[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Positif Covid-19 Disebabkan Kekurangan Vitamin Bukan Virus? Cek Faktanya

    Wanda Indana - 17 April 2021 17:39 WIB
    [Cek Fakta] Positif Covid-19 Disebabkan Kekurangan Vitamin Bukan Virus? Cek Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Twitter



    Akun Twitter @LsOwien mengunggah sebuah gambar tangkapan layar yang memuat klaim bahwa covid-19 bukan disebabkan virus melainkan karena kekurangan vitamin C, vitamin B serta zinc. Disebutkan pula, orang dengan positif covid hendaknya meminum air kelapa muda yang berdaging buah tebal, meminum campuran teh lemon, jahe dan madu, serta perbanyak makan makanan laut. 

    Pada narasi yang beredar juga memuat larangan untuk mengkonsumsi susu dan keju secara berlebih, larangan untuk meminum gula putih dan gluten, serta larangan untuk melakukan uji swab PCR dan Genose karena alat uji coba tersebut merupakan alat deteksi virus yang menipu dan tidak bisa memberikan hasil yang akurat.






    Berikut narasi yang beredar:

    "Covid (+) Hanya kurang VIT.C 1000 mg/jam VIT.B Zinc 50g
    Jangan minum obat apapun!!!
    Bukan terinfeksi Virus!!
    Sehabis sakit minum air kelapa yg dagingnya tebal.
    Teh lemon + jahe + madu.
    Perbanyak makan seafood.
    Jangan minum susu dan keju!
    Jangan minum Gula putih dan Gluten.
    Dan jangan lagi cek2 Swab PCR/Genose/Rapid karena alatnya abal2 utk deteksi Virus.
    Rapid Swab antigen Swab PCR Genose Is fraud.
    Alat Tipu2 bisa deteksi Virus!!!
    -dr. lois-"



    [Cek Fakta] Positif Covid-19 Disebabkan Kekurangan Vitamin Bukan Virus? Cek Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran, klaim bahwa bahwa covid-19 bukan disebabkan virus melainkan karena kekurangan vitamin C, vitamin B serta zinc adalah salah. Faktanya, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. 

    Dilansir Turnbackhoax.id dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), covid-19 disebabkan oleh virus korona varian baru bernama SARS-Cov-2. Kekurangan vitamin C, B dan zinc berpengaruh pada tingkat kekebalan serta sistem metabolisme tubuh, namun tidak menjadikannya sebagai penyebab seseorang terpapar covid-19.

    Mengonsumsi vitamin dan suplemen dalam takaran tertentu juga belum dapat dibuktikan dapat menyembuhkan covid-19. WHO mengatakan bahwa segala bentuk vitamin dan suplemen tidak dapat mencegah covid-19 dan tidak dapat dijadikan acuan perawatan dalam menangani covid-19.


    [Cek Fakta] Positif Covid-19 Disebabkan Kekurangan Vitamin Bukan Virus? Cek Faktanya


    Pula, klaim meminum air buah kelapa muda berdaging tebal juga tidak membuat seseorang sembuh dari covid-19. Memang, meminum air kelapa muda baik untuk kesehatan, namun hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah air kelapa muda sebagai metode penyembuhan covid-19.

    Selanjutnya, klaim meminum campuran teh lemon, jahe dan madu juga tidak membuktikan dapat menyembuhkan dari Covid-19. Klaim banyak WHO merekomendasikan beberapa sumber makanan yang sehat untuk tubuh, yang di antaranya adalah buah, sayur, kacang-kacangan, serta makanan yang bersumber dari hewan. Namun demikian, WHO tidak menyebutkan secara spesifik bahwa makanan-makanan tersebut dapat menyembuhkan dari Covid-19.

    Begitupun, klaim larangan untuk tidak mengonsumsi susu, keju, gula putih dan gluten, tidak berpengaruh terhadap covid-19. Larangan untuk mengonsumsi susu, keju, gula dan gluten ditujukan untuk menghindari penyakit lainnya. Melansir dari laman Kompas, makanan-makanan tersebut sebaiknya dikurangi atau dihindari untuk menghindari diabetes, penyakit jantung, obesitas serta jenis kanker tertentu.

    Terakhir, untuk memastikan apakah seseorang terpapar covid-19 perlu dilakukan uji acak swab antigen atau PCR atau mendatangi pusat pelayanan kesehatan terdekat. Melansir dari WHO, hal ini perlu dilakukan untuk melacak apakah terdapat virus dalam tubuh seseorang, yang berpotensi untuk menular kepada orang-orang yang berada di sekitarnya. Sehingga, narasi yang menyebutkan bahwa uji PCR atau antigen harus dihindari tidak benar.


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa bahwa covid-19 bukan disebabkan virus melainkan karena kekurangan vitamin C, vitamin B serta zinc adalah salah. Faktanya, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. 

    Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Positif Covid-19 Disebabkan Kekurangan Vitamin Bukan Virus? Cek Faktanya


    Referensi:
    https://turnbackhoax.id/2021/04/16/salah-positif-covid-disebabkan-oleh-kekurangan-vitamin-bukan-oleh-virus/
    https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-food-safety-and-nutrition
    https://archive.md/nPFn2


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id