comscore

Peluang Besar Transformasi Digital Indonesia

Lufthi Anggraeni - 05 Juli 2022 16:12 WIB
Peluang Besar Transformasi Digital Indonesia
General Manager IBM Asia Pasifik Paul Burton.
Jakarta: Transformasi digital tengah digencarkan berbagai pihak di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Gencarnya transformasi digital yang disebut mampu mendukung perwujudan ekonomi digital ini turut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah.

“Pandemi telah menjadi titik balik untuk semua organisasi di dunia, termasuk di Indonesia dan telah mengakselerasi transformasi digital baik di bisnis ataupun pemerintahan. Teknologi tidak lagi dipandang sebagai biaya untuk melakukan bisnis tetapi sumber keunggulan yang kompetitif yang mendasar,” ujar General manager IBM Asia Pasifik Paul Burton.
Paul turut menyebut bahwa Indonesia masih di fase awal perjalanan transformasi dalam membangun infrastruktur, tidak hanya data center, tapi juga teknologi konektivitas pendukung terkait data center, seperti kabel fiber, koneksi satelit, dan lainnya.

Namun, proses pembangunan infrastruktur Indonesia yang masih dalam tahap awal ini disebut Burton juga karena kondisi geografi yang menantang, karena terdiri dari ribuan pulau. Tidak hanya itu, Indonesia juga menghadapi tantangan terkait persiapan dalam mendirikan data center seperti host, dan ketersediaan layanan komputasi awan.

Jika berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut, IBM meyakini Indonesia memiliki potensi besar untuk menikmati manfaat dari transformasi digital dan meraup keuntungan dari pertumbuhan ekonomi digital.

Untuk perusahaan di Indonesia, IBM menilai tantangan yang dihadapi perusahaan Tanah Air tidak hanya sekadar geografi, konektivitas data center, namun juga soal kemampuan atau skill.

Burton menyebut Indonesia memiliki banyak hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan pelatihan dan pengembangan kemampuan soal cloud, sehingga kemampuan ini menjadi lebih umum di Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) bekerjasama dengan IBM untuk mengembangkan keterampilan dan keahlian generasi muda di bidang komunikasi dan informatika melalui Digital Talent Scholarship (DTS).

Program ini bertujuan untuk mengasah talenta muda dalam ilmu data sains dan machine learning untuk mendukung transformasi digital Tanah Air.

IBM menyebut dunia tidak akan kembali ke masa sebelum pandemi, karenanya pemimpin bisnis perlu menempatkan investasi teknologi yang tepat dan membangun tenaga kerja masa depan untuk menghadapi ketidakpastian, gangguan yang tak terhindarkan, dan perubahan yang tidak pernah berakhir.

Disinggung soal peran digitalisasi untuk industri di Indonesia, IBM menilai, berdasarkan lanskap teknologi saat ini, hybrid cloud dan artificial intelligence (AI) merupakan dua kekuatan dominan yang mendorong transformasi digital di seluruh industri.

Tanpa Cloud dan AI di antara teknologi yang muncul, IBM meyakini bahwa tidak ada yang dapat mencapai tingkat kecepatan dan kelincahan yang dibutuhkan untuk berkembang dan untuk tetap kompetitif.

AI juga dinilai IBM telah berubah dari hype menjadi hope atau harapan, yang sangat relevan di Indonesia, karena beragam perusahaan di Indonesia kini memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan otomatisasi pekerjaan berulang, menghemat biaya, dan mempercepat transformasi digital.

“Ada lebih dari 2.5 quintillion bytes data yang dibuat setiap hari. Pada akhirnya, apa yang lihat hari ini adalah data, bukan hanya software. Satu-satunya cara kita tahu bagaimana memahami jumlah data yang fenomenal banyaknya adalah dengan artificial intelligence,” tambah Burton.

IBM menilai bahwa pemerintah Indonesia telah merancang strategi AI nasional guna meningkatkan penggunaan AI untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas serta mendukung sektor strategis seperti pertanian, energi efisiensi, keamanan siber, dan industri kreatif.

Soal tren pertumbuhan dalam hal investasi untuk digitalisasi bisnis di Indonesia, IBM meyakini bahwa hybrid cloud dan AI adalah komponen utama atau dua kekuatan teknologi paling dominan untuk mendorong transformasi digital.

Kedua teknologi akan menentukan kecepatan perusahaan atau organisasi dapat berporos ke peluang pasar baru, efektivitas dalam melayani klien, dan kemampuan dalam meningkatkan skala operasional.

Pemerintah memainkan peran sentral dalam mendorong transformasi digital dengan membuat kebijakan dan prioritas yang jelas untuk mendukung sektor swasta. Dukungan langsung untuk kemitraan publik-swasta diperlukan untuk fokus pada sumber daya Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital negara.

Sebagai perusahaan teknologi yang mendukung proses transformasi digital pelanggannya, mereka menyebut telah bermitra dengan Indonesia selama 85 tahun, dan mengusung misi untuk secara konsisten mendukung visi pemerintah untuk mengembangkan masyarakat digital berbasis pengetahuan.

IBM menegaskan pihaknya berkomitmen untuk membantu bisnis Indonesia mulai beroperasi secara lebih efisien, berkelanjutan, serta adil bagi masyarakat. Selain itu, IBM mengambil peran sebagai mitra teknologi terpercaya dalam merancang dan menerapkan teknologi, guna mempersiapkan bisnis Indonesia menghadapi tantangan dan peluang liberalisasi perdagangan dan globalisasi.

Salah satunya adalah kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia dalam penggunaan TradeLens, platform digital perdagangan global berbasis teknologi blockchain berkemampuan melacak dan membagikan informasi posisi kontainer secara lebih efisien dan akurat bagi pengguna platform.

Kepada perusahaan yang baru ingin melakukan digitalisasi bisnis, IBM menyebut perusahaan perlu fokus pada dua hal utama, yaitu memperkuat infrastruktur mereka dan memungkinkan transformasi bisnis.

Di Indonesia, IBM menyadari bahwa perusahaan kerap kali telah menempatkan teknologi di jantung transformasinya untuk memungkinkan digitalisasi bisnis mereka lebih cepat beradaptasi dengan kondisi yang berubah, menavigasi ketidakpastian, dan menjadi lebih tangguh.

Memilih platform teknologi yang tepat yang mampu mendukung bisnis adalah keputusan paling penting bagi pemimpin. Pemimpin bisnis dapat mulai berkolaborasi dengan mitra teknologi yang dapat memberi mereka akses ke teknologi relevan dan dapat membantu mengatasi tantangan tersebut via proses dan perangkat serta praktik manajemen yang kuat.

Selanjutnya, IBM juga menegaskan bahwa pemimpin bisnis perlu bermitra dengan organisasi lain guna memastikan bahwa pekerja mereka telah dilengkapi dengan keterampilan masa depan yang tepat.

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id