PrivyID

    Tanda Tangan Digital dan Keabsahan Layaknya Goresan di Kertas

    Lufthi Anggraeni - 24 Juni 2020 12:07 WIB
    Tanda Tangan Digital dan Keabsahan Layaknya Goresan di Kertas
    PrivyID berharap lebih banyak masyarakat Indonesia yang dapat menggunakan layanannya.
    Jakarta: Kemajuan teknologi mungkin memang berdampak pada operasional sejumlah aktivitas di ranah profesional, salah satunya adalah surat menyurat. Kini, semakin banyak perusahaan dan organisasi yang memanfaatkan email dan layanan pembuatan, penyimpanan dan berbagi dokumen.

    Namun tidak semua aktivitas terkait dokumen dapat diselesaikan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Salah satunya adalah menyoal dengan tanda tangan yang menjadi salah satu tanda pengesahan dari suatu dokumen.

    Menyadari hal ini, PrivyID menawarkan layanan tanda tangan digital yang telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta ISO 27001. PrivyID berdiri sejak tahun 2016, dan saat ini telah memiliki lebih dari enam juta pengguna individu dan lebih dari 300 pelanggan korporat.

    Menjadi salah satu penyedia layanan tanda tangan digital, PrivyID tentu menghadapi tantangan di awal proses pendiriannya. Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan bisnis yang dialaminya diakui PrivyID adalah minimnya kesadaran masyarakat Indonesia menyoal pentingnya penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi serta definisi dari tanda tangan elektronik tersebut.

    Tanda tangan elektronik dijelaskan PrivyID memiliki peranan penting dalam menjaga keamanan digital. Sebab, lanjut PrivyID, menggoreskan spesimen tanda tangan pada layar perangkat teknologi atau gadget tidak dapat menggantikan fungsi tanda tangan basah pada kertas.

    Chief Executive Officer PrivyID, Marshall Pribadi, menjelaskan bahwa tanda tangan basah pada dokumen kertas dapat dibawa ke laboratorium forensik dan diidentifikasi menggunakan ilmu grafologi, sehingga memiliki tingkat keabsahan lebih kuat. Sedangkan spesimen gambar tanda tangan yang dilekatkan secara digital pada dokumen sulit untuk dibuktikan serta mudah untuk disangkal.
     
    “Menempelkan gambar tanda tangan pada dokumen elektronik dengan cara scan maupun mencoret dari layar gadget tidak akan menjamin keaslian identitas penanda tangan maupun otentikasi isi dokumen," kata Marshall.

    "Dokumen elektronik dapat dengan mudah diubah-ubah oleh piranti lunak yang biasa digunakan untuk mengedit gambar. Tanda tangan elektronik tidak tersertifikasi macam inilah yang kemudian akan sulit dibuktikan di pengadilan. Sementara, jika menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi, setiap perubahan di dalam dokumen akan terdeteksi." 

    Tanda Tangan Digital dan Keabsahan Layaknya Goresan di Kertas

    Selain kekuatan pembuktian yang lemah, tanda tangan yang digoreskan pada layar gadget juga tidak dapat menjamin otentikasi atau keutuhan isi dokumen. Sebab segala perubahan dapat diteliti secara visual dengan adanya coretan, tip-ex, dan sebagainya.

    Namun pada dokumen elektronik, segala perubahan pada isi dokumen dapat ditutupi secara mulus menggunakan peranti lunak. Sementara itu, tanda tangan elektronik tersertifikasi dibuat menggunakan teknologi kriptografi asimetris.

    Teknologi ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi  segala perubahan yang terjadi pada isi dokumen setelah dokumen tersebut ditandatangani. Selain itu, tanda tangan elektronik tersertifikasi juga mampu menunjukkan identitas penandatangan, lokasi penandatangan, hingga gadget yang digunakan oleh penandatangan untuk menandatangani dokumen elektronik tersebut. 

    Dengan demikian, penandatangan tidak dapat menyangkal bahwa ia telah menandatangani suatu dokumen. Penerima dokumen pun dapat dengan mudah melakukan pengecekan terhadap otentik atau tidaknya isi dokumen.

    Secara singkat, penggunaan tanda tangan digital telah memenuhi tiga prinsip dasar keamanan informasi, terdiri dari Confidentiality, untuk memastikan data atau informasi dijaga dari penyalahgunaan dan penggunaan yang tidak sah.

    Prinsip lainnya yaitu Integrity, untuk memastikan bahwa keaslian suatu data atau informasi terjaga dari perubahan yang tidak sah, serta Availability, guna memastikan bahwa suatu data atau informasi tersedia dan siap diakses oleh pihak berwenang untuk mengakses data atau informasi tersebut.

    Saat ini layanan PrivyID dapat diakses oleh pengguna individu dan korporat, dan setiap bulannya, PrivyID mengklaim penggunanya mengalami peningkatan rata-rata sebanyak 180.000 pengguna individu yang terverifikasi, serta 40 klien korporat.

    Tanda Tangan Digital dan Keabsahan Layaknya Goresan di Kertas

    Selain itu, PrivyID mengklaim layanannya mendapatkan respon positif dari sejumlah klien pengguna layanan tanda tangan digital. PrivyID mengklaim layanannya menyuguhkan manfaat termasuk pengurangan penggunaan kertas dalam kegiatan operasional bisnis, serta proses penandatanganan dan verifikasi identitas lebih cepat sehingga menekan biaya dan meningkatkan efisiensi.

    “Hal inilah yang membuat kami kerap mendapatkan respon positif dari klien korporat maupun pengguna individu, karena selain mengurangi pemakaian kertas, proses penandatanganan dokumen menggunakan layanan PrivyID menjadi lebih cepat dan murah tanpa harus khawatir dengan isu keamanan data.” jelas Marshall.

    Belum terlalu lama berkecimpung di bisnis ini, PrivyID menyadari pentingnya edukasi guna membantunya memperluas jangkauannya. Dalam upaya untuk memperkenalkan manfaat dan penggunaan tanda tangan digital serta memperluas jangkauan layanannya, PrivyID mengadakan dan berpartisipasi dalam sejumlah acara.

    Disinggung soal model bisnis, PrivyID menyebut memberlakukan biaya berlangganan bulanan dan tahunan bagi perusahaan korporat. Biaya berlangganan ini termasuk penandatanganan dokumen internal tanpa batas setiap bulannya.

    Selain itu, biaya berlangganan ini juga termasuk fitur Account Manager terdedikasi untuk pelanggan, serta berbagai fitur khusus seperti stempel perusahaan elektronik (electronic seal), kategorisasi dokumen, pengaturan struktur organisasi perusahaan, pengaturan akses dokumen, dan lainnya.  

    Sedangkan untuk pelanggan individu, PrivyID memberlakukan biaya sebesar Rp3.500 per tanda tangan elektronik. Pembelian jumlah tanda tangan elektronik dapat dilakukan via metode pembayaran transfer ke rekening virtual atau menggunakan QR code dari dompet digital.

    Dan di tengah pandemik Covid-19, peran tanda tangan digital disebut PrivyID akibat penerapan kebijakan beraktivitas dari rumah dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hal ini menyulitkan proses pengiriman dokumen untuk ditandatangani.

    Tanda Tangan Digital dan Keabsahan Layaknya Goresan di Kertas

    Guna membantu perusahaan menjaga kelancaran proses berbisnis di tengah PSBB, PrivyID menyebut bahwa perusahaannya menawarkan layanan gratis untuk akun Enterprise PrivyID hingga tanggal 31 Mei 2020 lalu.

    Sebagai informasi, akun Enterprise PrivyID merupakan solusi pengelolaan dokumen elektronik yang dirancang untuk memudahkan proses bisnis perusahaan berbagai skala. Melalui akun Enterprise PrivyID, perusahaan dapat berbagi dan menandatangani dokumen elektronik tanpa perlu bertatap muka.

    Akun Enterprise PrivyID yang telah sukses didaftarkan dapat diakses oleh 10 karyawan dan dapat digunakan untuk membagikan dan menandatangani dokumen internal secara digital tanpa batas. Sementara itu, melalui kampanye promosi promosi Tanda Tangani Dokumen #diRumahAja, PrivyID mencatat peningkatan jumlah dokumen ditandatangani secara digital via layanannya.

    Jumlah dokumen tersebut meningkat hingga 255 persen pada bulan Januari hingga April 2020, dibandingkan pada September sampai Desember 2019. Hal ini mengindikasikan peran penting yang diemban layanan tanda tangan digital selama periode tersebut.

    Menyoal harapan serta prediksi jangka panjang, PrivyID berharap masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat tanda tangan digital, tanpa harus mengkhawatirkan keamanan data pribadi maupun data yang tercantum dalam dokumen digital secara merata di masa depan.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id