[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Jawa dan Bali Lockdown Sampai 25 Januari? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 09 Januari 2021 15:24 WIB
    [Cek Fakta] Jawa dan Bali <i>Lockdown</i> Sampai 25 Januari? Ini Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
    Beredar informasi penerapan lockdown di wilayah Jawa dan Bali hingga 25 Januari 2020. Informasi beredar di media sosial facebook.

    Akun facebook atas nama Nanank Soebecktie Pbg membagikan informasi ini pada 9 Januari 2021. Berikut informasi yang disampaikan.
     

    "Jawa-bali masih Lockdown sama aja nggak bisa pulang sampai tanggal 25"


    [Cek Fakta] Jawa dan Bali <i>Lockdown</i> Sampai 25 Januari? Ini Faktanya

    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim penerapan lockdown wilayah Jawa dan Bali adalah salah. Faktanya, pemerintah hanya menerapkan emberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terhitung 11-25 Januari 2021.

    Dilansir dari medcom.id, ada perbedaan antara lockdown atau karantina wilayah dengan PPKM. 
    Pada dasarnya PPKM tidak jauh berbeda dengan PSBB. Namun memang ada beberapa perbedaan seperti jika PSBB diinisiasi Pemerintah Daerah, maka PPKM inisiatornya adalah Pemerintah Pusat.
     
    Perbedaan lainnya, PSBB memiliki unsur karantina wilayah atau lockdown, sedangkan PPKM tidak berwujud karantina wilayah melainkan hanya pembatasan mobilitas warga yang diperketat. 
     
    PPKM berlaku jika sebuah daerah sudah mencapai kriteria tertentu seperti tingkat kematian di atas rata-rata. Kemudian tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional sebesar 82 persen. Kasus aktif harus di bawah kasus aktif nasional sebesar 14 persen, dan keterisian RS untuk tempat tidur isolasi dan ICU di atas 70 persen. Daerah yang masuk dalam kriteria itu harus menerapkan kebijakan PPKM. 

    [Cek Fakta] Jawa dan Bali <i>Lockdown</i> Sampai 25 Januari? Ini Faktanya

    Pemerintah memberlakukan pengetatan di Jawa-Bali mulai 11-25 Januari 2020. Pemerintah memilih menggunakan istilah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ketimbang pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
     
    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan istilah PSBB terkesan masif dan terjadi di seluruh wilayah. Padahal, pembatasan hanya berlaku di sejumlah kota.
     
    "Kalau PSBB nanti kesannya skala masif seluruh Pulau Jawa dan Bali. Padahal kan tidak," kata Tito di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Januari 2021.

    Tito mengatakan pembatasan aktivitas merupakan wewenang tiap kepala daerah. Mereka yang menentukan wilayah-wilayah yang akan menerapkan PPKM.
     
    "Tentu dengan mempertimbangkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing," kata Tito.

    [Cek Fakta] Jawa dan Bali <i>Lockdown</i> Sampai 25 Januari? Ini Faktanya

    Kesimpulan:
    Klaim penerapan lockdown wilayah Jawa dan Bali adalah salah. Faktanya, pemerintah hanya menerapkan emberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terhitung 11-25 Januari 2021.

    Informasi ini jenis hoaks false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
    [Cek Fakta] Jawa dan Bali <i>Lockdown</i> Sampai 25 Januari? Ini Faktanya
    Referensi:
    1.https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNPZYxPk-alasan-pemerintah-gunakan-istilah-ppkm-ketimbang-psbb
    2.https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/lKYwvOXb-ribut-psbb-dan-ppkm-ini-istilah-lain-pembatasan-sosial-yang-harus-kamu-tahu
    3.https://archive.vn/cS7Mi


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.idatau WA/SMS ke nomor 082113322016
     

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id