[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Mahatir Sebut Anak Sekolah di Indonesia Akan Tertinggal karena Kebanyakan Belajar Agama? Cek Faktanya

    Wanda Indana - 25 November 2020 15:25 WIB
    [Cek Fakta] Mahatir Sebut Anak Sekolah di Indonesia Akan Tertinggal karena Kebanyakan Belajar Agama? Cek Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
    Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad dikabarkan memberikan pendapat tentang pendidikan di Indonesia. Kabar itu beredar luar melalui meme di berbagai platform media sosial. 

    Akun Facebook Johanes Bonifansius Supracon membagikan kabar itu dengan mengunggah meme pada 23 November 2020. Meme itu diunngah pada sebuah grup diskusi beranggotakan 218,4 ribu akun. Pada meme itu, terlihat foto Mahartir dan sebuah paragraf bertuliskan sebagai berikut:
     

    "...PELAN-PELAN anak-anak sekolah negeri di Indonesia akan tertinggal dalam penguasaan sains. umurnya habis untuk menghafal ayat-ayat dan doa, belajar soal haram, dosa, bidadari, menghitung pahala, mencari dalil, memikirkan akerat. Setelah kalah bersaing lalu memusuhi pemerintah dan mendirikan negara syariah sebagai solusi semuanya..." (Mahatir Muhammad).


    Benarkah PM Malaysia Mahathir Mohamad memberi komentar tentang pendidikan Indonesia dengan menyebut anak sekolah di Indonesia akan tertinggal dalam penguasaan sains karena kebanyakan belajar agama seperti pada meme yang beredar? Berikut cek faktanya:


    [Cek Fakta] Mahatir Sebut Anak Sekolah di Indonesia Akan Tertinggal karena Kebanyakan Belajar Agama? Cek Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa PM Malaysia Mahathir Mohamad menyebut anak sekolah di Indonesia akan tertinggal dalam penguasaan sains karena kebanyakan belajar agama adalah hoaks. Faktanya, kutipan paragraf dalam meme yang beredar tidak berdasar. 

    Mahatir pernah berkomentar terkait pendidikan di negaranya sendiri. Hal itu dipublikasikan Medcom.id melalaui artikel berjudul "Mahathir Kurangi Jam Belajar Agama di Sekolah Malaysia" dimuat 3 Januari 2019. Berikut secara lengkap isi artikelnya:

    Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad memutuskan untuk mengurangi jam belajar pada mata pelajaran Agama di sekolah-sekolah di Malaysia. Menurutnya, pelajaran Bahasa Inggris lebih penting untuk bekal siswa di masa depan.
     
    “Belajar Bahasa Inggris sejak dini akan lebih berguna untuk masa depan dan pekerjaan mereka nantinya. Kalau mereka belajar agama terus-menerus, mereka akan tidak fasih dalam bidang lainnya dan berlomba-lomba menjadi ulama,”kata Mahathir, dikutip dari Strait Times, Kamis 3 Januari 2019.
     
    Akibatnya, tambah Mahathir, keadaan ini akan berpotensi memecah bangsa, karena para ulama ini akan berbeda pendapat satu sama lain. Selain itu juga dikhawatirkan akan menciptakan kondisi yang menyesatkan.

    “Pelajaran agama akan tetap ada. Namun tidak terus menerus dalam satu pekan. Mungkin hanya satu sampai dua kali dalam sepekan,” ujar Mahathir lagi.

    Pria berusia 93 tahun ini menegaskan, warga Malaysia harus bisa berbahasa asing, bukan hanya membaca Alquran. Seperti diketahui, Mahathir juga menjabat sekaligus menjadi Menteri Pendidikan Malaysia.
     
    Kendati demikian, rencana ini dapat memicu kontra, terutama dari Muslim Melayu konservatif. Pemerintahan Malaysia sebelumnya sempat secara rutin menayangkan siaran agama dengan ulama konservatif.



    [Cek Fakta] Mahatir Sebut Anak Sekolah di Indonesia Akan Tertinggal karena Kebanyakan Belajar Agama? Cek Faktanya


    Sementara itu, meme yang memuat foto Mahathir, berasal dari Strait Times melalui artikel berjudul "Mahathir expected to reshuffle Cabinet soon, with no change in personnel" dimuat pada 23 Agustus 2019. Pada artikel itu dijelaskan, Mahatir akan merombak kabinetnya, hal itu dilakukan setelah citra koalisi Pakatan Harapan (PH) yang berkuasa telah menurun. Selain itu, Mahathir juga mengakui kinerja buruk beberapa dari 27 menteri dalam pemerintahannya yang berusia 15 bulan telah mengecewakan. Pada artikel itu, tidak ada kaitannya dengan komentar Mahathir tentang pendidikan di Indonesia. 


    [Cek Fakta] Mahatir Sebut Anak Sekolah di Indonesia Akan Tertinggal karena Kebanyakan Belajar Agama? Cek Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa PM Malaysia Mahathir Mohamad menyebut anak sekolah di Indonesia akan tertinggal dalam penguasaan sains karena kebanyakan belajar agama adalah hoaks. Faktanya, kutipan paragraf dalam meme yang beredar tidak berdasar. 

    Informasi ini jenis hoaks Imposter content (konten tiruan). Imposter content terjadi jika sebuah informasi mencatut pernyataan tokoh terkenal dan berpengaruh. Tidak cuma perorangan, konten palsu ini juga bisa berbentuk konten tiruan dengan cara mendompleng ketenaran suatu pihak atau lembaga.


    [Cek Fakta] Mahatir Sebut Anak Sekolah di Indonesia Akan Tertinggal karena Kebanyakan Belajar Agama? Cek Faktanya



    Referensi:
    https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/GNGBm3LK-mahathir-kurangi-jam-belajar-agama-di-sekolah-malaysia
    https://www.straitstimes.com/asia/se-asia/mahathir-expected-to-reshuffle-cabinet-soon
    https://archive.md/wip/FOTJ0


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id