comscore

[Cek Fakta] Beredar Video Meteor Jatuh di Lapangan Tanjung Bumi Bangkalan? Cek Faktanya

Wanda Indana - 13 Mei 2022 13:22 WIB
[Cek Fakta] Beredar Video Meteor Jatuh di Lapangan Tanjung Bumi Bangkalan? Cek Faktanya
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Twitter
Beredar sebuah video yang diklaim memperlihatkan meteor jatuh di lapangan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Video itu beredar di media sosial. 

Akun Twitter @Wongcerbon9661 membagikan video berdurasi 30 detik itu pada 4 Mei 2022. Pada video terlihat masyarakat berkerumun ke arah titik api .Pada unggahannya, akun itu menyertakan narasi sebagai berikut:
"Informasi dari Masyarakat setempat di Tanjung Bumi Bangkalan... Ada sebongkah *_Meteor_* jatuh di Lapangan Desa Tanjung Bumi Bangkalan... Tidak diketahui jatuhnya pukul berapa malam ini.”

Benarkah? Berikut cek faktanya. 


[Cek Fakta] Beredar Video Meteor Jatuh di Lapangan Tanjung Bumi Bangkalan? Cek Faktanya


Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada video yang beredar memperlihatkan meteor jatuh di lapangan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, adalah salah. Faktanya, titik api yang terlihat pada video bukan meteor, melainkan balon udara. 

Melalui reverse image, video yang sama dengan durasi yang lebih panjang diunggah akun TikTok @abdwahed103. Akun itu menyertakan anrasi “lampu padam akibat balon api#tanjung bumi bangkalan.” Video ini memperlihatkan keterangan seorang warga yang diwawancara.

“Meteor datang. kan saat itu tiba-tiba langsung bunyi bluss. Ya orang pada ngejit semua. Langsung lampu itu mendadak mati. Setelah dijeling, balon. Pelakunya orang-orang laut. Biasanya ya mur batu atau dimana. Gedung pegunungan lah.”


[Cek Fakta] Beredar Video Meteor Jatuh di Lapangan Tanjung Bumi Bangkalan? Cek Faktanya


Dilansir Liputan6.com, sudah ada peringatan terkait menerbangkan balon udara karena alasan keamanan. Namun, tradisi menerbangkan balon udara saat Lebaran masih dilakukan warga di beberapa daerah di Pulau Jawa.

Berdasarkan aduan pilot dan warga, Airnav merilis laporan spesifik soal temuan balon udara liar yang terbang bebas sampai ketinggian 35.000 kaki (10.600 meter di atas permukaan air laut) pada Hari Lebaran, Senin (3/5/2022)

Berdasarkan aduan pilot dan warga, Airnav merilis laporan spesifik soal temuan balon udara liar yang terbang bebas sampai ketinggian 35.000 kaki (10.600 meter di atas permukaan air laut) pada Hari Lebaran, Senin (3/5/2022).

"AirNav telah memetakan area sebaran balon udara liar berdasarkan laporan yang masuk dan menerbitkan sejumlah Notice To Airmen (NOTAM) terkait," kata Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi, menurut keterangan tertulisnya, Selasa (3/5/2022).

Rosedi mengungkapkan, beberapa laporan spesifik Senin (2/5/2022) kemarin di antaranya adalah:

1. 07.00 WIB: 3 balon di sebelah barat poin SRONO dengan ketinggian 7.000 kaki (laporan Pilot Batik Air rute Jakarta - Banyuwangi)

2. 08.00 WIB: 1 balon di daerah Magelang dengan ketinggian 2.500-3.000 kaki dan terus naik (laporan warga)

3. 08.34 WIB : 1 balon di sebelah timur laut Kota Surabaya dengan ketinggian 31.000-32000 kaki (laporan Pilot Citilink rute Banyuwangi - Jakarta)

4. 08.56 WIB: 3 buah di sebelah barat Kota Yogyakarta dengan ketinggian 10.000-21.000 kaki (laporan Pilot Citilink rute Yogyakarta - Jakarta)

5. 09.03 WIB : 1 balon di sebelah barat Kota Yogyakarta dengan ketinggian 15.000 kaki (laporan Pilot Super Air Jet rute Yogyakarta - Jakarta)

6. 09.40 WIB: kumpulan balon (20-25 buah) di sebelah barat Kota Semarang dengan ketinggian 14.000-17.000 kaki (laporan Pilot Citilink rute Jakarta - Semarang)

7. 11.45 WIB: 1 balon di atas Gunung Semeru dengan ketinggian 35.000 kaki (laporan Pilot Air Asia rute Jakarta - Bali)

8. 12.26 WIB: 5 balon di sebelah barat Kota Yogyakarta dengam ketinggian 9.000 kaki (laporan Pilot Lion rute Jakarta - Yogyakarta).

Rosedi menyampaikan, AirNav berkoordinasi dan berperan serta secara intensif dengan pemangku kepentingan penerbangan, di antaranya dengan sejumlah Pemerintah Daerah, POLRI, TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaui Direktorat Keamanan Penerbangan (Dirkampen), Direktorat Navigasi Penerbangan (Dirnavpen), Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya (Otban III), dan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali (Otban IV).

"AirNav terus meningkatkan awareness terhadap aktivitas balon udara liar, mengingat potensi dampaknya terhadap operasional navigasi penerbangan menjadi kewaspadaan dan tanggung jawab seluruh stakeholder penerbangan," ujarnya.


Kesimpulan:
Klaim pada video yang beredar memperlihatkan meteor jatuh di lapangan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, adalah salah. Faktanya, titik api yang terlihat pada video bukan meteor, melainkan balon udara.

Informasi ini jenis hoaks false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


[Cek Fakta] Beredar Video Meteor Jatuh di Lapangan Tanjung Bumi Bangkalan? Cek Faktanya


Referensi:
https://www.tiktok.com/@abdwahed103/video/7093505838551239938
https://www.liputan6.com/regional/read/4954350/meski-dilarang-tradisi-menerbangkan-balon-udara-saat-lebaran-masih-marak-di-pulau-jawa


*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016


 



(WAN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id