[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Mantan Anggota KPU Ini Cucu Tokoh PKI? Simak Faktanya

    M Rodhi Aulia - 14 September 2020 11:29 WIB
    [Cek Fakta] Mantan Anggota KPU Ini Cucu Tokoh PKI? Simak Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
    Beredar narasi bahwa mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan merupakan cucu tokoh PKI bernama Semaun. Narasi ini beredar di media sosial.


    "WAHYU SETIAWAN ADALAH CUCUK LANGSUNG DARI SAMAUN.PENDIRI PKI YG PERTAMA KALI. DI TAHUN 1927. SILAHKAN DISEBARKAN DAN DI SHARE SEBANYAK2NYA.INDONESIA DARURAT PKI."


    Adalah akun facebook Yunus Bin Matta yang turut mengunggah narasi tersebut, Sabtu 12 September 2020. Berikut narasi selengkapnya:

    "Bongkar semua anak cucu PKI ada dan menjabat sebagai pejabat di rezim Jokowi ini 1 ekor lagi Wahyu Setiawan. ba**ngamn yg umumkan hasil kemenangan pilpres  diwaktu Tenga malam saat rakyat sedang tidur.ternyata cucu dari pimpinan PKI bernama SAMAUN.yg melakukan pemberontakan dan mengorbankan ratusan buruh dan petani di tahun 1927INILAH YG PALING BERTANGGUNG JAWAB ATAS MATINYA RATUSAN ORANG MISKIN?WAHYU SETIAWAN ADALAH CUCUK LANGSUNG DARI SAMAUN.PENDIRI PKI YG PERTAMA KALI. DI TAHUN 1927. SILAHKAN DISEBARKAN DAN DI SHARE SEBANYAK2NYA. INDONESIA DARURAT PKI."

    Unggahan ini direspons sejumlah warganet. Terdiri dari 19 emotikon, 16 komentar dan 3 kali dibagikan.


    [Cek Fakta] Mantan Anggota KPU Ini Cucu Tokoh PKI? Simak Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan merupakan cucu tokoh PKI bernama Semaun, adalah salah. Faktanya, klaim ini merupakan kabar bohong lama yang kembali muncul di tengah masyarakat.

    Kami pernah menemukan klaim ini pada Januari 2020. Kala itu, Semaun disebut memiliki anak bernama Slamet Semaun. Kemudian Slamet memiliki anak bernama Wahyu Setiawan. Dari temuan kami, Wahyu bukanlah cucu tokoh PKI Semaun.


    "Merujuk dari berbagai sumber, Semaun tidak memiliki anak bernama Slamet Samaun yang disebut sebagai ayah dari Wahyu Setiawan. Artinya, tak ada catatan sejarah ataupun jejak digital terkait pria bernama Slamet Samaun," demikian laporan kami pada Senin 13 Januari 2020.


    Jika merujuk situs sejarah, Historia.id dalam artikel berjudul "Semaun dan Sneevliet, Kisah Persahabatan Dua Orang Revolusioner" yang telah diperbarui per 14 Januari 2020, Semaun menikah dengan perempuan Rusia bernama Varia. Sementara dari sumber lain, Intisari (Oktober 1971) menyebut istri Semaun bernama Valentina Iwanowa.

    Dari berbagai versi lainnya, tidak ditemukan anak Semaun bernama Slamet. Kami juga pernah menghubungi salah satu tokoh masyarakat yang menjadi referensi Wahyu saat menjadi anggota KPU.

    Dia adalah Sri Harjanto, DPD PA GMNI Jawa Tengah. Menurut Sri, dirinya tidak pernah mendengar Wahyu sebagai keturunan Semaun atau tokoh PKI.


    "Kalau betul dia ada indikasi keturunan Semaun PKI, pasti sudah muncul waktu tes wawancara di DPRD/proses politik," kata Sri kepada Medcom.id, 13 Januari 2020.


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan merupakan cucu tokoh PKI bernama Semaun, adalah salah. Faktanya, klaim ini merupakan kabar bohong lama yang kembali muncul di tengah masyarakat.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100 persen tidak bisa dipertanggungjawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.


    Referensi:
    https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/8Ky5ppYK-eks-komisioner-kpu-wahyu-setiawan-yang-kena-ott-kpk-cucu-gembong-pki
    https://historia.id/politik/articles/semaun-dan-sneevliet-kisah-persahabatan-dua-orang-revolusioner-P9jYX
    Wawancara tokoh masyarakat Sri Harjanto
    https://archive.today/1TerX


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (DHI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id