[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Fadli Zon Curhat ke SBY Disebut 'Ikan Buntal'? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 04 Juni 2020 07:18 WIB
    [Cek Fakta] Fadli Zon Curhat ke SBY Disebut 'Ikan Buntal'? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
    Beredar narasi bahwa Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon curhat kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), karena dirundung dengan sebutan 'ikan buntal'. Narasi ini beredar di media sosial.

    Adalah akun facebook Yenny Novita yang mengunggah sebuah tangkapan layar artikel berisi narasi tersebut. Artikel itu diterbitkan Kompas.com pada Selasa 28 Mei 2019 pukul 15.55 WIB.

    Berikut narasi selengkapnya:

    "Pesan Fadli Zon ke SBY: Saya Kena Bully Setiap Hari, Masak Saya Dibilang 'Ikan Buntal'," bunyi narasi yang tampak pada judul tersebut.


    Akun Yenny Novita membuat komentar soal narasi terkait. "Emank bener...FZ cocok kaya Ikan Buntal...," tulis akun ini, Minggu 31 Mei 2020.

    Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 310 emotikon, 233 komentar dan 12 kali dibagikan.


    [Cek Fakta] Fadli Zon Curhat ke SBY Disebut 'Ikan Buntal'? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon curhat kepada Presiden ke-6 RI SBY terkait dirundung dengan sebutan ikan buntal, adalah salah. Faktanya, artikel itu merupakan editan.

    Kompas.com tidak pernah menerbitkan artikel dengan judul "Pesan Fadli Zon ke SBY: Saya Kena Bully Setiap Hari, Masak Saya Dibilang 'Ikan Buntal',".

    Justru artikel yang diterbitkan pada Selasa 28 Mei 2019 pukul 15.55 WIB berjudul "Pesan Fadli Zon kepada SBY: Saya Kena Bully Setiap Hari, Santai-santai Saja".


    [Cek Fakta] Fadli Zon Curhat ke SBY Disebut 'Ikan Buntal'? Ini Faktanya



    Di dalam artikel ini, Fadli memberikan nasihat kepada SBY. Bahwa setiap sikap yang diambil politisi pasti mengundang pro dan kontra.

    Nasihat ini muncul ketika Fadli menanggapi curhat SBY yang kala itu masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Fadli ingin SBY memahami risiko atau konsekuensi logis yang pasti dihadapi setiap politikus.

    "Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper lah kalau kena bully itu. Saya tiap hari kena bully santai aja, enggak ada tuh saya baper-baperan," kata Fadli seperti dilansir Kompas.com.

    Berikut isi artikel selengkapnya:

    Pesan Fadli Zon kepada SBY: Saya Kena Bully Setiap Hari, Santai-santai Saja

    JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan setiap sikap yang diambil politisi pasti akan mengundang pro dan kontra. 

    Hal ini dia sampaikan ketika ditanya tanggapannya mengenai curhat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono soal partainya yang dirundung setelah Komandan Kosgama Partai Demokrat Agus Yudhoyono bertemu Presiden Jokowi. 

    "Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper lah kalau kena bully itu. Saya tiap hari kena bully santai aja, enggak ada tuh saya baper-baperan," ujar Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2019). 

    Menurut Fadli, seharusnya politisi biasa dengan kritikan semacam itu. Dia juga sering mendapatkan ejekan atas pernyataan-pernyataannya. 

    Namun dia menilai itu adalah hal biasa. Kelompok yang setuju dengannya akan mendukung sementara yang tidak akan berbuat sebaliknya. 

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya menyatakan ia dan partainya diopinikan negatif oleh pihak tertentu setelah putranya Agus Harimurti Yudhoyono bertemu Presiden Joko Widodo. 

    Pertemuan AHY dan Jokowi berlangsung setelah Pemilu 2019 usai. 
    AHY bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, dan Istana Kepresidenan di Bogor. 

    "Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," kata SBY lewat siaran video yang diputar di kediamannya,Kuningan, Jakarta, Senin (27/5/2019). 

    "Setelah itu AHY di-bully sangat kejam. Mungkin itu cara Tuhan untuk menggembleng orang yang baru masuk di dunia politik. Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal," lanjut dia. 

    SBY mengatakan, hal tersebut merupakan pembeda antara Partai Demokrat dan pihak lain yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. 

    Menurut SBY, meski tak mengusung Jokowi, Demokrat tak menutup komunikasi dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. 
    SBY mengatakan Demokrat selalu membuka diri untuk berkomunikasi dengan pihak mana pun. 

    Apalagi, kata SBY, pertemuan antara AHY dan Jokowi bukan membahas pembentukan koalisi di pemerintahan, tetapi permasalahan kebangsaan. SBY pun mengatakan AHY ke Istana atas undangan Jokowi. 

    "Di situ perbedaan kami dengan pihak tertentu itu. Memang ada yang bersikap tabu dan dilarang keras pihak 02 berkomunikasi dengan 01. Barangkali ada yang bersumpah tak akan komunikasi dan berkawan selamanya. Barangkali pula dendam yang membara harus dipertahankan," ujar SBY. 

    "Silakan kalau ada yang punya prinsip itu. Tapi jangan atur Demokrat harus mengikutinya. Kami prinsip ikhtiar perjuangan untuk menang harus dilakukan sekuat tenaga. Namun, setelah selesai, ya, selesai," lanjut SBY.



    Kesimpulan:
    Klaim bahwa Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon curhat kepada Presiden ke-6 RI SBY terkait dirundung dengan sebutan ikan buntal, adalah salah. Faktanya, artikel itu merupakan editan.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis manipulated content (konten manipulasi). Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.


    Referensi:
    https://nasional.kompas.com/berita/15553811-pesan-fadli-zon-kepada-sby-saya-kena-bully-setiap-hari-santai-santai-saja


    *Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks dan memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id

     



    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id