[Cek Fakta]

    [Cek Fakta] Jokowi Cuti jadi Presiden, Anies Gantikan Sementara? Hoaks

    M Rodhi Aulia - 19 Maret 2020 11:06 WIB
    [Cek Fakta] Jokowi Cuti jadi Presiden, Anies Gantikan Sementara? Hoaks
    Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
    Beredar narasi di media sosial bahwa Joko Widodo (Jokowi) diklaim cuti menjadi Presiden dan sebagai pengganti sementara adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

    Adalah akun facebook Chayra Nadhifa yang membagikan narasi tersebut pada Selasa 17 Maret 2020. 

    "Bukan gw yg bilang yee..

    BERIT4 HEBOH !!
    JOKOW1 CUT1 JADI PRESIDEN
    ANIS GANTIKAN SEMENTARA..
    BERIT4 HEBOH !!
    JOKOW1 CUT1 JADI PRESIDEN
    ANIS GANTIKAN SEMENTARA..,"
    kata akun Chayra Nadhifa.

    Akun ini mengutip pernyataan dalam sebuah video yang ia unggah. Dalam video berdurasi 9 menit 59 detik itu terdengar narasi yang menyatakan Jokowi cuti jadi Presiden.

    Berikut penggalan narasi dalam video itu:

    "..........Jokowi cuti jadi Presiden dan Anies yang gantikan sementara. Pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Presiden Jokowi dinilai lambat di dalam menangani virus korona, yang sudah menjadi wabah dunia. Tidak hanya dinilai lamban, publik juga menilai kasus korona ditutup-tutupi dan tidak ada transparansi. Hal berbeda dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang cepat penanganan, responsif dan transparan menyampaikan data. Karena hal itu, warganet ada yang mengusulkan Jokowi dan jajarannya agar cuti dulu dan diganti Anies Baswedan untuk menangani kasus korona...."


    [Cek Fakta] Jokowi Cuti jadi Presiden, Anies Gantikan Sementara? Hoaks

    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa Presiden Jokowi cuti menjadi Presiden dan digantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk sementara dalam menangani korona, adalah salah. Faktanya, itu hanya usulan warganet dan Jokowi masih aktif sebagai Presiden RI.

    Tidak seperti yang diungkapkan akun facebook Chayra Nadhifa bahwa Jokowi cuti dan digantikan sementara oleh Anies.

    Jokowi dan jajarannya terus bekerja keras dalam mengendalikan penyebaran virus korona atau covid-19. Di antaranya upaya pengadaan 500 ribu alat pendeteksi virus korona atau rapid test covid-19.

    Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan pengadaan ini dilakukan oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). BUMN bidang farmasi dan agroindustri ini tengah membangun kerjasama dengan pihak Tiongkok terkait pengadaan alat pendeteksi virus.

    "Nanti tes korona (dengan alat) ini (hasilnya) bisa keluar dari rapid test hanya beberapa belas menit hingga 3 jam maksimal. Kita sudah pesan 500 ribu," kata Arya seperti dilansir Liputan6.com, Rabu 18 Maret 2020.

    Selain itu, telah dibentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona (Covid-19) yang dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo. Semua pihak diminta bekerja sama dalam menangani dampak penyebaran virus korona.

    "Sekarang ini musuh bersama kita adalah virus dan virusnya tidak kelihatan, tetapi dirasakan," kata Doni seperti dilansir Medcom.id, Senin 16 Maret 2020.


    [Cek Fakta] Jokowi Cuti jadi Presiden, Anies Gantikan Sementara? Hoaks


    Doni juga meluncurkan situs www.covid19.go.id sebagai sumber informasi resmi penanggulangan virus korona. Situs ini sengaja dibuat agar seluruh pihak dapat mengetahui dan memahami penanggulangan virus secara akurat, cepat dan terpercaya.

    “Kami menyadari, masyarakat butuh akses pada informasi akurat, cepat dan terpercaya," kata Doni seperti dilansir Tempo.co, Rabu 18 Maret 2020.

    Sementara itu, Presiden Jokowi juga melakukan kunjungan mendadak ke gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam kunjungan ini, Jokowi berusaha memastikan ketersediaan pangan untuk masyarakat.

    "Beras di gudang ini akan dikeluarkan untuk operasi pasar. Pemerintah terus melakukan langkah cepat mengantisipasi dampak dari pandemi covid-19," kata Jokowi melalui akun twitternya @jokowi, Rabu 18 Maret 2020.

    Pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia menyambangi kantor Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona (Covid-19) Letjen Doni Monardo. Dari pertemuan itu, ia memastikan langkah-langkahnya dalam mengendalikan virus korona sejalan dengan pemerintah pusat.

    "Tadi kita membahas banyak soal itu dan memastikan bahwa langkah-langkah yang dilakukan di DKI sejalan dengan strategi, taktik dalam menghadapi ini yang dipimpin oleh Pak Kepala BNPB," kata Anies seperti dilansir Detik.com, Rabu 18 Maret 2020.


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa Presiden Jokowi cuti menjadi Presiden dan digantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk sementara dalam menangani korona, adalah salah.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan).
    Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    Referensi:
    1.https://www.liputan6.com/bisnis/read/4205246/indonesia-pesan-500-ribu-alat-deteksi-super-cepat-virus-corona-dari-china
    2.https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/nbwjeERN-gugus-tugas-korona-musuh-bersama
    3.https://nasional.tempo.co/read/1320986/gugus-tugas-corona-luncurkan-situs-resmi-untuk-pantau-covid-19
    4.https://twitter.com/jokowi/status/1240212257000185856
    5.https://news.detik.com/berita/d-4944083/pernyataan-lengkap-anies-dan-doni-monardo-usai-rapat-soal-tangani-corona 


    *Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.






    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id