[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Keseringan Tes Covid-19 Dapat Membuat Dahi Menjadi Magnet? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 08 Juni 2021 11:30 WIB
    [Cek Fakta] Keseringan Tes Covid-19 Dapat Membuat Dahi Menjadi Magnet? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Naver



    Beredar sebuah video yang memperlihatkan rekaman percakapan terkait melakukan tes PCR berulang kali untuk Covid-19 dapat membuat dahi menjadi magnet. Video itu menyebar dari platform Naver, media sosial berbasis di Korea Selatan. 

    Akun Naver bernama Domba, membagikan video itu pada 25 Mei 2021. Pada unggahannya, terdapat keterangan bertuliskan sebagai berikut:

     




    "Video ini cukup mengejutkan. 

    Anda dapat melihat mengapa kita harus menolak tes corona.

    Seorang kenalan pembuat video ini menolak vaksin, tapi konon dia sudah dites corona dua kali seminggu selama setahun penuh. Akibatnya, segala macam gumpalan besi menempel di dahinya...walau tidak divaksinasi.

    Anda mungkin merasa terbantu untuk merujuk ke video yang terkait dengan tes korona yang telah saya posting di blog saya untuk memahami mengapa hal ini terjadi. Saya berharap tes swab korona akan berdampak buruk, tetapi melihat kasus ini cukup mengejutkan."



    [Cek Fakta] Keseringan Tes Covid-19 Dapat Membuat Dahi Menjadi Magnet? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran, klaim pada video bahwa melakukan tes PCR berulang kali dapat membuat dahi menjadi magnet adalah salah. Faktanya, informasi itu telah dibantah Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA). 

    Dilansir AFP Korea, KDCA mengatakan klaim dalam unggahan tersebut tidak berdasar. "Itu tidak memiliki dasar dalam sains dan tidak masuk akal. " kata seorang juru bicara kepada AFP pada 28 Mei 2021.

    Para ahli juga menekankan bahwa tes PCR tidak menyentuh dahi seseorang. Untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi virus corona, petugas kesehatan menggunakan swab dengan poros panjang untuk mengikis bagian belakang nasofaring orang tersebut dengan lembut. Nasofaring adalah bagian atas tenggorokan, tepat di belakang hidung. 

    Kementerian Pendidikan Korea Selatan menyebut gesekan statis sebagai salah satu alasan mengapa benda logam dapat menempel pada tubuh manusia. Gesekan statis adalah gesekan antara dua atau lebih benda padat yang tidak bergerak relatif satu sama lain.

     “Jika kita mengambil kasus menempelkan sendok ke tubuh kita sebagai contoh, baik sendok dan permukaan tubuh kita terlihat halus, tetapi pada kenyataannya, atom dan molekul yang tak terhitung jumlahnya menonjol dari permukaan. Oleh karena itu, ketika kita menempelkan sendok logam ke tubuh kita, sendok dan tonjolan di tubuh kita bersentuhan satu sama lain untuk menghasilkan gesekan, ”kata kementerian itu di blog resminya. 

     "Tekanan pada titik kontak ini biasanya jauh lebih besar daripada tekanan rata-rata di permukaan, sehingga kedua titik akan langsung menyatu."


    [Cek Fakta] Keseringan Tes Covid-19 Dapat Membuat Dahi Menjadi Magnet? Ini Faktanya


    Tim Cek Fakta Medcom.id juga pernah memeriksa klaim sejenis yang mengaitkan vaksin covid-19 dan magnet. Ulasannya dapat dibaca pada artikel berjudul "[Cek Fakta] Vaksin Covid-19 Dipasang Cip Mengandung Magnet? Ini Faktanya"

    Dari penelusuran, klaim vaksin Covid-19 dipasang cip dan mengandung magnet adalah salah. Faktanya, tidak ada komposisi bahan baku vaksin mengandung magnet. Dilansir afp.com, Dr Stephen Schrantz, spesialis penyakit menular di University of Chicago Medicine menjelaskan sebagai berikut.
     
    "Divaksin Covid-19 tidak dapat menyebabkan lengan Anda menjadi magnet. Ini tipuan, jelas dan sederhana. Sama sekali tidak mungkin vaksin dapat menyebabkan reaksi yang ditunjukkan dalam video yang diposting ke Instagram dan / atau YouTube ini," ujar Dr Stephen.


    [Cek Fakta] Keseringan Tes Covid-19 Dapat Membuat Dahi Menjadi Magnet? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim pada video bahwa melakukan tes PCR berulang kali dapat membuat dahi menjadi magnet adalah salah. Faktanya, informasi itu telah dibantah Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA). 

    Informasi ini jenis hoaksn misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Keseringan Tes Covid-19 Dapat Membuat Dahi Menjadi Magnet? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://factcheck.afp.com/coronavirus-tests-do-not-make-your-forehead-magnetic
    https://m.medcom.id/telusur/cek-fakta/nN94l9RK-cek-fakta-vaksin-covid-19-dipasang-cip-mengandung-magnet-ini-faktanya
    https://archive.md/wip/vNfSK


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id