[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Jutaan Butir Avigan yang Dipesan Jokowi dari Tiongkok adalah Obat Penggugur Janin? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 25 Maret 2020 09:13 WIB
    [Cek Fakta] Jutaan Butir Avigan yang Dipesan Jokowi dari Tiongkok adalah Obat Penggugur Janin? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
    Akun Facebook Umi Cinta menyebarkan informasi bahwa obat Avigan yang dibeli pemerintah Indonesia untuk mengobati pasien covid-19 adalah obat penggugur janin. Pemilik akun menyebarkan informasi itu pada laman grup Facebook ILC Lovers Group, 21 Maret 2020.

    Pada unggahannya, akun itu mengunggah pranala artikel daring dari situs liputan6.com berjudul "Korea Selatan Pilih Remdesivir Sebagai Obat Corona COVID-19". Pula, akun itu meragukan kebijakan Presiden Joko Widodo membeli jutaan butir Avigan dari Tiongkok untuk penanganan pasien covid-19.

    Akun itu menuding, Jokowi tidak ingin mengobati masyarakat yang terinfeksi virus Korona, melainkan berupaya melakukan pembunuhan masal atau genosida. Berikut narasi yang dibagikan akun tersebut:

    "#PARAH....

    https://www.liputan6.com/…/dipesan-jokowi-avigan-obat-coron…

    *TERNYATA OBAT PEMBUNUH JANIN YANG MAU DIBELI JUTAAN KARTON!!!*

    *RAKYAT TENTU BERTANYA, SEBENAR NYA APA SEBENARNYA NIAT TULUS REZIM PENGUASA?????*

    *MAU MENGOBATI, APA KEPENGIN GENOCIDE/PEMBUNUHAN MASSIVE JUTAAN BAYI INDONESIA PENERUS GENERASI BANGSA INI?????*"



    [Cek Fakta] Jutaan Butir Avigan yang Dipesan Jokowi dari Tiongkok adalah Obat Penggugur Janin? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Setelah ditelusuri, klaim bahwa obat Avigan adalah untuk membunuh janin adalah keliru. Faktanya, Avigan yang memiliki nama lain Favipiravir telah melewati penelitian klinis di Tiongkok untuk mengobati pasien covid-19. Hasilnya, Avigan tidak menunjukkan reaksi merugikan dalam uji klinis, bahkan pasien yang menerima pengobatan menggunakan Avigan menjadi negatif covid-19 dalam waktu yang lebih singkat.

    Hanya saja, obat Avigan memiliki efek samping yang berdampak pada kelainan bentuk janin namun bukan membunuh janin. Karena itu, obat Avigan tidak dijual bebas dan penggunaannya harus dalam pengawasan dokter atau tim medis.

    Merujuk artikel liputan6.com yang dibagikan akun Umi Cinta, berisi tentang perbedaan pemilihan obat dalam penanganan pasien covid-19 di Korea Selatan. Berikut penggalan isi artikel tersebut:

    Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan mengatakan, telah memutuskan untuk tidak mengimpor Avigan setelah tim ahli penyakit menular di sina memutuskan tidak ada cukup data klinis untuk membuktikan kemanjuran obat tersebut, seperti dikutip dari kantor berita Yonhap, Jumat (20/3/2020).

    Avigan disetujui sebagai obat cadangan untuk influenza reemergent di Jepang pada 2014. Namun, itu belum digunakan untuk mengobati flu biasa karena beberapa penelitian pada hewan menunjukkan potensi kerusakan janin.

    "Avigan tidak hanya menunjukkan kemanjuran selama studi uji tetapi juga tidak ada data uji klinis yang dilakukan pada pasien," kata Oh Myoung-don, seorang ahli penyakit menular.

    "Obat ini juga menunjukkan efek samping yang serius, seperti kematian janin dalam penelitian pada hewan."


    [Cek Fakta] Jutaan Butir Avigan yang Dipesan Jokowi dari Tiongkok adalah Obat Penggugur Janin? Ini Faktanya



    Dilansir Medcom.id melalui artikel berjudul "Mengenal Avigan yang Sedang Dipesan Pemerintah untuk Melawan Virus Korona" dijelaskan bahwa Favipiravir, atau yang dikenal dengan nama Avigan dan favilavir adalah obat antivirus yang dikembangkan di Tokyo oleh Fujifilm Toyama Chemical. Obat ini memiliki aktivitas melawan berbagai virus RNA.

    Sebelumnya, avigan ini dibuat untuk mengobati virus influenza. Namun sejak bulan lalu obat ini digunakan untuk pengobatan eksperimental  pasien covid-19.

    Obat ini juga sudah pernah digunakan oleh negara dengan pasien korona terbanyak yaitu Tiongkok. Avigan diuji pada 320 pasien di daerah Wuhan dan Shenzhen. Ditemukan bahwa pasien yang meminumnya dinyatakan negatif dari korona empat hari setelah mengonsumsinya. Tanpa minum obat ini, membutuhkan setidaknya 11 hari untuk penyembuhan.
     
    Tak hanya itu, para peneliti menemukan bahwa kondisi paru-paru membaik pada sekitar 91 persen pasien yang mengosumsinya, dibandingkan dengan 62 persen dari mereka yang tidak menggunakannya.

    Di Jepang, Avigan juga sudah diuji cobakan dalam stdui klinis pasien covid-19. Dokter di Jepang menggunakan obat yang sama dalam studi klinis pada pasien covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.
     
    Namun kementerian kesehatan menyatakan bahwa obat itu tidak efektif untuk orang yang gejalanya sudah parah. Obat ini masih terus dikembangkan hingga sekarang.


    [Cek Fakta] Jutaan Butir Avigan yang Dipesan Jokowi dari Tiongkok adalah Obat Penggugur Janin? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa obat Avigan untuk membunuh janin adalah keliru. Faktanya, Avigan telah melewati penelitian klinis di Tiongkok untuk mengobati pasien covid-19. Hasilnya, pasien yang menerima pengobatan menggunakan Avigan menjadi sembuh dalam waktu yang lebih singkat.

    Informasi tersebut masuk dalam kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    Referensi:
    https://www.liputan6.com/global/read/4207550/korea-selatan-pilih-remdesivir-sebagai-obat-corona-covid-19
    https://www.medcom.id/rona/kesehatan/yKXAVj9N-mengenal-avigan-yang-sedang-dipesan-pemerintah-untuk-melawan-virus-korona


    *Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.


     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id