[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Benarkah Hakim yang Tolak Banding HRS Sama dengan Hakim yang Memotong Hukuman Djoko Tjandra dan Pinangki?

    Wanda Indana - 14 September 2021 14:47 WIB
    [Cek Fakta] Benarkah Hakim yang Tolak Banding HRS Sama dengan Hakim yang Memotong Hukuman Djoko Tjandra dan Pinangki?
    Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook



    Beredar narasi yang menyebut hakim pada perkara Habib Rizieq Shihab (HRS) adalah hakim yang sama pada perkara Djoko Tjandra dan Pinangki. Disebutkan, hakim itu menolak banding HRS dan memotong hukuman Djoko Tjandra dan Pinangki. 

    Akun Facebook Gian Sastro turut membagikan narasi ini pada Senin, 30 Agustus 2021. Akun ini menyebut hakim pro pada koruptor dan anti ulama. Dia mengunggah artikel dari situs democrazy.id berjudul sebagai berikut:
     

    "Hakim yang Tolak Banding HRS Ternyata Sama dengan Hakim Penyunat Hukuman Djoko Tjandra & Pinangki"

     



    Benarkah demikian? Berikut cek faktanya. 



    [Cek Fakta] Benarkah Hakim yang Tolak Banding HRS Sama dengan Hakim yang Memotong Hukuman Djoko Tjandra dan Pinangki?


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran, klaim bahwa hakim yang menolak banding pada perkara HRS adalah hakim yang sama pada perkara Djoko Tjandra dan Pinangki adalah salah. Faktanya, hakim pada kedua kasus tersebut adalah majelis hakim yang berbeda.

    Majelis hakim Pengadilan Tinggi yang menangani perkara HRS terkait hasil tes swab RS Ummi, yaitu Sugeng Hiyanto (hakim ketua), Brh.Yahya Syam dan Tony Pribadi, menolak pengajuan banding yang ajukan kuasa hukum HRS. Karena itu, HRS dinyatakan tetap menjalankan vonis sebelumnya yang dijatuhkan kepada dirinya. Kasus HRS pertama kali disidang dan diadili oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada tanggal 27 Mei 2021. 

    Kemudian, kasus Djoko Tjandra, pertama kali disidang dan diadili oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 5 April 2021. Dalam putusannya, hakim menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara. Kuasa hukum Djoko Tjandra kemudian melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta dengan kategori tindak pidana khusus korupsi yang kemudian melalui hakim Muhamad Yusuf (hakim ketua), H.Rusydi dan Brhj.Reny Halida Ilham Malik  mengabulkan banding dari kuasa hukum Djoko Tjandra sehingga masa hukumannya berkurang menjadi 3 tahun 6 bulan penjara.

    Sementara terkait kasus mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari, hakim Pengadilan Tinggi Jakarta, Muhammad Yusuf (hakim ketua), Haryono, Singgih Budi Prakoso, Lafat Akbar dan Renny Halida Ilham Malik, menjatuhkan putusan untuk mengurangi masa hukuman menjadi 4 tahun penjara dan denda sebanyak 600 juta.

    Dilansir turnbackhoax.id yang merujuk direktori putusan Mahkamah Agung terlihat bahwa hakim yang mengadili  perkara HRS dengan kasus Djoko Tjandra dan Pinangki ini adalah hakim-hakim yang berbeda.



    Kesimpulan:
    Klaim bahwa hakim yang menolak banding pada perkara HRS adalah hakim yang sama pada perkara Djoko Tjandra dan Pinangki adalah salah. Faktanya, hakim pada kedua kasus tersebut adalah majelis hakim yang berbeda.

    Informasi ini jenis hoaks false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    [Cek Fakta] Benarkah Hakim yang Tolak Banding HRS Sama dengan Hakim yang Memotong Hukuman Djoko Tjandra dan Pinangki?


    Referensi:
    1. https://turnbackhoax.id/2021/09/12/salah-hakim-yang-sama-pangkas-vonis-djoko-tjandra-tolak-banding-hrs/
    2. https://news.detik.com/berita/d-5619846/habib-rizieq-divonis-berapa-tahun-ini-rangkumannya
    3. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaebf52e6cf87c1284d3323131353331.html
    4.https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaebee1cf708f5c6b187323132323533.html
    5.https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaebccd3eb9f5a1ebcf2313234363532.html
     

    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id