Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Muncul SK Menteri Agama Larang Bahasa Arab? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 16 Februari 2021 10:59 WIB
    [Cek Fakta] Muncul SK Menteri Agama Larang Bahasa Arab? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial



    Beredar sebuah narasi bahwa Menteri Agama mengeluarkan surat keputusan (SK) terkait larangan Bahasa Arab. Narasi ini beredar di media sosial.

    Adalah akun facebook Bara Ditapalbatas yang mengunggah narasi tersebut, Selasa 16 Februari 2021. Berikut narasi selengkapnya:

    "SETELAH SKB3MENTERI LARANG JILBAB SEKARANG MUNCUL SK MENAG LARANG BAHASA ARAB, NEGERI SEDANG DIGIRING KEARAH SEKULER DAN KOMONIS."







    [Cek Fakta] Muncul SK Menteri Agama Larang Bahasa Arab? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa terdapat SK Menag terkait larangan Bahasa Arab, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi valid dan resmi mengenai hal itu.

    Di sisi lain terdapat isu terkait mata pelajaran bahasa Arab di madrasah. Beredar isu bahwa mata pelajaran Bahasa Arab tidak berlaku lagi di madrasah.

    Faktanya, mata pelajaran Bahasa Arab masih berlaku di madrasah. Justru dalam kebijakan terbaru, terdapat penyempurnaan kurikulum mata pelajaran Bahasa Arab.

    Selengkapnya dapat dibaca di sini:

    [Cek Fakta] Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah tidak Berlaku Lagi? Ini Faktanya


    [Cek Fakta] Muncul SK Menteri Agama Larang Bahasa Arab? Ini Faktanya


    Kemudian terkait narasi bahwa terdapat Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait larangan jilbab, juga tidak berdasar. Faktanya, SKB tersebut tidak melarang peserta didik mengenakan pakaian sesuai karakter agama masing-masing.

    "Jadi SKB ini tidak melarang peserta didik untuk mengenakan pakaian seragam yang berkarakter keagamaan di antara anak-anak. Tidak melarang," kata Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumeri seperti dilansir Tempo.co, Kamis 11 Februari 2021.



    [Cek Fakta] Muncul SK Menteri Agama Larang Bahasa Arab? Ini Faktanya


    Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta SKB tersebut direvisi. Khususnya diktum ketiga yang mengandung tiga muatan dan implikasi yang berbeda.

    Pertama, implikasi pemerintah daerah dan sekolah tidak boleh melarang penggunaan seragam dengan kekhasan agama tertentu, patut diapresiasi karena memberi perlindungan pelaksanaan agama dan keyakinan masing-masing peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.

    Kedua, ketentuan yang mengandung implikasi pemerintah daerah dan sekolah tidak boleh mewajibkan, memerintahkan mensyaratkan, dan mengimbau penggunaan seragam dengan kekhasan agama tertentu, harus dibatasi pada pihak (peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan) yang berbeda agama. Sehingga, tidak terjadi pemaksaan kekhasan agama tertentu pada pemeluk agama yang lain.
     
    Ketiga, bila pewajiban, perintah, persyaratan, atau imbauan itu diberlakukan terhadap peserta didik yang seagama, pemerintah tidak perlu melarang. Sekolah dapat memandang hal itu bagian dari proses pendidikan agama dan pembiasaan akhlak mulia terhadap peserta didik.
     

    "Hal itu seharusnya diserahkan kepada sekolah, bermusyawarah dengan para pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk komite sekolah, untuk mewajibkan atau tidak, mengimbau atau tidak. Pemerintah tidak perlu campur tangan pada aspek ini," kata Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar seperti dilansir Medcom.id, 13 Februari 2021.


    [Cek Fakta] Muncul SK Menteri Agama Larang Bahasa Arab? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa terdapat SK Menag terkait larangan Bahasa Arab, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi valid dan resmi mengenai hal itu.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Muncul SK Menteri Agama Larang Bahasa Arab? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/gNQ5JdqN-skb-seragam-sekolah-mui-minta-poin-ini-direvisi?p=all
    https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/ob336l0b-cek-fakta-mata-pelajaran-pai-dan-bahasa-arab-di-madrasah-tidak-berlaku-lagi-ini-faktanya
    https://www.facebook.com/bara.ditapalbatas/posts/128840945787166
    https://archive.md/Knkye


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id