comscore

[Covid-19] Benarkah Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Melacak Keberadaan Manusia di Seluruh Dunia? Ini Faktanya

Wanda Indana - 23 November 2021 15:15 WIB
[Covid-19] Benarkah Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Melacak Keberadaan Manusia di Seluruh Dunia? Ini Faktanya
Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial
Beredar unggahan sebuag gambar yang memeperlihatkan dokumen pendaftaran paten vaksin Covid-19 di Amerika Serikat. Gambar itu disertai klaim bahwa vaksin covid-19 buatan Pfizer digunakan untuk melacak manusia di seluruh dunia.

Akun Facebook Sofia Fudala membagikan gambar tersebut pada Selasa, 26 Oktober 2021. Disebutkan juga, pelacakan manusia dapat dilakukan hanya bagi yang sudah divaksin melalui jaringan seluler dan satelit serta senyawa graphene oxide.

Berikut narasi pada unggahan gambar dokumen yang beredar:


"The Pfizer patent application approved, August 31st, 2021 is the very first patent that shows up in a list of over 18500 for the purpose of remote contact tracing of all vaccinated humans worldwide who will be or are now connected to the “internet of things” by a quantum link of pulsating microwave frequencies of 2.4 gHz or higher from cell towers and satellites directly to the graphene oxide held in the fatty tissues of all persons inoculated"

Terjemahan:

"Permohonan paten Pfizer disetujui, 31 Agustus 2021 adalah paten pertama yang muncul dalam daftar lebih dari 18500 untuk tujuan pelacakan kontak jarak jauh dari semua manusia yang divaksinasi di seluruh dunia yang akan atau sekarang terhubung ke "internet of things ” melalui tautan kuantum frekuensi gelombang mikro berdenyut 2,4 GHz atau lebih tinggi dari menara sel dan satelit langsung ke grafena oksida yang disimpan dalam jaringan lemak semua orang yang diinokulasi"



[Covid-19] Benarkah Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Melacak Keberadaan Manusia di Seluruh Dunia? Ini Faktanya


Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa vaksin Covid-19 dapat digunakan untuk melacak manusia di seluruh dunia karena mengandung senyawa graphene oxide adalah salah. Faktanya, tidak ada senyawa graphene oxide dalam vaksin covid-19 yang sudah digunakan.

Dilansir AFP, Seorang juru bicara Pfizer mengkonfirmasi pada 29 Oktober 2021 bahwa permohonan paten yang dimaksud tidak terkait dengan Pfizer dan menjelaskan bahwa graphene oxide tidak digunakan dalam pembuatan vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19.

Maria Victoria Sanchez, peneliti di Dewan Nasional untuk Penelitian Ilmiah dan Teknis (Conicet) di Argentina, mengatakan kepada AFP bahwa paten tersebut tidak menyebutkan pelacakan orang menggunakan pelacak yang ditemukan dalam vaksin.
 

"Tidak ada pelacak dalam vaksin, dan jelas tidak ada graphene di dalamnya. Vaksin tidak mengandung graphene." katanya.


Pula, dari daftar bahan vaksin yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa tidak ada vaksin Covid-19 resmi yang mengandung graphene atau graphene oxide.

Daftar tersebut mencakup bahan-bahan untuk AstraZeneca , Janssen, Moderna, Pfizer-BioNTech; Sinopharm China, Sinovac, CanSino dan Anhui Zhifei; Sputnik Rusia; dan vaksin Bharat Biotech India .

Masih dikutip dari sumber yang sama, Seorang juru bicara Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengatakan kepada AFP pada 28 Oktober 2021, bahwa klaim bahwa vaksin memiliki alat pelacak yang ditanam di dalamnya adalah "sepenuhnya salah".
 

"Yakinlah bahwa tidak ada vaksin (termasuk vaksin COVID-19) yang disahkan atau disetujui oleh FDA untuk digunakan di Amerika Serikat yang berisi perangkat pelacak jenis apa pun," kata juru bicara FDA.



[Covid-19] Benarkah Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Melacak Keberadaan Manusia di Seluruh Dunia? Ini Faktanya


Kesimpulan:
Klaim bahwa vaksin Covid-19 dapat digunakan untuk melacak manusia di seluruh dunia karena mengandung senyawa graphene oxide adalah salah. Faktanya, tidak ada senyawa graphene oxide dalam vaksin covid-19 resmi yang sudah digunakan.

Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


[Covid-19] Benarkah Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Melacak Keberadaan Manusia di Seluruh Dunia? Ini Faktanya


Referensi:
https://factcheck.afp.com/http%253A%252F%252Fdoc.afp.com%252F9R333L-1


*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016




(WAN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id