[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Cabup Najjamudi Sebut Penjara Tidak Memberi Efek Jera Bagi Pengedar Narkoba? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 22 November 2020 17:33 WIB
    [Cek Fakta] Cabup Najjamudi Sebut Penjara Tidak Memberi Efek Jera Bagi Pengedar Narkoba? Ini Faktanya
    Tangkapan layar debat publik Pilbup Bulungan 2020. Foto: Youtube Medcom.id
    Calon Bupati Bulungan nomor urut 3, Najjamudi mengatakan hukuman penjara tidak memberi efek jera bagi pengedar narkoba. Hal itu disampaikan saat merespons pertanyaan program strategis yang dilakukan mengingat kasus peredaran narkoba masih menjadi urutan pertama dari daftar tindak pidana dan kriminalitas di Kabupaten Bulungan.

    "Penjara tidak memberi efek jera bagi pengedar narkoba." kata Najjamudi pada Debat Publik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bulungan 2020, yang disiarkan secara langsung kanal Youtube Medcom.id, Minggu 22 November 2020. 

    Menurut Najjamudi, ada potensi pelaku penyalagunaan narkoba akan menjadi pengedar bahkan bandar narkotika ketika masuk penjara. Karena itu, rehabilitasi menjadi solusi.

    "Yang berbahaya ketika dia (penyalaguna narkotika) masuk (penjara) dia akan menjadi pengedar dan bandar. Solusinya adalah panti rehabilitasi" jelas Najjamudi. 

    Benarkah, hukuman penjara tidak memberi efek jera bagi pengedar narkoba? Simak penelusurannya.


    [Cek Fakta] Cabup Najjamudi Sebut Penjara Tidak Memberi Efek Jera Bagi Pengedar Narkoba? Ini Faktanya


    Penelsuran:
    Dari hasil penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa hukuman penjara tidak memberikan efek jera bagi pengedar narkoba adalah benar. Faktanya, 90 Persen peredaran narkoba justru berasal dari dalam penjara yang melibatkan napi narkoba.

    Dilansir Media Indonesia, sekitar 90% Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia terindikasi menjadi tempat peredaran narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba). Hal ini dilontarkan anggota Komisi III DPR RI Ruhut Sitompul saat berkunjung ke Lapas Kelas IIA Muaro Padang, Sumatra Barat, Senin (21/3). 

    "50-90% Lapas berisi narkoba. Saya bisa merasakan godaan besar itu, apalagi berhubungan dengan narkoba, sehingga petugas Lapasharus memiliki iman yang kuat," ujar Ruhut.

    Ia berkisah, saat menjadi pengacara dulu, dia pernah diberikan cek kosong oleh bandar narkoba yang tengah berada di Lapas. "Saya bebas mengisi berapa besarannya di cek tersebut, begitu besar godaannya. Apalagi (sipir) yang bekerja di sini," sebutnya.

    Pula, merujuk Medcom.id, Menteri Hukum dan HAM (Memkumham) Yasonna H Laoly mengaku prihatin dengan maraknya penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Bahkan, saat ini tercatat lebih dari 50 persen penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) merupakan tahanan narkotika.
     
    “Ada satu keanehan kejahatan narkoba ini sudah melebihi 50% dari penghuni lapas dan rutan seluruh di di Indonesia,” kata Yasonna saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

    Yasonna sebagai akademisi ingin persoalan narkoba di Indonesia ditangani secara holistik, tidak hanya dari segi penegakan hukum saja. Dia berharap ada kajian atau penelitian ilmiah yang dapat berkontribusi menyelesaikan persoalan narkotika di tanah air.


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa hukuman penjara tidak memberikan efek jera bagi pengedar narkoba adalah benar. Faktanya, 90 Persen peredaran narkoba justru berasal dari dalam penjara yang melibatkan napi narkoba.


    Referensi:
    https://mediaindonesia.com/read/detail/35534-90-persen-lapas-terindikasi-peredaran-narkoba
    https://www.medcom.id/nasional/hukum/aNrQQY1K-yasonna-sebut-lapas-didominasi-tahanan-narkotika


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id