comscore

Rekap Hoaks: Rizieq Shihab Bebas Tanpa Syarat, Vaksin Sinovac untuk Ayam hingga Foto Buzzer sedang Produksi Hoaks

Wanda Indana - 18 Maret 2021 08:37 WIB
Rekap Hoaks: Rizieq Shihab Bebas Tanpa Syarat, Vaksin Sinovac untuk Ayam hingga Foto Buzzer sedang Produksi Hoaks
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Meskipun di masa pandemi, sirkulasi peredaran bertita bohong alias hoaks terkait vaksin covid-19 masih tak terbendung. Tak hanya itu, hoaks terkait politik dan isu lainnya juga turut menyebar di berbagai platform media sosial. 

Tim Cek Fakta Medcom.id telah merekap sejumlah informasi palsu yang telah diverifikasi. Berikut rekap hoaks yang telah diperiksa dari Senin-Rabu, 15-17 Maret 2021:

Penelitian dari Rusia Sebut Covid-19 Bukan Virus
Beredar di media sosial yang memuat klaim bahwa penelitian dari Rusia menyimpulkan bahwa covid-19 bukanlah virus. Akun Facebook Zekeriyya Genc menyebarkan klaim itu pada 8 Maret 2021. Pada unggahannya, disebutkan bahwa covid-19 disebabkan oleh radiasi elektromagnetik 5G. 

Dari hasil penelusuran, klaim bahwa penelitian dari Rusia sebut covdi-19 bukanlah virus melainkan radiasi gelombang elekromagnetik dari jaringan 5G adalah salah. Faktanya, klaim tersebut adalah hoaks lama yang kembali muncul. Dilansir BBC Indonesia melalui artikel berjudul "Virus corona: Para ilmuwan sebut anggapan 'jaringan 5G sebarkan virus' omong kosong belaka" dimuat 8 April 2020, klaim bahwa covid-19 adalah dampak dari radiasi elektromagnetik dari jaringan 5G merupakan teori konspirasi yang tidak berdasar. Direktur Kedokteran NHS (Layanan Kesehatan Nasional) Inggris, Stephen Powis, menyebut teori konspirasi tersebut adalah hoaks terburuk.


Foto Buzzer Tengah Memproduksi Informasi Hoaks
Beredar sebuah foto seorang wanita tengah mengoperasikan puluhan ponsel. Foto itu dinarasikan sebagai seorang buzzer (pendengung) yang tengah menyebarkan hoaks. Akun facebook Marsani Sutejo membagikan foto ini pada 16 Maret 2021. 

Dari hasil penelusuran tim Cek Fakta Medcom, klaim foto buzzer tengah memproduksi hoaks adalah salah. Faktanya, foto itu adalah seorang wanita yang menunjukkan cara memanipulasi peringkat app store yang viral di Tiongkok.

 Dari penelusuran kami, foto tersebut ditemukan dalam artikel berjudul "A viral photo in China shows how to manipulate App Store rankings the hard way". Artikel dimuat di techinasia.com pada 5 Februari 2015. Dalam foto tersebut seorang wanita yang duduk di depan puluhan perangkat iPhone 5 telah menjadi viral di Tiongkok. Media berspekulasi wanita tersebut bekerja di sebuah tempat manipulasi peringkat App Store Tiongkok.



Rizieq Shihab Bebas Tanpa Syarat
Beredar sebuah narasi mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) dinyatakan bebas tanpa syarat. Informasi beredar di Facebook. Akun Facebook WuzzerZone Reborn membagikan informasi ini pada 14 Maret 2021. Berikut narasi yang diunggah.

Dari hasil penelusuran tim Cek Fakta Medcom, klaim Rizieq Shihab dinyatakan bebas tanpa syarat adalah salah. Faktanya, informasi itu hanya gurauan alias fiktif. Dilansir medcom.id, tersangka kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan, Muhammad Rizieq Shihab, saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Rizieq sebelumnya ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.
 
Andi mengatakan pemindahan Rizieq karena Rutan Polda Metro Jaya sudah terlalu padat. Termasuk memudahkan pemeriksaan Rizieq mengingat tiga kasus yang menjeratnya telah diambil alih Bareskrim.
 
"Pertimbangannya tahanan di Polda Metro Jaya terlalu padat, sekaligus untuk memudahkan penyidik Bareskrim dalam pemberkasan kasusnya," ujar Andi.
 

Vaksin Sinovac Adalah Vaksin yang Awalnya Diperuntukkan untuk Ayam
Beredar kabar yang menyebutkan vaksin covid-19 produksi Sinovac sebenarnya diperuntukkan untuk ayam bukan manusia. Kabar ini beredar di media sosial. Akun Facebook Lois Lois membagikan kabar ini pada 9 Maret 2021.

Dari hasil penelusuran, klaim bahwa vaksin covid-19 Sinovac diperuntukkan bagi ayam serta barcode aslinya ditukar adalah salah. Faktanya, informasi itu tidak berdasar dan vaksin covid-19 Sinovac ditujukan untuk memberi perlindungan terhadap manusia dari infeksi covid-19.
 
Dilansir Medcom.id melalui artikel berjudul "Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac Selama 3 Bulan Cukup untuk Izin Darurat", vaksin covid-19 asal Tiongkok, Sinovac telah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA). EUA itu diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Senin 11 Janurai 2021). Dengan terbitnya EUA, vaksin Sinovac secara resmi boleh digunakan untuk vaksinasi massal.



*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016


 

(WAN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id