[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] KPK Tangkap Prabowo Subianto? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 04 Mei 2021 14:58 WIB
    [Cek Fakta] KPK Tangkap Prabowo Subianto? Ini Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu Foto:Youtube



    Beredar sebuah video dengan narasi judul Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Video beredar di youtube.

    Kanal youtube SUARA ISTANA membagikan video ini pada 2 Mei 2021. Video berjudul "Mengejutkan!! PrabowoTerlibat Kasus Korupsi Benih Lobster, Jabatan Prabowo Terancam" telah ditonton 30 ribu orang.






    Dalam halaman sampul video tersebut, terdapat narasi sebagai berikut. "Korupsi Benih Lobster, Tangkap Prabowo KPK Temukan 38 Miliar Mengalir Padanya" 

    [Cek Fakta] KPK Tangkap Prabowo Subianto? Ini Faktanya

    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim KPK menangkap Prabowo Subianto adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi valid terkait hal itu.

    Dilansir dari medcom.id, nama Prabowo Subianto hanya disebut dalam persidangan kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur. Prabowo diduga terkait dengan perusahaan kargo ekspor lobster PT Aero Citra Kargo (ACK).
     
    Awalnya, jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanyakan kepada  Manajer Ekspor Impor PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP), Ardi Wijaya, perihal pemilik PT ACK.  
     
    "Tidak tahu (pemilik PT ACK)," kata Ardi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 28 April 2021.

    Namun, Ardi mengaku ada diskusi dengan Direktur PT DPPP Suharjito mengenai pemilik PT ACK. Hal itu diketahui ketika berdiskusi perihal perusahaan yang ditunjuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjalankan ekspor benur.
     
    Ardi menyebut ada dua perusahaan yang ikut ekspor, PT ACK dan PT Graha Global Logistik (PT GGL). Namun, hanya PT ACK yang menjalankan kegiatan ekspor benur.
     
    Jaksa lantas mengonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Ardi Wijaya. Pada BAP tersebut ada perbincangan antara Ardi dan Direktur PT DPPP Suharjito.

    "Suharjito kemudian menimpali bahwa PT ACK itu tidak bisa dipecah oleh orang lain (atau) dipergunakan orang lain. Karena punya Prabowo khusus," ujar salah satu JPU KPK saat persidangan.
     
    Jaksa menanyakan kepada Ardi sosok Prabowo yang dimaksud. Pasalnya, terdakwa pada perkara ini ialah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
     
    "Ini yang saya tangkap beliau (Suharjito) pasti mengaitkan itu dengan Pak Prabowo. Prabowo, Menteri Pertahanan," ucap Ardi.
     
    Namun, Ardi mengaku tidak mencari tahu Prabowo yang dimaksud. "Tapi saya enggak tanyakan balik dan memperjelas, Pak Suharjito yang ngomong," ucap Ardi.

    [Cek Fakta] KPK Tangkap Prabowo Subianto? Ini Faktanya

    Kesimpulan:
    Klaim KPK menangkap Prabowo Subianto adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi valid terkait hal itu.

    Informasi ini jenis hoaks false connection (koneksi yang salah). Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.
    [Cek Fakta] KPK Tangkap Prabowo Subianto? Ini Faktanya
    Referensi:
    1.https://www.medcom.id/nasional/hukum/0KvMpx1k-saksi-sebut-perusahaan-kargo-ekspor-lobster-punya-menhan-prabowo
    2.https://www.youtube.com/watch?v=JBENxppXoM0


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id