• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Review Smartphone

Oppo F9, Setengah Hati dan tak Menggugah

Mohammad Mamduh, Cahyandaru Kuncorojati - 04 Oktober 2018 23:46 wib
Oppo F9.
Oppo F9.

Jakarta: Tahun ini, Oppo termasuk salah satu produsen yang rajin merilis smartphone terbaru di pasar Indonesia. Oppo F9 menjadi produk teranyar yang menyapa konsumen Tanah Air pada 23 September.

Jika membandingkannya dengan Oppo F7, smartphone ini membawa beberapa perubahan secara fisik, dengan target kelas menengah yang saat ini mendominasi pasar. Melalui F9, Oppo mencoba menawarkan berbagai hal baru, terutama dari segi desain.

Bagaimana dengan spesifikasi dan kemampuan lainnya yang ditawarkan? Apakah ponsel ini layak dibeli konsumen kelas menengah? Berikut ulasan Medcom.id.

 

Desain

Oppo F9 mencoba mengikuti tren saat ini, yaitu punya poni dengan gaya warna gradasi. Hal ini langsung terlihat ketika pertama kali memegangnya. Bodi belakangnya menggunakan elemen warna cerah.

Unit yang kami jajal kali ini menyematkan warna Sunrise Red, dengan gradasi warna merah dan ungu. Gradasi ini memang terlihat ketika bodi belakang terkena cahaya, ditambah motif daun yang membuatnya lebih eksklusif.



Terkesan setengah hati, desain warna gradasi ini dirancang tidak menyeluruh. Anda bisa melihat gradasi yang terpisah, terdiri dari sisi atas dan bawah.

Sisi atas bodi belakang Oppo F9 menonjolkan warna merah, sementara warna ungu baru terlihat pada sisi bawah. Ini berbeda dengan ponsel pesaing yang mencoba menawarkan warna gradasi di seluruh bodi, terlepas dari sudut pandang cahayanya.

Salah satu peningkatan pada Oppo F9 jika membandingkannya dengan Oppo F7 adalah penggunaan lapisan 2,5D pada bodi belakang. Ditambah elemen warna gradasi, lapisan ini memang membuatnya tampil lebih menarik.

Di sisi lain, konsumen sudah sadar bahwa kekurangan lapisan ini adalah bekas sidik jari yang mudah menempel.



Menariknya, material pelindung bodi belakang ini cukup berkualitas, ditambah dengan motif membuat sidik jari yang menempel tidak begitu terlihat. Seperti biasa, Oppo menawarkan case pelindung dalam paket penjualan.

Dilihat dari depan, Oppo F9 menawarkan hal baru, yaitu desain poni tear drop, yang berarti hanya menyediakan tempat untuk kamera depan. Lubang speaker yang biasa dipakai untuk panggilan telepon dirancang cukup tipis, pada lengkungan bodi.

Secara penggunaan, posisi dan desain speaker ini tidak mengurangi pengalaman saat menerima atau melakukan panggilan telepon.



Layar Oppo F9 berukuran 6,3 inci, dengan rasio bodi ke layar mencapai 84 persen. Ini membuat layarnya bezel-less dengan sangat baik. Untuk ponsel kelas menengah, Oppo F9 punya tampilan depan yang tidak kalah menarik.

Untuk antarmuka fisiknya, Oppo F9 menyediakan tombol power dan volume yang terpisah. Ini berarti tombol volume berada di pinggir kiri, berdampingan dengan slot kartu SIM.

Tidak hybrid, Oppo F9 memasang tiga slot kartu, yang satunya khusus untuk Micro SD. Ini menjadi cara Oppo membuat konsumennya tetap menggunakan F9, ketika kapasitas 64GB sudah dirasa tidak cukup.



Di pinggir bawah Oppo F9, Anda bisa melihat jack audio 3,5mm, port Micro USB, dan lubang speaker. Oppo memang tetap memasang Micro USB untuk mengisi daya. Ini tidak masalah karena mereka menanamkan teknologi VOOC yang mampu mengisi daya baterai secara cepat.

 

Software dan Antarmuka

Sebagai ponsel yang hadir tahun 2018, Oppo F9 sudah mengadopsi Android 8.1 Oreo yang tampil dimodifikasi menjadi Color OS 5.2. Di sini, Oppo cukup berhasil menyajikan antarmuka yang sedikit berbeda dari bawaan Android Oreo.



Oppo juga masih menyediakan fitur Oppo Cloud, yakni penyimpanan komputasi awan yang ditujukan bagi penggemar smartphone Oppo, fitur yang juga telah lama disediakan oleh ASUS sejak ZenFone terdahulu.

Tidak seperti saudara sekampung yang memiliki asisten digital bernama Jovi, Oppo sempat mengklaim bahwa fitur asisten berbasis AI atau kecerdasan buatan tetap ada. Salah satunya pada Game Center.

Fitur ini tidak hanya menghilangkan muncul notifikasi telepon dan lainnya saat tengah bermain game tapi juga ada peningkatkan performa dapur pacu untuk menunjang permainan yang nanti Medcom.id akan jajal. Selain itu, ada fitur AFK di dalamnya untuk menghindari layar tersentuh saat game tengah berjalan dan sedang berpaling dari layar.



Satu hal lagi, Oppo huga masih menyematkan Oppo App Store yang diperkenalkan tahun lalu. Anda bisa menebaknya bahwa aplikasi di dalamnya sebetulnya tidak jauh berbeda dengan yang ada di Google Play Store. Kemudian yang diklaim Oppo adalah setiap aplikasi akan mencatumkan seri smartphone Oppo yang kompatibel dan optimal dengan aplikasi tadi.

Untuk sistem keamanan, Oppo F9 masih menyematkan fitur pemindai sidik jari dan Face Unlock. Kedua fitur ini mampu bekerja dengan cepat, tapi menemukan Face Unlock tersebut membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dalam kondisi pencahayaan yang redup.

 

Kamera

Oppo seri F memang dikenal sebagai smartphone yang fokus ke kamera, sehingga seperti biasa, Oppo F9 menjagokan resolusi kameranya yang besar. Oppo F9 memiliki kamera belakang ganda kombinasi 16MP dan 2MP, sementara kamera depannya 25MP.

Menurut uji coba Medcom.id, kamera belakangnya tidak buruk dengan catatan dalam kondisi siang hari dan cuaca cerah. Hasil fotonya cukup memuaskan setidaknya hingga kondisi cuaca mulai gelap, misalnya mendung. Medcom.id menemukan titik-titik yang disebut noise mulai bermunculan.







Kualitas ketajaman foto dan akurasi warna pun mulai berkurang dan semakin terlihat saat kondisi malam hari dengan pencahayaan yang minim sehingga mungkin membuat penggunanya kesulitan untuk mendapatkan foto berefek dramatis.







Kabar baiknya, kamera Oppo F9 juga sudah dibekali teknologi AI untuk sedikit membantu mendapatkan warna foto yang optimal sesuai objek. Kamera belakangnya juga sudah mendukung fitur teknologi Google Lens, ini menjadi nilai plus bagi kamera Oppo F9.

Bagaimana dengan kamera depannya? Berbekal resolusi depan 25MP, Oppo F9 masih bisa diandalkan saat mengambil foto selifie di kondisi malam hari, asalkan pencahayaan yang cukup. Sayangnya, kadang kualitas fotonya kurang memuaskan.





Kondisi ini hadir ditemukan dengan munculnya noise yang membuat hasil foto terlihat sangat kasar. Fitur AI di kamera Oppo masih setia menyajikan fitur mempercantik hasil foto selfie termasuk stiker berbasis AR (augmented reality). Tidak banyak yang berkesan dari kamera depan Oppo F9 meskipun hadir dengan resolusi 25MP.

 

Performa

Oppo F9 mungkin bukan pilihan bagi konsumen yang memuja kehebatan prosesor Qualcomm Snapdragon. Smartphone ini menggunakan prosesor MediaTek Helio P60 yang didukung dua varian kapasitas RAM dan memori internal.

Medcom.id menjajal varian 4GB/64GB dibanderol Rp4,3 juta. Performanya diklaim Oppo saat peluncuran sudah didukung dengan AI yang mampu mengenali skenario penggunaan sehinga performanya optimal.

Meskipun berbekal prosesor MediaTek, ternyata performa Oppo F9 harus diakui tidak buruk. Dalam pengujian atau benchmark menggunakan aplikasi 3DMark dan PCMark terlihat Oppo F9 memiliki peningkatan lumayan dibandingkan Oppo F7 dan smartphone lainnya.



Medcom.id kemudian melakukan pengujian Oppo F9 untuk bermain game. Dalam beberapa kesempatan Oppo mengklaim smartphone ini bisa untuk bermain game terlepas dari seri F yang dikenal sebagai jagoan selfie.

Di awal game PUBG Mobile, Oppo F9 langsung dipilih aplikasi untuk berjalan di konfigurasi grafis medium atau menengah. Medcom.id kemudian mengubah kualitas grafisnya ke kualitas HD, framerate di tingkat high, dengan fitur anti-aliasing diaktifkan serta auto adjust framerate di non-aktifkan. Kemudian kami mainkan di tingkat cahaya layar 50 persen.

Hasilnya Oppo F9 mampu berjalan lancar di awal. Namun, tidak lama mulai mengalami patah-patah, padahal kondisi koneksi internet lancar dengan angka ping rendah. Soal suhu Opoo F9 terpantau hanya di kisaran 34-37 derajat celcius.

Medcom.id juga sempat membandingkannya dengan smartphone gaming kelas menengah yang dirilis ASUS ZenFone Max Pro M1, yang ternyata justru lebih lancar saat memainkan game dengan tingkat suhu yang sama.

Bagaimana konsumsi baterainya? Oppo F9 berbekal baterai kapasitas yang lebih kecil yakni 3.500 mAh dan dalam permainan PUBG Mobile kapasitas baterainya berkurang empat persen setiap durasi 10 menit. Dalam pengujian benchmark dengan aplikasi PCMark, tercatat Oppo F9 hanya mampu bertahan delapan jam dengan intensitas cahaya 50 persen.



Beruntung Oppo F9 masih menjagokan fitur pengisian cepat Oppo yang bernama VOOC. Smartphone ini mampu mengisi penuh baterainya dalam durasi sekitar dua jam lebih beberapa menit.

Oppo sendiri mengklaim bahwa teknologi pengisian daya mereka aman untuk mendukung penggunaan daya sekaligus bermain atau digunakan.

Kesimpulan
Apabila berkaca ke spesifikasi Oppo F7, sebetulnya Medcom.id sepakat dengan penilaian beberapa pihak yang meanggap Oppo F9 hanya membawa minor update atau peningkatan yang sedikit.

Prosesor dan kapasitas RAM yang sama untuk varian 4GB dan memori 64GB, kenapa Oppo F9 tidak langsung hadir dengan RAM 6GB? Mungkin jawabannya terletak pada tampilan atau desain gradasi yang ingin dijual oleh Oppo, bukan spesifikasinya namun anehnya memang spesifikasi di Oppo F9 justru lebih tinggi dari Oppo F7.

Tanpa bermaksud membuat pengguna Oppo F7 menyesal setidaknya kamera dari Oppo F9 masih sama baiknya hanya saja kini sudah ikut ke tren kamera ganda yang sudah bergaung sejak awal tahun ini di Indonesia. Resolusi kamera Oppo F9 juga sebetulnya tidak berbeda jauh dari Oppo F7.

Kemampuan gaming di Oppo F9 memang masih bisa diandalkan selama pengguna tidak memaksakan untuk menjajal kualitas grafis lebih baik. Di sisi baterai, optimalisasi konsumsi daya Oppo F9 cukup bagus saat bermain game. 

Oppo F9 berkaca dari Oppo F7 dengan banderol harga Rp4,3 juta yang hanya berbeda tipis untuk varian RAM dan memori 4/64GB.
 
  Oppo F9
Prosesor MediaTek Helio P60
RAM 4GB
OS Android 8.1 Oreo + Color OS 5.2
GPU Mali-G72 MP3
Memori Internal 64GB + Micro SD up to 256GB
Kamera (belakang) 16MP + 2MP, (depan) 25MP
Dimensi 6,1 x 2,9 x 0,3 inci
Bobot 169 gram
Baterai  3.500 mAh
Layar 6,3 inci (19,5:9) 1080 x 2340 piksel
Harga Rp4.299.000
 
 
6.8
Oppo F9
Plus
  • Desain memikat
  • Layar lebih lega
  • Performa lebih baik dari Oppo F7
Minus
  • Gradasi setengah hati
  • Spesifikasi berbeda sedikit dari Oppo F7
  • Kemampuan kamera tidak konsisten
  • Kamera depan tanpa perkembangan
  • Performa kencang hanya di benchmark



(MMI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.