comscore

[Cek Fakta] Islam Meniru Kebudayaan Yunani dan Persia dalam Simbol Bulan Bintang? Ini Faktanya

Wanda Indana - 21 Januari 2022 12:43 WIB
[Cek Fakta] Islam Meniru Kebudayaan Yunani dan Persia dalam Simbol Bulan Bintang? Ini Faktanya
Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial
Beredar klaim di media sosial yang menyebut bulan bintang sebagai simbol Agama Islam telah meniru dari kebudayaan Yunani dan Persia. Akun Facebook Abdul membagikan klaim tersebut pada Jumat, 7 Januari 2022. 

Akun tersebut mengunggah sebuah video di Grup Murtadin yang memiliki lebih dari 12 ribu akun. Pada unggahan videonya, terdapat narasi sebagai berikut:

“FAKTA SEJARAH JANGAN LUPAKAN SEJARAH LALU TERTIPU OLEH KLAIM Dari ABAD KE 6

Tahukah Anda bahwa Bintang dan Bulan Sabit pada awalnya bukan simbol Islam, pertama kali digunakan oleh koloni Yunani Byzantium pada 300 SM, 1000 tahun sebelum Islam dimulai. Itu kemudian digunakan dalam koin Persia selama lebih dari 400 tahun, sampai Muslim menaklukkan Persia pada abad ke-7. Para penakluk Muslim menganggap desain itu indah, jadi mereka ingin menggunakannya pada koin mereka sendiri. Tapi, Bintang dan Bulan Sabit tidak akan menjadi simbol Islam yang tersebar luas sampai Kekaisaran Ottoman menggunakannya pada bendera mereka di tahun 17000-an.
Ikuti untuk lebih banyak fakta Islam."


Benarkah? Berikut cek faktanya. 


[Cek Fakta] Islam Meniru Kebudayaan Yunani dan Persia dalam Simbol Bulan Bintang? Ini Faktanya


Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa bulan bintang sebagai simbol Agama Islam telah meniru dari kebudayaan Yunani dan Persia adalah salah. Faktanya, Agama Islam tidak pernah mempunyai keterkaitan dengan simbol apapun. 

Dilansir Republika.com dari buku Khazanah Peradaban Islam karya Tata Septayuda Purnama,, simbol bulan dan bintang mulanya digunakan Kesultanan Turki Utsmani sekitar abad ke-10 sebagai simbol resmi kesultanan. Simbol ini awal tujuannya adalah politik dan tidak berhubungan dengan ajaran agama. Pada masa kejayaanya, pemerintahan Turki Utsmani berhasil melakukan ekspansi wilayah Islam, terutama ke kawasan Eropa Timur.
 

"Sejak digunakan oleh kekaisaran Turki Utsmani, bendera bulan sabit menjadi bendera resmi umat Islam yang berada di Wilayah kekuasaannya yang luas. Wajar jika lambang tersebut sangat melekat di hati umat Islam dari ujung barat Maroko hingga ujung timur Merauke." bunyi buku tersebut.


Seiring berjalannya waktu, lambang ini seolah menjadi lambang resmi umat Islam yang selalu muncul di kubah-kubah masjid. Bahkan di Indonesia banyak institusi umat Islam menggunakan lambang ini sebagai identitas, seperti Masyumi di masa lalu. Di zaman reformasi, muncul pula partai berasaskan Islam yang mengadopsi lambang bulan bintang.


Kesimpulan:
Klaim bahwa bulan bintang sebagai simbol Agama Islam telah meniru dari kebudayaan Yunani dan Persia adalah salah. Faktanya, Agama Islam tidak pernah mempunyai keterkaitan dengan simbol apapun. 

Informasi ini jenis hoaks false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


[Cek Fakta] Islam Meniru Kebudayaan Yunani dan Persia dalam Simbol Bulan Bintang? Ini Faktanya


Referensi:
https://republika.co.id/berita/oxt8os396/simbol-bulan-bintang-identik-dengan-islam


*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016




(WAN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id