izin dari WHO itu memastikan bahwa vaksin yang diberikan kepada masyarakat, adalah aman. Tidak hanya aman, dalam konteks Indonesia, vaksin itu juga dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia.


    [Cek Fakta] Vaksin Merupakan Racun yang Disuntikkan ke Masyarakat? Ini Faktanya


    Selain itu setidaknya terdapat lima merek vaksin lain yang dapat digunakan di Indonesia. Yaitu, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Novavax.

    "Sejumlah penelitian membuktikan, vaksin bisa meredakan berbagai gejala, dan menurunkan risiko kematian," tulis Kompas.com dalam laporannya, 15 Juli 2021.



    Kesimpulan:
    Klaim bahwa vaksinasi merupakan penyuntikkan racun ke masyarakat, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.


    [Cek Fakta] Vaksin Merupakan Racun yang Disuntikkan ke Masyarakat? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://m.medcom.id/nasional/peristiwa/JKRWo6ON-menkes-izin-sinovac-dari-who-bukti-vaksin-di-indonesia-aman
    https://m.medcom.id/nasional/peristiwa/zNA3Ao6k-mui-vaksin-covid-19-dari-sinovac-halal
    https://lifestyle.kompas.com/berita/155004420-kenali-6-jenis-vaksin-covid-19-yang-dipakai-di-indonesia?page=all
    https://www.facebook.com/groups/881197239097845/posts/907357549815147/
    https://archive.md/HR6th


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id