[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Korban Suntik Vaksin di Pamekasan Dilarikan ke Rumah Sakit? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 12 Januari 2021 13:09 WIB
    [Cek Fakta] Korban Suntik Vaksin di Pamekasan Dilarikan ke Rumah Sakit? Ini Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
    Beredar sebuah video seorang perempuan yang dievakuasi ke rumah sakit setelah menerima vaksin. Kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

    Unggahan ini mendapatkan respon cukup banyak dari warganet. Banyak dari mereka terkecoh mengira perempuan itu dievakuasi setelah menerima vaksin covid-19. 

    Video dibagikan akun facebook bernama Sudawirat Mohammad pada 10 Januari 2020. Unggahan ini mendapatkan respon dari 117 warganet. Serta 272 komentar dan 197 kali dibagikan ulang.

    [Cek Fakta] Korban Suntik Vaksin di Pamekasan Dilarikan ke Rumah Sakit? Ini Faktanya

    Penelusuran: 
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim seorang perempuan menjadi korban suntik vaksin covid-19 adalah salah. Faktanya, video tersebut video lama yang sudah diunggah sejak 2018.

    Dilansir kumparan.com, Santri Pondok Pesantren (PP) Al Falah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang menjadi korban vaksinasi difteri hingga harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit (RS) yakni sebanyak 34 orang, sementara sebagian lainnya dibawa pulang oleh orang tuanya dan dirawat di rumahnya masing-masing. 

    Insiden yang menimpa santri akibat suntikan vaksin difteri oleh petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat itu terjadi pada hari Minggu, 11 Februari 2018 kejadian itu menimpa siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Falah, Sumber Gayam.

    [Cek Fakta] Korban Suntik Vaksin di Pamekasan Dilarikan ke Rumah Sakit? Ini Faktanya

    Vaksin covid-19 sendiri belum diberikan kepada masyarakat. Dilansir detik.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat atau EUA bagi vaksin COVID-19 Sinovac. Dalam uji klinis, vaksin COVID-19 Sinovac memiliki efikasi 65,3 persen.

    "Pada Senin 11 Januari, Badan POM memberikan emergency use authorization pada kondisi emergency untuk vaksin CoronaVac produksi Sinovac yg bekerjasama dengan Bio Farma," kata Kepala BPOM Penny K Lukito.

    Setelah izin penggunaan darurat terbit, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menerima dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac pada 13 Januari. Setelah itu dilanjutkan dengan kelompok penerima lainnya.

    Pemerintah merencanakan ada sekitar empat kelompok daftar prioritas penerima vaksin yang alur waktunya selama 15 bulan ke depan, dari Januari 2021 hingga Maret 2022.

    [Cek Fakta] Korban Suntik Vaksin di Pamekasan Dilarikan ke Rumah Sakit? Ini Faktanya

    Kesimpulan:
    Klaim seorang perempuan menjadi korban suntik vaksin covid-19 adalah salah. Faktanya, video tersebut video lama yang sudah diunggah sejak 2018.

    Informasi ini jenis hoaks false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
    [Cek Fakta] Korban Suntik Vaksin di Pamekasan Dilarikan ke Rumah Sakit? Ini Faktanya
    Referensi:
    1.https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5330121/eua-terbit-ini-jadwal-dan-penerima-vaksin-covid-19-di-indonesia
    2.https://kumparan.com/mediamadura/inilah-daftar-santri-korban-vaksin-difteri-di-pamekasan/full

    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
     


    "Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb"


    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id