[Cek Fakta]

    [Cek Fakta] Prabowo Hilang di Saat Negara Genting? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 23 Maret 2020 07:52 WIB
    [Cek Fakta] Prabowo Hilang di Saat Negara Genting? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
    Beredar narasi bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hilang di saat pandemi virus korona atau covid-19 gencar merisak Indonesia. Keberadaan dan peran Prabowo dipertanyakan.

    Adalah akun facebook Zen Assegaf mengunggah narasi tersebut. Ia menilai Prabowo hilang di saat negara sedang genting. "Ada apa dengan Prabowo? Hilang disaat negara lagi genting," kata Zen Assegaf, Senin 23 Maret 2020.

    Unggahan ini ramai direspons warganet. Berikut sejumlah komentar dari warganet:

    "Cari kesempatan menyusun strategi menghadapi pilpres yad...," kata akun Hesbon Simanjuntak.

    "Sedang menyusun strategi berikutnya untuk menggulingkan Jokowi. Karena beberapa strategi nya gagal lagi dan lagi," kata akun Anna Belova.

    "Apa mungkin mng sengaja tdk dilibatkan sama pak Presiden," kata akun Joe Pardy's.

    "Banyak hal yang tidak diberitakan tapi di laksanakan mereka...kita2 aja yang saat kalau kalau bisa saling membantu...sebisa kita," kata akun Sondaryani Vagher.


    [Cek Fakta] Prabowo Hilang di Saat Negara Genting? Ini Faktanya



    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hilang di saat pandemi virus korona atau covid-19 gencar merisak Indonesia, adalah salah. Faktanya di tengah kerja keras sejumlah petinggi negara dalam menanggulangi virus korona, Prabowo juga muncul di permukaan.

    Juru Bicara Prabowo Subianto Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa Prabowo meminta TNI menjemput alat kesehatan dari Shanghai, Tiongkok. Permintaan itu dituangkan dalam Surat Menteri Pertahanan bernomor B/667/M/III/2020 yang ditujukan langsung kepada Panglima TNI.

    "Mohon Panglima TNI dapat memberikan dukungan pesawat terbang dalam rangka pengambilan alat kesehatan yang berada di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok," seperti dilansir Cnnindonesia.com, Kamis 19 Maret 2020.


    [Cek Fakta] Prabowo Hilang di Saat Negara Genting? Ini Faktanya


    Dahnil menjelaskan penggunaan pesawat TNI dianggap mempermudah proses birokrasi antara pemerintah Tiongkok dan Indonesia. Pesawat TNI itu diminta membawa sejumlah alat kesehatan, di antaranya disposable Mask, N95 mask, protective clothing, goggles, gloves, shoe covers, infrared thermometer dan surgical caps.

    Senin pagi, 23 Maret 2020, Dahnil mengaku akan berangkat menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Di sana, pihaknya akan menyerahkan alat kesehatan atau alat pelindung diri (APD) kepada tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    "Sehat selalu untuk sobat semua #dirumahaja bagi yg tak mendesak keluar rumah atau yg tdk bertugas. Sy akan di Halim persiapan penyerahan APD kpd Gugus Tugas Covid-19," kata Dahnil melalui akun twitter-nya @Dahnilanzar.


    [Cek Fakta] Prabowo Hilang di Saat Negara Genting? Ini Faktanya



    Meski demikian, sejauh ini kemunculan Prabowo di hadapan publik terkait covid-19, terpantau masih diwakili juru bicara dan lainnya. Bahkan di akun media sosialnya, Prabowo nyaris tidak menyinggung sama sekali urusan percepatan penanganan covid-19.

    Misalnya di halaman facebook @PrabowoSubianto, di twitter @prabowo dan di instagram @prabowo. Dari pantauan kami, nyaris tidak ada pernyataan soal covid-19.


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hilang di saat pandemi virus korona atau covid-19 gencar merisak Indonesia, adalah salah. Faktanya di tengah kerja keras sejumlah petinggi negara dalam menanggulangi virus korona, Prabowo juga muncul di permukaan. Namun sejauh ini, masih diwakili juru bicaranya.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis satire atau parodi. Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh.
     
    Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme. Secara keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.
     
    Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran


    Referensi:
    1. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200319181241-20-485089/prabowo-minta-tni-siapkan-pesawat-ke-china-ambil-alkes-corona
    2. https://twitter.com/Dahnilanzar/status/1241880380468166657

     



    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id