Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Rezim Jokowi Suntik Vaksin untuk Bunuh Ulama dan Rakyat? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 10 Januari 2021 09:57 WIB
    [Cek Fakta] Rezim Jokowi Suntik Vaksin untuk Bunuh Ulama dan Rakyat? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu yang beredar di WhatsApp
    Beredar sebuah tangkapan layar berisi narasi bahwa Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat menyerukan jajarannya di tingkat daerah mewaspadai rapid test covid-19 terhadap para ulama, kiai dan ustaz di seluruh Indonesia. Tangkapan layar ini beredar melalui pesan berantai WhatsApp (WA), baru-baru ini.

    Salah satu pengguna nomor WA turut membagikan tangkapan layar tersebut. Pengguna nomor WA itu juga membuat narasi terkait tangkapan layar tersebut.

    "Tuh baca Rezim komunis pki mao bunuh ulama dan rakyat melalui suntikan vaksin yg tidak jelas dan membawa maut wajib tolak tolak tolak itu setan biadab rezim jokowi komunis pki busuk," tulis pengguna nomor WA itu.


    [Cek Fakta] Rezim Jokowi Suntik Vaksin untuk Bunuh Ulama dan Rakyat? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa tangkapan layar berisi seruan MUI pusat tersebut, adalah salah. Faktanya, ini kabar bohong lama yang kembali beredar di tengah masyarakat.

    Kami dari tim Cek Fakta Medcom.id juga sempat menemukan narasi senada pada Mei 2020. Kami memastikan bahwa narasi pada tangkapan layar tersebut, hoaks.

    "Klaim MUI membuat surat berisi seruan kepada ulama di Indonesia untuk menolak rapid test covid adalah salah. Surat yang beredar adalah surat palsu yang menyatut MUI," demikian kesimpulan kami pada ulasan yang dimuat pada 27 Mei 2020.

    Selengkapnya dapat dibaca di sini:

    [Cek Fakta] Surat MUI Berisi Seruan kepada Ulama untuk Menolak Rapid Test Hoaks, Ini Faktanya


    [Cek Fakta] Rezim Jokowi Suntik Vaksin untuk Bunuh Ulama dan Rakyat? Ini Faktanya


    Sementara itu terkait klaim bahwa rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membunuh ulama dan rakyat dengan vaksin yang tidak jelas, adalah salah. Faktanya, Jokowi akan menjadi orang pertama yang divaksin.

    Namun vaksinasi itu akan dilakukan jika ada izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sejauh ini, BPOM sudah bisa memastikan bahwa vaksin covid-19, aman. 

    "Tidak ada kejadian efek samping serius yang dilaporkan berkaitan dengan penggunaan vaksin ini," kata juru bicara vaksinasi covid-19 dari BPOM Lucia Rizka Andalusia seperti dilansir Medcom.id, 5 Januari 2021.



    [Cek Fakta] Rezim Jokowi Suntik Vaksin untuk Bunuh Ulama dan Rakyat? Ini Faktanya


    Lucia menyebut untuk menggelar vaksinasi nasional, BPOM tak hanya menggunakan data penelitian dari Tanah Air. BPOM memakai data hasil uji klinis dari Brasil dan Turki untuk mempercepat vaksinasi. 
     

    "Syaratnya (data dipakai), protokol uji klinis negara lain sama dengan Indonesia," kata dia. 


    Kini, BPOM masih terus bekerja keras merampungkan sejumlah data yang dibutuhkan. Hal itu agar BPOM bisa mengeluarkan izin penggunaan darurat.

    Di sisi lain, MUI sudah memastikan bahwa vaksin Sinovac halal dan suci. Keputusan ini ditetapkan setelah Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menggelar rapat komite fatwa.

    "Setelah diskusi yang panjang dari tim auditor kami menyepakati vaksin covid-19 yang diproduksi Sinovac yang diajukan PT Bio Farma hukumnya suci dan halal," kata ketua MUI Asrorun Niam seperti dilanasir Medcom.id, 8 Januari 2021.
     



    [Cek Fakta] Rezim Jokowi Suntik Vaksin untuk Bunuh Ulama dan Rakyat? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa tangkapan layar berisi seruan MUI pusat tersebut, adalah salah. Faktanya, ini kabar bohong lama yang kembali beredar di tengah masyarakat.

    Pula klaim bahwa rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membunuh ulama dan rakyat dengan vaksin yang tidak jelas, adalah salah. Faktanya, Jokowi akan menjadi orang pertama yang divaksin.

    Informasi tersebut masuk dalam kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.


    [Cek Fakta] Rezim Jokowi Suntik Vaksin untuk Bunuh Ulama dan Rakyat? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/9K50yd1k-surat-mui-berisi-seruan-kepada-ulama-untuk-menolak-rapid-test-hoaks
    https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/gNQ5v65N-hasil-pengujian-bpom-menyatakan-vaksin-covid-19-aman
    https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNA3Ao6k-mui-vaksin-covid-19-dari-sinovac-halal


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id