Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] PKI Manfaatkan TNI Adu Domba Rakyat? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 25 November 2020 09:36 WIB
    [Cek Fakta] PKI Manfaatkan TNI Adu Domba Rakyat? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi menyesatkan yang beredar di media sosial
    Beredar narasi bahwa PKI atau komunis Tiongkok memanfaatkan TNI untuk adu domba rakyat. Narasi ini beredar melalui WhatsApp, baru-baru ini.

    Pada narasi itu disebutkan, adu domba dilakukan agar Pancasila diganti dengan Ekasila. Berikut narasi selengkapnya:

    "Pki pki komunis cina itu memanpaatkan Tni guna diadu domba dengan rakyat dan umat islam. Kalo pki  itu sudah berhasil visi misinya maka akan diganti panca sila itu dengan eka sila trisila. Itu yg mereka kharapkan. Tidak ada pki komunis itu iklas didalam berjuang. Mereka menghendaki Nkri itu jadi indocina. Kalau islam berjuang itu iklas sadarlah wahai bangsaku. Habib rizik itu aset negara yg bisa mempersatukan umat. Hanya pki jongos penjilat pantat cina yg rapuh membuat kegaduhan.cam kan itu. Orang alim itu kepercayaan allah swt dimuka bumi."


    [Cek Fakta] PKI Manfaatkan TNI Adu Domba Rakyat? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa PKI memanfaatkan TNI untuk adu domba rakyat, tidak berdasar. Faktanya, TNI bekerja untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

    Beberapa waktu lalu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto muncul melalui video singkat. Pada video itu, Hadi didampingi Pangkostrad Letjen Eko Margiyono, Komandan Koopssus TNI Mayjen Richard TH Tampubolon, Danjen Kopassus Mayjen Mohamad Hasan, Dankormar Mayjen (Mar) Suhartono, dan Komandan Korpaskhas Marsda Eris Widodo Y.

    Hadi menegaskan seluruh prajurit TNI merupakan alat utama pertahanan negara. Karenanya, TNI tidak akan membiarkan musuh yang berupaya melakukan ancaman terhadap bangsa Indonesia.

    "Saya ingin menyampaikan kembali pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menjaga stabilitas nasional. Untuk itu, jangan kita biarkan persatuan dan kesatuan bangsa itu hilang," kata Hadi seperti dilansir Mediaindonesia.com, Minggu 15 November 2020.

     

    [Cek Fakta] PKI Manfaatkan TNI Adu Domba Rakyat? Ini Faktanya


    Setelah video itu beredar, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman melakukan sejumlah langkah-langkah. Di antaranya menurunkan sejumlah baliho yang dianggap meresahkan masyarakat.

    Dudung mendengar suara penolakan dari sejumlah pihak. Alih-alih berhenti, Dudung malah menginjak gas lebih kencang.

    "Yang mengkritik itu tidak tahu perjalanannya, ceritanya, bagaimana penurunan baliho," kata Dudung seperti dilansir Liputan6.com, Senin 23 November 2020.


    Berawal dari Satpol PP di DKI Jakarta melakukan penertiban sejumlah baliho, sejak dua bulan lalu. Aparat TNI dan Polri ikut memantau penertiban tersebut.


    Namun petugas lapangan diadang atau dihalangi massa tertentu. Petugas dipaksa memasang baliho tersebut.

    Dudung kecewa. Pasalnya massa tersebut mengingkari atau meremehkan eksistensi dan tugas pokok Satpol PP. 

    Alhasil, TNI turun tangan. Sejumlah personel di bawah komandonya langsung menertibkan sejumlah baliho.

    "Saya tidak ingin ada keresahan-keresahan yang membuat aturan-aturan dia sendiri, ini negara hukum, harus ada ketetapan hukum yang benar," ujar Dudung.


    Di sisi lain, sempat beredar kabar bahwa aksi Dudung tanpa perintah langsung dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Namun, Panglima TNI sejatinya mendukung langkah Dudung.

    "Tentunya panglima TNI akan mendukung semua tindakan yang dilakukan Pangdam Jaya atas dasar pertimbangan di lapangan tersebut," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad seperti dilansir Medcom.id, Senin 23 November 2020.


    Achmad menegaskan, penertiban baliho tak perlu perintah langsung dari Panglima TNI. Pasalnya, penertiban baliho itu merupakan hal teknis dari sisi operasional di lapangan.

    "Namun, Pangdam Jaya selaku pimpinan militer di Provinsi DKI Jakarta, tentunya memiliki tanggung jawab mengambil suatu tindakan atas dasar pertimbangan situasi di lapangan," tulis Medcom.id dalam laporannya.



    [Cek Fakta] PKI Manfaatkan TNI Adu Domba Rakyat? Ini Faktanya


    Lagi pula, baliho yang dicopot tidak hanya terkait satu kelompok saja, seperti FPI. Akan tetapi semua baliho yang dinilai ilegal.

    "Kalau ada poster-poster yang lain, kalau tidak sesuai aturan, dengan Kapolda Metro Jaya (Irjen Mohammad Fadil Imran) kami turunkan," ungkap Dudung.


    [Cek Fakta] PKI Manfaatkan TNI Adu Domba Rakyat? Ini Faktanya


    Anggota Komisi I TB Hasanuddin mengapresiasi langkah TNI. Sebba, langkah itu sebagai upaya menghindari konflik di tengah masyarakat.

    "Kalau penurunan baliho itu dilakukan oleh masyarakat atau ormas (organisasi masyarakat) lain bisa terjadi bentrok berdarah atau mengarah ke konflik horizontal," kata TB seperti dilansir Medcom.id, Jumat 23 November 2020.


    Perwakilan massa berencana menemui Gubernur DKI Anies Baswedan. Mereka berniat meminta restu Anies agar bisa kembali memasang baliho.

    "Insya allah kami akan datang ke Gubernur, kami akan meminta kepada beliau memberi izin kepada kami ," kata Ketua DPP FPI Awit Mashuri seperti dikutip Hops.id dari tvOne, Selasa 24 November 2020.



    [Cek Fakta] PKI Manfaatkan TNI Adu Domba Rakyat? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa PKI memanfaatkan TNI untuk adu domba rakyat tidak berdasar. Faktanya, TNI selalu mengingatkan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] PKI Manfaatkan TNI Adu Domba Rakyat? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://www.liputan6.com/news/read/4415320/penjelasan-pangdam-jaya-mengapa-tni-turun-tangan-copot-baliho-rizieq-shihab
    https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/VNxv7Lxk-panglima-tni-mendukung-sikap-tegas-pangdam-jaya
    https://mediaindonesia.com/read/detail/361056-panglima-tni-serukan-pentingnya-jaga-persatuan
    https://www.hops.id/fpi-mau-temui-anies-minta-izin-pasang-baliho-habib-rizieq-kembali/
    https://www.medcom.id/nasional/politik/9K55443K-copot-baliho-fpi-tni-dinilai-ingin-hindari-bentrokan-masyarakat
    https://www.medcom.id/nasional/metro/1bV2GJPb-pangdam-jaya-bukan-baliho-milik-rizieq-saja-yang-diturunkan/


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id