Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] PPKM Merupakan Cipta Kondisi Permudah Pembantaian Masyarakat? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 23 Juli 2021 13:00 WIB
    [Cek Fakta] PPKM Merupakan Cipta Kondisi Permudah Pembantaian Masyarakat? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu yang beredar melalui pesan berantai WhatsApp



    Beredar sebuah narasi bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan cipta kondisi untuk mempermudah pembataian masyarakat. Narasi ini beredar di WhatsApp, baru-baru ini.

    Pihak yang meyakini cipta kondisi itu lantaran terjadi eksodus sejumlah warga asing meninggalkan Indonesia. Warga asing itu diklaim memahami pembantaian di Indonesia akan segera terjadi.
     

    "Warga Asing Rame Rame EKSODUS-Tinggalkan RI...

     



    Mereka Paham, PEMBANTAIAN MUSLIM 62 oleh Po An Tui dan Tentara Tiongkok Plus Wercok, Akan Segera DIMULAI...

    PPKM adalah Cipta Kondisi, PPKM Hakekatnya Penyekatan Untuk Permudah PEMBANTAIAN...."


    Benarkah demikian?


    [Cek Fakta] PPKM Merupakan Cipta Kondisi Permudah Pembantaian Masyarakat? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa PPKM dimaksudkan untuk mempermudah pembantaian masyarakat, adalah salah. Faktanya, PPKM dimaksudkan untuk menyelamatkan semua masyarakat dari bahaya penyebaran Covid-19.

    Di antaranya seperti diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia menegaskan keputusan PPKM yang dibuat pemerintah murni untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

    "Kita berharap kerjasama dari semua pihak untuk mentaati kebijakan terkait PPKM Darurat, karena ini sesungguhnya adalah perlindungan, gerakan perlindungan rakyat. Tujuan pembatasan bukan untuk mengosongkan jalan-jalan di Jakarta bukan membuat lengang jalan-jalan, tujuannya adalah membuat warga selamat tidak terluar tidak terpapar. Apalagi yang punya penyakit bawaan yang usia berisiko fatal," kata Anies seperti dimuat Okezone.com, Minggu 4 Juli 2021.



    [Cek Fakta] PPKM Merupakan Cipta Kondisi Permudah Pembantaian Masyarakat? Ini Faktanya


    Bahkan Korea Utara sekalipun, yang hingga kini tidak melaporkan kasus aktif Covid-19 kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO), melakukan lockdown. Korea Utara mempersilakan perwakilan asing di negaranya untuk sementara waktu keluar dari negara tersebut.

    Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia merespons sikap Korea Utara. Kemlu memulangkan sementara duta besar serta diplomat Indonesia dari Korea Utara.


    "Imbauan ini diberikan mengingat pemerintah Korut telah melakukan lockdown dengan menutup akses lalu lintas orang dan barang. Kebijakan ini diberlakukan oleh pemerintah Korut sejak awal pandemi hingga batas waktu yang belum ditentukan," kata Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah seperti dikutip beritasatu.com dari Antara, Kamis 22 Juli 2021.



    [Cek Fakta] PPKM Merupakan Cipta Kondisi Permudah Pembantaian Masyarakat? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa PPKM dimaksudkan untuk mempermudah pembantaian masyarakat, adalah salah. Faktanya, PPKM dimaksudkan untuk menyelamatkan semua masyarakat dari bahaya penyebaran Covid-19.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] PPKM Merupakan Cipta Kondisi Permudah Pembantaian Masyarakat? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://megapolitan.okezone.com/berita/338-2435353/anies-tujuan-ppkm-darurat-bukan-mengosongkan-jalan-tapi-turunkan-angka-covid-19
    https://www.beritasatu.com/dunia/804135/lockdown-di-korut-kemlu-pulangkan-dubes-dan-diplomat-dari-pyongyang


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id