Tips & Trik

    Anak Harus Berani Berinternet, Begini Caranya

    Cahyandaru Kuncorojati - 27 Februari 2020 16:47 WIB
    Anak Harus Berani Berinternet, Begini Caranya
    Ilustrasi. (iStock)
    Jakarta: Beberapa waktu lalu Google memperingati Hari Aman Berinternet Sedunia atau Safer Internet Day yang diselenggarakan pada 11 Februari 2020. Bersama dengan ini Goolge juga melaksanakan program bernama Tangkas Berinternet.

    Tangkas Berinternet adalah sebuah program global literasi digital dan keamanan online yang dijalankan oleh Google bertujuan untuk meningkatkan ketahanan berinternet anak-anak.

    Program Tangkas Berinternet memuat beberapa materi ajar untuk guru dan orang tua, situs terkait literasi digital, dan permainan berbasis web yang dapat membantu mengajarkan konsep literasi digital kepada anak-anak dengan bantuan guru dan orang tua.

    Riset Google bersama dengan lembaga riset Fluent akan ‘Digital Wellbeing’ tahun lalu menunjukan bahwa 1 dari 3 pengguna internet adalah anak - anak. Internet membuka banyak peluang untuk bermain, belajar, dan bersosialisasi.

    Di saat yang sama, hal ini membuat anak-anak menghadapi risiko yang juga dihadapi orang dewasa. Buktinya, riset yang sama menunjukan bahwa 83 persen orang tua di Indonesia khawatir anak mereka terpapar konten yang tidak pantas atau berbahaya saat menggunakan teknologi digital.

    Hal ini mungkin justru membuat orang tua takut memperkenalkan internet kepada anak. Namun dengan beragaman manfaat positif dari internet, Google justru mendorong orang tua untuk mendidik anak mereka berani berinternet.

    Berani berinternet dalam hal ini adalah berperan aktif saat menemukan konten yang tidak pantas sekalipun Anda sudah yakin konten yang bisa mereka akses sudah aman. Berikut ini beberapa tips yang dirangkum Medcom.id dari Google.

    1. Menemukan hal negatif? Jangan diam saja
    Kalau anak menemukan hal yang membuatnya tidak nyaman, dorong dia untuk melaporkannya. Dorong anak untuk berani melaporkannya kepada orang yang dipercaya, baik orang tua maupun guru.

    2. Bicarakanlah
    Mengajarkan anak meminta bantuan saat tidak yakin adalah tindakan yang berani. Tanamkan kepada anak bahwa dengan membicarakan hal yang menyakitkan atau bisa mencegah terjadinya sesuatu yang berbahaya adalah tindakan yang berani.

    3. Laporkan atau blokir konten yang tidak pantas
    Ajak anak melaporkan konten yang tidak pantas dan ajarkan bahwa tindakan ini dapat membantu orang yang di sekitar, lingkungan, maupun penyedia platform. 

    4. Dapatkan buktinya
    Kasih tahu anak Anda bahwa sebelum memblokir atau melaporkan konten yang tidak pantas, sebaiknya ambil screenshot sehinga kamu bisa menggunakannya sebagau bukti.

    5. Jangan takut!
    Dorong anak untuk tidak takut saat menerima pesan atau komentar menyeramkan dari orang asing. Ingatkan mereka anak untuk selalu menunjukkan pesan tersebut kepada orang dewasa yang dipercaya kemudian blokir dan laporkan.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id