Fintech Ilegal Bertambah, Begini Cara Mewaspadainya

    Cahyandaru Kuncorojati - 04 Oktober 2019 16:13 WIB
    Fintech Ilegal Bertambah, Begini Cara Mewaspadainya
    Ilustrasi.
    Jakarta: Permasalahan yang muncul seiring perkembangan layanan fintech di Indonesia belum selesai, terutama di jenis layanan pinjaman online. Dikutip dari laporan Satgas Waspada Investasi, di awal September 2019 ditemukan 123 fintech ilegal yang tidak terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Di tengah layangan fintech yang semakin dikenal masyarakat, hal ini membuat layanan tersebut di satu sisi kesulitan mendapatkan kepercayaan. Hal ini memberikan dampak negatif bagi penyedia layanan fintech yang resmi dan terdaftar di OJK.

    "Di era teknologi saat ini, masyarakat dapat begitu mudahnya mengakses berbagai informasi, terutama melalui sosial media," ungkap Co-founder dan CEO Kredivo, Akshay Garg.

    "Hal ini yang lantas harus disikapi secara cermat karena pada awalnya banyak dari fintech ilegal yang memanfaatkan kekurangpahaman sebagian masyarakat melalui penyebaran informasi melalui berbagai kanal atau website," tutur Akshay.

    Akshay meyakini bahwa rendahnya literasi keuangan masyarakat Indonesia juga masih menjadi tantangan besar dalam memaksimalkan manfaat fintech di Indonesia.

    Tujuannya agar fintech ilegal semakin sepi dan hilang karena masyarakat sudah cerdas untuk mengenali mana yang ilegas dan resmi. Masyarakat yang awalnya masih awam menjadi waspada atas bujuk rayu fintech ilegal.

    "Meningkatkan literasi keuangan menjadi salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak agar masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara digital," ujar Akhshay.

    Kepada Medcom.id, Akshay memberikan beberapa panduan sekaligus bentuk usaha meningkatkan literasi terhadap layanan fintech untuk ikut menekan kehadiran fintech ilegal.

    1. Cek perusahaan apakah sudah terdaftar di OJK
    Pastikan selalu perusahaan fintech lending tersebut sudah terdaftar resmi di OJK. Informasi tersebut dapat diakses secara mudah melalui website OJK www.ojk.go.id.

    Masyarakat juga dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai perusahaannya sendiri, bisa dengan mudah mendapatkan informasinya dari review teman atau kerabat terdekat.

    2. Pahami bunga yang diberlakukan
    Konsumen fintech lending harus mempertimbangkan bunga yang diberlakukan di setiap kredit. Pertimbangan ini bisa berdasarkan apakah sesuai dengan harapan juga kemampuan konsumen untuk membayar besaran bunga tersebut.

    3.Pelajari hak dan kewajiban transaksi
    Seringkali konsumen melewatkan penjelasan hak dan kewajiban, padahal informasi tersebut penting untuk dipelajari. Konsumen harus paham secara keseluruhan mengenai hak dan kewajibannya serta resiko yang akan ditanggung di kemudian hari.

    4. Gunakan aplikasi dari sumber resmi
    Pastikan Anda menggunakan aplikasi pinjaman resmi dan mengunduhnya hanya dari dari Play Store dan App Store. Aplikasi yang berasal dari sumber tidak resmi akan berpotensi memberikan akses pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil data pribadi Anda melalui berbagai malware hingga adware.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id