[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Vaksin Korona Asal Tiongkok Mengandung Babi ? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 26 September 2020 16:24 WIB
    [Cek Fakta] Vaksin Korona Asal Tiongkok Mengandung Babi ? Ini Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
    Beredar sebuah narasi melalui pesan berantai aplikasi Whatsapp yang menyebutkan vaksin korona mengandung babi. Serta vaksin korona dari Tiongkok bagian dari sindikat perdagangan gelap internasional.

    Dalam pesan berantai yang mengatasnamakan dari Relawan Pribumi dan Santri mengajak masyarakat menolak vaksinasi virus korona atau covid-19. 

    Berikut isi pesan berantai tersebut. 

    "NKRI News.

    Kepada yang terhormat, 
    Pimpinan MUI,
    Pimpinan Pondok Pesantren, 
    Para Ulama, kyai, asatidzah,
    Pimpinan Ormas Islam, 
    Tokoh Masyarakat dan  Seluruh Rakyat Indonesia dari Sabang hingga  Merauke 

    Di Manapun Berada.

    Assalamu'alaikum. Wr. Wb. 

          Sehubungan dengan rencana akan dilakukan vaksinasi Corona kepada seluruh Rakyat Indonesia yang disampaikan oleh Luhut Binsar Panjaitan, maka KAMI berharap kepada 
    Majlis Ulama Indonesia,  para Pimpinan Pondok Pesantren,  
    Para Ulama, Kyai, Asatidzah, Dai, Tokoh Masyarakat dan Seluruh Rakyat Indonesia untuk menolak rencana Vaksinasi Corona tersebut di atas dengan alasan sebagai berikut : 

    1. Bisa jadi Vaksin mengandung unsur babi.

    2. Bisa jadi Vaksin mengandung racun yang membahayakan. 

    3. Vaksinasi merupakan bagian dari sindikat perdagangan gelap internasional yang belum jelas juntrungnya. 

    4. Informasi Vaksinasi disampaikan oleh Luhut Binsar Panjaitan masih sangat diragukan kevalidannya. Sebab, dia bukan seorang muslim dan telah dianggap kurang jujur, kurang amanah dan boneka Negeri Komunis Cina. 

         Demikianlah informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi seluruh Rakyat dan Bangsa Indonesia. Aamiin. 

    Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.

    Jakarta, 24 September 2020.

    Dari
    Relawan Pribumi dan Santri.

    MHA, Anggota LAPINGGO & BMI.

    Silahkan diviralkan ke gruop dan japri. Syukron.

    Bagi Umat Islam, untuk mengusir Corona cukup dengan Air Wudhu dan Do'a. 

    Caranya :

          Ambillah air wudhu, saat membasuh muka sambil berniat wudhu. Setelah itu, membaatin dalam hati, "Ya, Allah. Sekiranya di salah satu anggota badan saya terdapat penyakit, termasuk Virus Corona, hilangkalah penyakit tersebut dengan Air wudhu ini."  Dan dilanjutkan dengan do'a di bawah ini. Do'a bisa dibaca kapan saja. 

    ????? ????????? ?? ????? ? ?????? ? ?????? ? ????? ?????? ? ??? ??????? .

    Allahumma inna na'udzubika minal barashi wal jununi wa judaami wa Virus Corona wa sayyi'il asqoom. 

    Ya, Allah. Kami berlindung kepada-Mu dari penyakit lepra, gila, kusta, virus corona dan berbagai penyakit yang lainnya."


    [Cek Fakta] Vaksin Korona Asal Tiongkok Mengandung Babi ? Ini Faktanya

    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom.id, klaim vaksin korona dari Tiongkok mengandung babi adalah salah. Faktanya, Bio Farma memastikan vaksin Sinovac dari Tiongkok tidak mengandung gelatin babi dan sertifikasi halalnya sedang diproses oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    Dilansir dari Bisnis.com,  PT Bio Farma (Persero) telah mendapatkan surat pernyataan dari Sinovac Biotech Ltd. bahwa vaksin yang diproduksi tidak mengandung gelatin babi.

    Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir saat video conference dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kamis, 27 Agustus 2020. Sinovac menjamin bahan baku yang digunakan bebas dari kandungan gelatin babi (porcine).

    “Kami sudah mendapatkan statement letter [surat pernyataan] dari Sinovac, kalau mereka menyatakan bahwa bahan baku yang diproduksi mereka itu tidak mengandung Porcine,” ungkapnya.

    [Cek Fakta] Vaksin Korona Asal Tiongkok Mengandung Babi ? Ini Faktanya

    Sertifikasi halal vaksin korona sendiri sejauh ini masih diproses oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dilansir dari halalMUI.org, Uji coba klinis vaksin COVID-19 telah memasuki tahap ketiga. Oleh karena itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) segera menyiapkan fatwa soal vaksin COVID-19. Menurutnya, Fatwa MUI soal vaksin COVID-19 sangat penting karena dinilai dapat memberi jawaban atas permasalahan yang terjadi dari perspektif hukum Islam.

    Sampai saat ini Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) baru melakukan komunikasi dan kesepakatan awal dengan pihak Bio Farma berkaitan dengan prosedur dan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam sertifikasi halal vaksin COVID-19.

    “Kami sampai saat ini memang baru diskusi dan membuat kesepakatan dengan Bio Farma untuk menyampaikan informasi secara terbuka sebagaimana standar audit kami, sedangkan untuk hasil akhirnya nanti disampaikan ke Komisi Fatwa MUI,” ujarnya.

    [Cek Fakta] Vaksin Korona Asal Tiongkok Mengandung Babi ? Ini Faktanya

    Kesimpulan:
    Klaim vaksin korona dari Tiongkok mengandung babi adalah salah. Faktanya, Bio Farma memastikan vaksin Sinovac dari Tiongkok tidak mengandung gelatin babi dan sertifikasi halalnya sedang diproses oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    Informasi ini jenis hoaks Fabricated Content (konten palsu).  Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
    [Cek Fakta] Vaksin Korona Asal Tiongkok Mengandung Babi ? Ini Faktanya
    Referensi:
    1.https://kabar24.bisnis.com/read/20200827/15/1284033/bio-farma-pastikan-vaksin-sinovac-tak-ada-kandungan-gelatin-babi
    2.https://www.halalmui.org/mui14/main/detail/klarifikasi-status-kehalalan-vaksin-covid-19


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (WHS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id