Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Cawagub Yansen Sebut Tahun 2019 Ada 970 Kasus Stunting di Kaltara? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 14 November 2020 20:07 WIB
    [Cek Fakta] Cawagub Yansen Sebut Tahun 2019 Ada 970 Kasus Stunting di Kaltara? Ini Faktanya
    Tangkapan layar suasana Debat Publik Kedua Cagub-Cawagub Kaltara 2020 yang disiarkan Metro TV dan Kanal Youtube Medcom.id, Sabtu 14 November 2020.
    Calon Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Yansen Tipa Padan menyayangkan angka stunting (gizi buruk) tergolong tinggi. Yansen berharap angka kasus stunting tersebut tidak bertambah di tahun-tahun mendatang.

    "Kita tidak ingin angka stunting di Kaltara yang di tahun 2019 ada 970 kasus, meningkat di tahun-tahun berikutnya," kata Yansen dalam Debat Publik Kedua Cagub-Cawagub Kaltara 2020 yang disiarkan Metro TV dan Kanal Youtube Medcom.id, Sabtu 14 November 2020.


    Lalu benarkah pada 2019, terdapat 970 kasus stunting di Kaltara?


    [Cek Fakta] Cawagub Yansen Sebut Tahun 2019 Ada 970 Kasus Stunting di Kaltara? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa pada tahun 2019 terdapat 970 kasus stunting di seluruh Kaltara, adalah salah. Faktanya, di satu kabupaten saja, kasusnya lebih banyak.

    Dilansir Korankaltara.com, data pada Agustus 2019, sebanyak 1.235 anak balita mengalami stunting di Kabupaten Bulungan. Hal itu langsung disampaikan Bupati Bulungan Sudjati.

    "Berdasarkan data Litbang pada Agustus 2019 lalu, jumlah balita pendek dan sangat pendek atau stunting di Bulungan sebanyak 1.235 anak atau 24,76 persen dari total balita yang ada. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi kita, untuk diselesaikan di tahun yang akan datang," kata Sudjati seperti dimuat Korankaltara.com, Selasa 30 Juni 2020.



    [Cek Fakta] Cawagub Yansen Sebut Tahun 2019 Ada 970 Kasus Stunting di Kaltara? Ini Faktanya


    Sudjati bersama tim penanganan dan pencegahan stunting terus melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka stunting. Di antaranya memprioritaskan Konvergensi Percepatan dan Pencegahan Stunting (KP2S) di Kabupaten Bulungan.

    "Kami sangat berharap komitmen kita bersama khususnya Tim Koordinasi Pembangunan Pangan dan Gizi Bulungan, agar hasil rembuk ini disusun secara konvergensi, konprehensip, difokuskan dalam RKPD dan Rencana Kerja 2021. Kita juga berharap, selain pemerintah masyarakat juga turut berpartisipasi," ujar Sudjadi.



    Kesimpulan:
    Klaim bahwa pada tahun 2019 terdapat 970 kasus stunting di seluruh Kaltara, adalah salah. Faktanya, di satu kabupaten saja, kasusnya lebih banyak.


    Referensi:
    https://korankaltara.com/2019-angka-stunting-capai-1-235-anak/


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id