Tips & Trik

    4 Tips Memulai Otomatisasi Guna Hadapi Krisis Covid-19

    Mohammad Mamduh - 12 Mei 2020 16:50 WIB
    4 Tips Memulai Otomatisasi Guna Hadapi Krisis Covid-19
    Ilustrasi: Hexaware
    Jakarta: Tanpa komputasi cloud publik, kita tidak akan bisa menghadapi pandemi Covid-19 dengan cara saat ini. Pusat data on-premise tidak pernah meningkatkan skalanya secepat ini, dan perencanaan kapasitas yang paling ketat di dunia sekalipun tidak akan memprediksi konsumsi sumber daya yang kita hadapi sekarang.

    Rumah sakit dan fasilitas penelitian yang menerbitkan dasbor yang penuh dengan statistik penyebaran virus tidak akan mampu memperoleh kumpulan data masif yang mereka miliki secepat mereka melakukannya sekarang.

    Platform konferensi video dan streaming tidak akan dapat melayani secara luar biasa sejauh ini, jumlah tenaga kerja manusia yang sangat besar yang tiba-tiba dipaksa untuk bekerja dari rumah.

    Pada akhirnya, apa yang sesungguhnya dimaksud dengan komputasi cloud publik? Otomatisasi dalam jumlah yang besar, belum pernah terjadi sebelumnya, disiplin, metodis, dan pervasif (dan beberapa hal lain yang sama-sama penting).

    Otomatisasi tidak hanya memungkinkan kita mengatasi urgensi dan skala permintaan dalam cloud publik dan di dalam pusat data. Otomatisasi membantu perusahaan di seluruh dunia untuk beralih ke model produktivitas bekerja dari rumah.

    Tanpa otomatisasi, tim keamanan akan kesulitan menginstal VPN client di jutaan laptop, tablet, dan smartphone di seluruh dunia. Kita bukan hanya berbicara soal otomatisasi dunia digital. Paket barang yang masih kita terima melalui Amazon, Ocado, Walmart dan banyak lagi di seluruh dunia saat dalam isolasi mandiri?

    4 Tips Memulai Otomatisasi Guna Hadapi Krisis Covid-19

    Tanpa gudang dan pusat distribusi semiotomatis, tidak ada penyedia di dunia yang akan mampu mengirimkan paket dengan tingkat kecepatan yang kita rasakan saat ini setelah lockdown selama berminggu-minggu.

    Jika Anda perlu meningkatkan skala bisnis, jika Anda perlu mengatasi urgensi COVID-19, otomatisasi dapat membantu. Jadi, apa yang dapat dilakukan perusahaan Anda untuk menerapkan otomatisasi sekarang, dengan tingkat penerapan yang lebih tinggi dan secara lebih cepat?

    1. Fokus pada banyak tugas kecil dibandingkan suatu proses rumit yang besar
    Situasi saat ini membutuhkan pengembalian investasi yang lebih cepat dari sebelumnya. Anda tidak dapat merealisasikan pengembalian investasi dengan sangat cepat jika berfokus pada satu proses besar dengan banyak subproses yang rumit yang belum pernah distandardisasi atau diotomatisasi sebelumnya.

    Hal ini merupakan pemborosan sumber daya, dan saya telah melihat pendekatan ini gagal berkali-kali sepanjang karier. Sebaliknya, otomatiskan tugas-tugas kecil sebanyak yang Anda bisa. Secara keseluruhan, tugas-tugas kecil ini mewakili kelebihan beban yang signifikan bagi perusahaan dan gangguan dari proyek-proyek yang lebih besar.

    Semakin banyak tugas kecil yang Anda lakukan secara otomatis, semakin banyak pengalaman dan kepercayaan diri yang akan Anda peroleh dalam solusi otomatisasi yang Anda pilih. Di saat yang sama, Anda akan memiliki fondasi proses otomatis yang dapat menjadi elemen-elemen pembangun dari proyek-proyek otomatisasi yang lebih kompleks.

    2. Tinjau apa yang telah diotomatisasi oleh perusahaan lain
    Jika Anda memiliki pengalaman terbatas, pengetahuan dari rekan-rekan industri Anda akan terbukti sangat berharga. Temukan pasar online untuk otomatisasi (Ansible Galaxy merupakan salah satu contoh, namun ada beberapa marketplace lain, tergantung pada platform otomatisasi pilihan Anda) dan pelajari tugas-tugas apa yang paling banyak diotomatisasi oleh perusahaan, dan bagaimana caranya.

    Evaluasi berapa banyak yang relevan untuk lingkungan TI Anda dan berapa banyak yang harus Anda ubah untuk mengadaptasi alur kerja otomatisasi yang ada.

    3. Perlakukan otomatisasi seperti software
    Beberapa solusi otomatisasi (seperti Ansible) mengadopsi bahasa yang jauh lebih mudah untuk ditulis, dipahami, dan ditanggulangi daripada kode pengembangan yang sebenarnya. Semakin mudah dipahami, semakin banyak orang dapat menggunakannya dalam bidang keahlian mereka masing-masing, semakin cepat pengembalian investasi dapat diraih.

    Namun, tidak peduli seberapa mudah untuk dipahami, bahasa otomatisasi masih rentan terhadap kesalahan manusia. Hal ini merupakan risiko yang dapat Anda mitigasi dengan menerapkan beberapa praktik terbaik dalam pengembangan software.

    Mulailah dengan memikirkan hal-hal seperti ulasan alur kerja otomatisasi atau kontrol versi. Semakin mission-critical lingkungan yang diotomatisasi, semakin kuat pula proses pengembangannya.

    4. Berpikir out of the box
    Otomatisasi TI biasanya terkait dengan penyediaan dan konfigurasi server di pusat data. Meskipun solusi otomatisasi yang ada unggul dalam tugas-tugas tersebut, beberapa solusi itu telah berkembang di luar ranah Operasi TI dan menjadi tool yang sangat berharga bagi Operasi Jaringan, Analis Keamanan, dan Operasi Keamanan.

    Otomatisasi dapat membantu mengkonfigurasi perangkat jaringan hardware secepat perangkat tersebut dikerahkan. Otomatisasi dapat membantu mengerahkan solusi keamanan baru saat Anda memerlukan perlindungan tambahan. Otomatisasi dapat membantu mempercepat triase atau tingkatan klasifikasi serangan keamanan seiring para penjahat siber berupaya mengeksploitasi ledakan orang dan perusahaan yang menjelajahi dunia maya.

    Dalam masa penuh tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, komunitas open source di seluruh dunia membantu memerangi Covid-19 dalam banyak hal: memproyeksikan beban kerja rumah sakit, merancang alat pelindung medis, ventilator yang dicetak secara 3D, hingga membangun laboratorium pengujian penuh dengan tingkat jumlah pengujian yang tinggi yang dapat menganalisis hingga 10.000 tes per hari.

    Komunitas open source juga menghasilkan proyek otomatisasi yang luar biasa. Ansible, misalnya, yang sepenuhnya open source dan merupakan salah satu dari 10 proyek dengan kontribusi terbanyak di GitHub, di antara lebih dari 100 juta proyek.

    (Alessandro Perilli, Senior Director, Management Strategy, Red Hat)



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id