[Cek Fakta]

    Hoaks Sepekan: Foto Jokowi Menenggak Miras, Vaksin Sinovac Mengandung Boraks hingga SBY Akui Putranya tak Bisa Memimpin Demokrat

    Wanda Indana - 06 Maret 2021 07:56 WIB
    Hoaks Sepekan: Foto Jokowi Menenggak Miras, Vaksin Sinovac Mengandung Boraks hingga SBY Akui Putranya tak Bisa Memimpin Demokrat
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Dalam sepekan, ada 30 informasi palsu alias hoaks yang telah diperiksa tim Cek Fakta Medcom.id. Isu legalisasi miras dan vakisn covid-19 mendominasi daftar hoaks minggu ini yang beredar melalui berbagai platform media sosial.

    Selain itu, isu hoaks tekait kisruh Partai Demokrat juga menyebar di media sosial. Berikut kumpulan hoaks yang telah kami rangkum dalam sepekan terakhir: 







    Wapres Sebut Jual Miras Hukumnya Boleh Asal Membantu Kas Negara
    Beredar sebuah foto tangkapan layar artikel berisi narasi bahwa "Jual Minuman Keras Hukumnya Boleh Untuk Membantu Kas Negara". Tangkapan layar ini beredar di media sosial Facebook. Adalah akun Dita Hana turut mengunggah tangkapan layar itu, Minggu 28 Februari 2021. Pada tangkapan layar itu juga memperlihatkan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

    Dari penelusuran kami, klaim bahwa artikel itu memperlihatkan foto Wapres dan narasi terkait hukum jual minuman keras, adalah salah. Faktanya, judul artikel itu telah diedit.

    Berdasarkan indeks berita Kompas.com, artikel itu sebenarnya terkait Wapres yang akan disuntik vaksin Covid-19 pada Rabu 17 Februari 2021. Judul asli artikel itu adalah "Wapres Ma'ruf Amin Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac Pagi Ini". 


    Vaksin Sinovac Mengandung Bahan Dasar Berbahaya
    Sebuah narasi bahwa vaksin Covid-19 buatan Sinovac mengandung bahan dasar berbahaya beredar melalui pesan WhatsApp. Berikut narasinya: "Dan perhatikan Composition and Description Yaitu berasal dari Vero Cell atau berasal dari jaringan Kera hijau Afrika (Jelas tidak halal), kemudian mengandung Virus hidup yang dilemahkan, dan mengandung bahan dasar berbahaya (Boraks, formaline, aluminium, merkuri, dll)." 

    Dari penelusuran kami, klaim bahwa vaksin Covid-19 buatan Sinovac mengandung bahan dasar berbahaya, adalah salah. Faktanya, Juru bicara vaksin covid-19 PT Bio Farma, Bambang Herianto telah memberikan klarifikasi. Ia membantah bahwa vaksin Sinovac mengandung bahan dasar berbahaya.

    "Vaksin Sinovac juga dijamin tidak mengandung bahan pengawet. Vaksin asal 'Negeri Tirai Bambu' itu dipastikan tak berisikan bahan-bahan lain, seperti boraks, formalin, ataupun merkuri," tulis Medcom.id dalam laporannya, 3 Januari 2021. 


    Foto Jokowi Menenggak Miras Hoaks
    Beredar sebuah foto Presiden Joko Widodo yang dinarasikan tengah menenggak minuman keras. Foto beredar di facebook. Akun Sanggrama Wijaya membagikan foto ini pada 1 Maret 2021. Dalam fotonya Jokowi tengah menenggak minuman dari sebuah botol.

    Dari hasil penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim foto Presiden Joko Widodo tengah menenggak miras adalah salah. Faktanya, foto tersebut adalah momen ketika Jokowi minum air mineral karena kehausan saat mengikuti karnaval di Bundaran Hotel Indonesia.

    Foto asli ditemukan dalam artikel berjudul "Ketika Jokowi Kehausan di Lautan Manusia, Warga dan Turis Terpesona". Foto dimuat di detik.com pada 1 Juli 2013. Saat itu Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Jokowi menjadi 'bintang utama' dengan memakai kostum bak kaisar. Setiap gerakan Jokowi menyihir penonton, termasuk saat dia kehausan. 


    SBY Akui Anaknya tak Bisa Mimpin Partai Demokrat
    Beredar sebuah video dengan narasi bahwa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui bahwa anaknya tidak bisa memimpin Partai Demokrat. Seperti diketahui, putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

    Video dengan narasi ini beredar di media sosial. Adalah kanal YouTube SKEMA POLITIK yang mengunggah video tersebut, 26 Februari 2021. "AKHIRNYA SBY AKUIN ANAKNYA TIDAK BISA MIMIPIN DEMOKRAT ~ BERITA TERBARU," bunyi narasi pada video tersebut yang telah ditonton sekitar 57 ribu kali.

    Dari penelusuran kami, klaim bahwa SBY mengakui anaknya tidak bisa memimpin Partai Demokrat, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu. Kami menyimak video berdurasi 10 menit 8 detik itu. Pada video itu sama sekali tidak disebutkan data dan fakta pendukung bahwa benar SBY mengakui anaknya tidak bisa memimpin partai.

    Justru di video itu disampaikan hasil analisis Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari soal SBY turun gunung di isu kudeta AHY. Setidaknya terdapat dua hipotesis soal turun gunungnya SBY. 


    Mantan Peneliti Pfizer Sebut Vaksin Covid-19 dapat Sebabkan Kemandulan pada Wanita
    Seorang mantan peneliti Pfizer dikabarkan mengajukan petisi kepada European Medicine Agency yang memperingatkan bahwa vaksin covid-19 dapat menyebabkan kemandulan pada wanita. Akun Twitter @NikolovScience turut membagikan kabar itu pada 5 Desember 2020. Akun itu membuat cuitan berisi narasi sebagai berikut: 

    "BREAKING: Mantan kepala penelitian pernapasan Pfizer Dr. Yeadon dan spesialis paru-paru serta mantan kepala departemen kesehatan masyarakat Dr. Wodarg mengajukan petisi kepada European Medicine Agency yang memperingatkan bahwa vaksin COVID dapat menyebabkan STERILISASI wanita" 

    Dari hasil penelusuran, klaim bahwa mantan peneliti Pfizer memperingatkan bahwa vaksin covid-19 dapat menyebabkan kemandulan pada wanita adalah salah. Faktanya, informasi ini dibantah sejumlah ahli. Dilansir AFP Kanada, kabar itu berasal dari sebuah artikel yang diunggah oleh situs blog, situs tidak resmi. Artikel tersebut mengutip perkataan mantan peneliti Pfizer Michael Yeadon dari profil LinkedIn- nya mengatakan dia meninggalkan Pfizer, tempat dia bekerja pada penelitian alergi dan pernapasan, pada tahun 2011 - delapan tahun sebelum dimulainya pandemi virus korona. 


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id