Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Calon Jemaah Haji Indonesia tidak Diberangkatkan karena Uangnya Dipakai Pemerintah? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 08 Juni 2021 07:21 WIB
    [Cek Fakta] Calon Jemaah Haji Indonesia tidak Diberangkatkan karena Uangnya Dipakai Pemerintah? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial



    Beredar sebuah narasi bahwa calon jemaah haji Indonesia tidak jadi berangkat tahun 2021 ini karena uang atau dana haji digunakan pemerintah. Narasi ini beredar di media sosial.

    Adalah akun facebook Putri Siliwangi yang turut mengunggah narasi tersebut, Senin 7 Juni 2021. Berikut narasi selengkapnya:

    "Malaysia dapat tambahan Kuota haji 10 Ribu Jamaah kenapa Indonesia Malah ga jadi berangkat ..? Jawabannya karna duitnya dipake pemerintah dan pemerintah sendiri sedang kismin dengan menanggung beban hutang yg sudah mencapai 10 Ribu triliun ..
    Yg bilang ini hoaks pasti bani bipang."


    Unggahan ini direspons sejumlah warganet. Terdiri dari 89 emotikon, 18 komentar dan 25 kali dibagikan.

     




    [Cek Fakta] Calon Jemaah Haji Indonesia tidak Diberangkatkan karena Uangnya Dipakai Pemerintah? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa calon jemaah haji Indonesia tidak jadi berangkat tahun 2021 ini karena uang atau dana haji digunakan pemerintah, adalah salah. Faktanya, ini kabar bohong yang terus disebar ulang di tengah masyarakat.

    Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu mengatakan dana haji per Mei 2021 mencapai Rp150 triliun. Dana haji itu dipastikan aman.

    Dilansir Tempo.co, Anggito menegaskan pembatalan keberangkatan calon jemaah haji tidak ada kaitannya dengan keuangan haji. Pembatalan itu murni sebagai ikhtiar pemerintah untuk menjaga kesehatan, keselamatan dan keamanan calon jemaah di tengah pandemi Covid-19.

    Anggito membantah bahwa Indonesia memiliki utang pembayaran pelayanan akomodasi calon jemaah selama di Arab Saudi. Selain itu dana haji tidak pernah digunakan untuk pembiayaan infrastruktur.

    "Apakah investasi BPKH dialokasikan ke pembiayaan infrastruktur?

    Tidak ada. Alokasi investasi ditujukan kepada investasi dengan profil risiko low to moderate. 90 persen adalah dalam bentuk surat berharga syariah negara dan sukuk korporasi. Jenis investasi BPKH ini juga dapat dilihat di e-book Jenis Investasi di BPKH di situs resmi lembaga," tulis Tempo.co dalam laporannya, Senin 7 Juni 2021.


    [Cek Fakta] Calon Jemaah Haji Indonesia tidak Diberangkatkan karena Uangnya Dipakai Pemerintah? Ini Faktanya



    Kesimpulan:
    Klaim bahwa calon jemaah haji Indonesia tidak jadi berangkat tahun 2021 ini karena uang atau dana haji digunakan pemerintah, adalah salah. Faktanya, ini kabar bohong yang terus disebar ulang di tengah masyarakat.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Calon Jemaah Haji Indonesia tidak Diberangkatkan karena Uangnya Dipakai Pemerintah? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://bisnis.tempo.co/read/1469958/ramai-isu-seputar-dana-haji-ini-penjelasan-lengkap-kepala-bpkh-anggito-abimanyu/full&view=ok
    https://www.facebook.com/putri.siliwangi.3110/posts/537384447669308


    Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id