[Cek Fakta]

    [Cek Fakta] Video Penampakan Lautan Manusia Salat Jumat di Tiongkok dan Kelompok Mereka Bebas Korona?

    M Rodhi Aulia - 22 Maret 2020 07:05 WIB
    [Cek Fakta] Video Penampakan Lautan Manusia Salat Jumat di Tiongkok dan Kelompok Mereka Bebas Korona?
    Tangkapan layar informasi palsu di pesan berantai WhatsApp
    Beredar sebuah video melalui pesan berantai WhatsApp, memperlihatkan lautan manusia sedang melakukan ibadah salat. Dinarasikan video itu merupakan kegiatan salat Jumat di Tiongkok.

    Kemudian muncul narasi bahwa tidak ada satupun orang Islam di Wuhan, Tiongkok, yang terjangkit virus korona atau covid-19. Lantaran hal itu, sejumlah warga Tiongkok lainnya berbondong-bondong menjadi mualaf.

    Berikut narasi lengkapnya:

    "SHOLAT JUM'ATAN DI  CHINA menjadi LAUTAN MANUSIA. Membuat Merinding Hati kita semua. Lebih 2 juta Orang komunis China masuk Islam. Karena Orang Islam di Wuhan tidak Satupun yang kena VIRUS CORONA. Mereka TAKJUB dengan Orang Islam. Akhirnya atas izin Allah SWT mereka Masuk Islam.  Subhanallah, kita harus bangga menjadi umat Islam dan in syaa Alloh termasuk kedalam golongan nabi Muhammad yang sholeh dan sholehah, aamiin."


    [Cek Fakta] Video Penampakan Lautan Manusia Salat Jumat di Tiongkok dan Kelompok Mereka Bebas Korona?


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa video itu memperlihatkan lautan manusia yang sedang salat Jumat di Tiongkok dan tidak ada dari kelompok mereka di Wuhan yang terkena korona, adalah salah. Faktanya, video itu muncul jauh sebelum Tiongkok diguncang korona.


    [Cek Fakta] Video Penampakan Lautan Manusia Salat Jumat di Tiongkok dan Kelompok Mereka Bebas Korona?


    Melalui teknik reverse image, kami menemukan video identik pernah diunggah channel Youtube Hijau 19 pada 14 Juli 2018. Dalam video berdurasi 6 menit 34 detik itu, memperlihatkan suasana salat Idulfitri di kawasan masjid Dongguan yang terletak di kota Xining, Provinsi Qinghai, Tiongkok.

    Menurut situs blog Islamchina.wordpress.com, pelaksanaan salat Idulfitri di kawasan masjid Dongguan, diperkirakan dihadiri 300 ribu jemaah. Disebut-sebut ini merupakan jemaah Idulfitri terbanyak di seantero Tiongkok.

    Adapun jarak dari kota Xining ke kota Wuhan, tempat pertama ditemukan virus korona, sekitar 1.619 kilometer. Jarak itu versi Google Map.

    Terkait klaim bahwa tidak ada satupun warga Tiongkok yang muslim tidak terkena virus korona di Wuhan, juga tidak berdasar. Merujuk situs cek fakta, Turnbackhoax.id, seorang pria muslim bernama Mr. Ye terkena virus korona saat berada di kota Wuhan, Provinsi Hubei. Pria itu berasal dari Provinsi Qinghai dan dirawat di salah satu rumah sakit darurat di Wuhan.


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa video itu memperlihatkan lautan manusia yang sedang salat Jumat di Tiongkok dan tidak ada dari kelompok mereka di Wuhan yang terkena korona, adalah salah. Faktanya video itu muncul jauh sebelum Tiongkok diguncang korona.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    Referensi:
    1. https://www.youtube.com/watch?v=mayFmRcSbio
    2. https://islamchina.wordpress.com/2014/08/01/eid-al-fitr-2014/
    3. https://turnbackhoax.id/2020/03/20/salah-video-sholat-jumatan-di-china-menjadi-lautan-manusia-orang-islam-di-wuhan-tidak-satupun-yang-kena-virus-corona/


    *Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.

     



    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id