Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Vaksin dari Saripati Anjing, Monyet dan Babi? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 12 Januari 2021 06:49 WIB
    [Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Vaksin dari Saripati Anjing, Monyet dan Babi? Ini Faktanya
    Tangkapan layar video yang beredar di WhatsApp
    Beredar sebuah video memperlihatkan seorang dosen dan penceramah bernama Alfian Tanjung. Video itu beredar melalui pesan berantai WhatsApp, baru-baru ini.


    [Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Vaksin dari Saripati Anjing, Monyet dan Babi? Ini Faktanya


    Dalam video berdurasi 4 menit 23 detik itu, terdapat pernyataan Alfian terkait vaksin. Dia menyebut vaksin berasal dari tripsin atau enzim atau saripati binatang tertentu.

    Berikut selengkapnya:

    "Kenapa orang sekarang banyak orang-orang miskin, orang-orang susah. Lalu penyakitnya aneh-aneh. Karena mereka sudah dirusak lewat injeksi. Vaksin yang berisi tripsin. Tripsin, saripati anjing, monyet dan babi. Ustaz kok berani ya ngomong begitu? Abis kalau enggak gua omongin enggak ada yang ngomongin."


    [Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Vaksin dari Saripati Anjing, Monyet dan Babi? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa vaksin berasal dari tripsin atau saripati anjing, monyet dan babi, adalah salah. Faktanya, PT Bio Farma (Persero), perusahaan yang dikenal sebagai pembuat vaksin di Indonesia telah memberikan klarifikasi.

    PT Bio Farma menegaskan tripsin bukan bahan pembuat vaksin. Tripsin hanya digunakan untuk harvest sel atau panen yang digunakan untuk media virus.

    "Tripsin merupakan bahan untuk melepaskan sel dari tempat merekatnya virus pada media virus," tulis Detik.com dalam laporannya, Rabu 20 Juni 2012.


    Tripsin kemudian dibuang dan ada proses pencucian. Kemudian dilakukan pelarutan dengan air dalam jumlah yang sangat besar.

    "Pada produk final tidak ditemukan unsur tripsin," tulis Detik.com.



    [Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Vaksin dari Saripati Anjing, Monyet dan Babi? Ini Faktanya


    Berikut selengkapnya:

    Vaksin Apa Saja yang Bersinggungan dengan Babi?

    Jakarta - Di negara mayoritas berpenduduk muslim seperti Indonesia, asal-usul vaksin selalu menuai pro dan kontra karena dalam pembuatannya bersinggungan dengan unsur babi. Sebenarnya vaksin apa saja yang menggunakan babi?

    "Perihal kehalalan vaksin dipertanyakan sejak tereksposnya penggunaan tripsin (enzim babi) pada vaksin polio. Untuk itu sudah ada fatwa MUI bahwa penggunaan vaksin OPV (Oral Polio Vaccine) maupun IPV (Inactivated Poliovirus Vaccines atau vaksin polio khusus) diperbolehkan, bisa dilihat pada website MUI," jelas dr Novilia Sjafri Bachtiar, M.Kes, Kepala Bagian Evaluasi Produk PT Bio Farma (Persero), saat dihubungi detikHealth, Rabu (20/6/2012).

    Pembuatan semua vaksin di Indonesia sendiri dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero). Kelima vaksin dasar lengkap yakni Hepatitis B, Imunisasi BCG, Polio, Imunisasi DPT, Imunisasi Campak juga dibuat PT Bio Farma (Persero) dan sudah diperbolehkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    Dari pihak PT Bio Farma (Persero) sendiri menekankan ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi, yaitu:

    1. Tripsin bukan bahan pembuat vaksin, tapi untuk harvest sel (panen) yang digunakan untuk media virus. Tripsin merupakan bahan untuk melepaskan sel dari tempat merekatnya virus pada media virus.

    2. Tripsin kemudian dibuang dan ada proses pencucian, dan kemudian pelarutan dengan air dalam jumlah yang sangat besar.

    3. Pada produk final tidak ditemukan unsur tripsin.

    "Untuk vaksin lainnya kita tidak menggunakan tripsin seperti polio. Dengan demikian, bisa dijelaskan vaksin adalah suatu medikasi yang sifatnya urgent, bukan pilihan seperti makanan," lanjut dr Novilia.

    Menurut Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi, Sekretaris Satgas Imunisasi PP IDAI, dalam penjelasannya pada detikHealth, pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15-20 tahun lalu, proses panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya.

    Tetapi induk bibit vaksin tersebut kemudian dicuci dan dibersihkan total dengan cara ultrafilterisasi ratusan kali, sehingga vaksin yang diberikan kepada anak tidak mengandung tripsin babi. Hal ini dapat dibuktikan dengan pemeriksaan khusus.

    "Majelis Ulama Indonesia menyatakan bahwa vaksin tersebut dapat dipakai, selama belum ada penggantinya. Contoh vaksin meningokokus haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus," tambah Dr. Soedjatmiko.



    Di sisi lain, video ini setidaknya sudah beredar pada 2018 lalu. Video ini juga tidak ada kaitannya dengan covid-19. 


    [Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Vaksin dari Saripati Anjing, Monyet dan Babi? Ini Faktanya


    Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin pemakaian darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap vaksin covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok. Izin bisa terbit salah satunya karena tercapainya efikasi di atas 50 persen.

    "Hasil analisis terhadap efikasi vaksin coronavac dari uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen," kata Kepala BPOM Penny K Lukito seperti dilansir Medcom.id, Senin 11 Januari 2021.



    [Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Vaksin dari Saripati Anjing, Monyet dan Babi? Ini Faktanya


    Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok. Keputusan ini ditetapkan setelah Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menggelar rapat komite fatwa.
     

    "Setelah diskusi yang panjang dari tim auditor kami menyepakati vaksin covid-19 yang diproduksi Sinovac yang diajukan PT Bio Farma hukumnya suci dan halal," kata ketua MUI Asrorun Niam seperti dilansir Medcom.id, Jumat 8 Januari 2021.



    [Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Vaksin dari Saripati Anjing, Monyet dan Babi? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa vaksin berasal dari tripsin atau saripati anjing, monyet dan babi, adalah salah. Faktanya, PT Bio Farma (Persero), perusahaan yang dikenal sebagai pembuat vaksin Indonesia telah memberikan klarifikasi.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.


    [Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Vaksin dari Saripati Anjing, Monyet dan Babi? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://health.detik.com/ulasan-khas/d-1946278/vaksin-apa-saja-yang-bersinggungan-dengan-babi
    https://m.medcom.id/nasional/peristiwa/eN4Z5Oyk-bpom-efikasi-vaksin-sinovac-65-3-persen
    https://www.youtube.com/watch?v=P-Y4X03oHW8&t=64s


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016


    "Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb"


    [Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Vaksin dari Saripati Anjing, Monyet dan Babi? Ini Faktanya

     

    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id