[Cek Fakta] Paska-Kunjungan Jokowi di Natuna, Kapal Ikan Asing Malah Semakin Bertambah? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 13 Januari 2020 19:18 WIB
    [Cek Fakta] Paska-Kunjungan Jokowi di Natuna, Kapal Ikan Asing Malah Semakin Bertambah? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu dari media sosial
    Beredar informasi di media sosial bahwa Kapan Ikan Asing (KIA) di perairan Natuna, Kepuluan Seribu, semakin bertambah usai kunjungan Presiden Joko Widodo. Disebutkan, kapal ikan asing menghiraukan tekanan dari Indonesia.

    Akun Facebook Vina Omran membagikan informasi tesebut dengan mengunggah tangkapan layar artikel daring dari portal beritaislam.org pada Senin, 13 Januari 2020. Artikel tersebut berjudul "Paska-Kunjungan Jokowi di Natuna, Kapal Ikan Asing Malah Semakin Bertambah".

    Pula, pemilik akun menambahkan narasi bertuliskan:

    "Jelas Semakin Bertambahlah........Kata Si Jok, Selamat Datang Perampok, Ambillah Ikan Sesukamu.

    Karna Bagi Si Jok Kapal Komunis China Itu Gak Melanggar Batas Wilayah, Otomatis China Semakin Berani dan Kurang Ajar Ngerampok Ikan di Wilayah Indonesia.

    Inilah Hebatnya Indonesia Punya Preeettsident Kacung China, Go Blok Lagi........Komplit Dech Bikin Rakyat Indonesia Sengsara dan Negara Bangkrut.
    ".


    [Cek Fakta] Paska-Kunjungan Jokowi di Natuna, Kapal Ikan Asing Malah Semakin Bertambah? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Setelah dilakukan penelusuran, artikel yang dibagikan Vina Omran dari portal beritaislam.org berasal dari artikel Kompas.com berjudul "Pasca-kunjungan Jokowi di Natuna, Kapal Ikan Asing di Natuna Masih Terdeteksi" dimuat pada Minggu, 12 Januari 2020. Versi artikel dari beritaislam.org telah mengubah kutipan narasumber.

    Pada artikel asli, Panglima Komando Gabungan Wilayah I (Pangkogabwilhan) Laksdya TNI Yudho Margono dalam keterangan tertulis menyabut kapal ikan asing terpantau masih ada di perairan Natuna.

    "Jumlahnya sekitar 30 KIA,"

    Namun, versi artikel beritaislam.org menyebut kapal ikan asing di perairan Natuna semakin bertambah. Kutipan Pangkogabwilhan Laksdya TNI Yudho Margono ditambah menjadi:

    "Saat ini KIA tersebut bukan malah berkurang, melainkan semakin bertambah dan jumlahnya sekitar 30 KIA"

    Melansir pemberitaan Medcom.id, melalui artikel berjudul "Kapal Asing Sudah Tinggalkan Natuna" dimuat pada Senin 13 Januari 2020. Di dalam artikel itu, Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono mengatakan kapal-kapal ikan asing sudah meninggalkan wilayah perairan Natuna.

    "Dari komandan KRI yang telah menghalau kapal China yang ada di wilayah Indonesia. Posisi hari ini sudah di luar ZEE, di luar Natuna," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono dikutip dari Antara, Minggu, 12 Januari 2020.

    Berdasarkan pemantauan layar Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) menunjukkan kapal-kapal Tiongkok telah keluar dari ZEE Indonesia. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti awak pesawat Boeing 737 dengan melakukan pengecekan langsung.

    "Hasilnya, kapal asing itu sudah berada di luar 200 mil batas terluar ZEE," kata Yudo.
     
    Yudo mengatakan kondisi di Natuna hanya bisa dikonfirmasi melalui deteksi pesawat Boeing 737 dan KRI yang langsung mengusir kapal China. Deteksi dilakukan dari udara melalui Boeing yang bekerja sama dengan KRI.
     
    KRI dan pesawat akan terus menjaga perairan ZEE Indonesia. Penjagaan akan dilakukan selama 24 jam setiap harinya.
     
    "Tujuh KRI akan operasi rutin setiap hari, harus ada unsur yang jaga supaya tidak kembali masuk," ucap Yudo.
     
    Patroli penjagaan perairan ZEE Indonesia akan dilakukan secara bergiliran. Jika 3 KRI masuk untuk mengisi bahan bakar dan pembekalan, maka 4 KRI akan keluar.
     
    Hasil pemantauan Puskodal juga akan ditindaklanjuti menggunakan pesawat dan KRI. "Tidak ada batas waktu. Operasi sepanjang tahun menjaga perairan kita di Natuna," tegas Yudo.


    [Cek Fakta] Paska-Kunjungan Jokowi di Natuna, Kapal Ikan Asing Malah Semakin Bertambah? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa kapal ikan asing di perairan Natuna semakin bertambah pasca-kunjungan Presiden Jokowi adalah salah. Kapal-kapal asing sudah keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

    Manipulated content (konten manipulasi). Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.


    Referensi:
    https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/GNGjxOdK-kapal-asing-sudah-tinggalkan-natuna
    https://regional.kompas.com/berita/11215621-pasca-kunjungan-jokowi-di-natuna-kapal-ikan-asing-di-natuna-masih-terdeteksi


    Sumber:
    https://www.facebook.com/vinkyanisah.fitri/posts/2587632684686581

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id