comscore

Pengalaman Menjajal Huawei Watch GT 2e

Mohammad Mamduh, Lufthi Anggraeni - 28 Mei 2020 09:47 WIB
Pengalaman Menjajal Huawei Watch GT 2e
Huawei Watch GT 2e
Jakarta: Awal tahun ini, Huawei mengumumkan smartwatch anyar untuk pasar Indonesia Watch GT 2e. Dibandingkan Watch GT 2, jam tangan pintar ini menghadirkan sejumlah perbedaan dari aspek hardware.

"Seperti produk sebelumnya, Huawei Watch GT 2e akan terus menghadirkan pengalaman kebugaran dan manajemen kesehatan yang dapat diandalkan untuk konsumen," tutur Deputy Country Head Huawei Consumer Business Group Indonesia, Lo Khing Seng saat peluncurannya pada akhir April lalu.
Perlahan tapi pasti, smartwatch menjadi produk yang mulai dipertimbangkan konsumen, terutama saat mereka telah mencoba salah satu ekosistem yang ditawarkan produsen smartphone. Berikut ulasan kami mengenai Huawei Watch GT 2e.

Pada dasarnya, desain Huawei Watch GT 2e mirip dengan kakaknya. Perbedaan yang paling mencolok adalah tali atau strap yang lebih banyak lubang, sehingga bobotnya secara keseluruhan menjadi lebih ringan. Ditambah lagi, bodi utama jam tangan pintar ini menggunakan finishing yang lebih ringkas.

Pengalaman Menjajal Huawei Watch GT 2e

Berpadu dengan warna strap merah yang terang, Huawei Watch GT 2e mampu memberi kesan sporty. Ini memang menjadi salah satu target pasarnya, yang mengutamakan olahraga, dan tentunya untuk menjaga kebugaran sekaligus kesehatan.

Bodi Huawei Watch GT 2e menggunakan diameter 46mm, masih tergolong proporsional untuk pengguna yang tangannya agak kecil. Di atasnya terpasang layar 1,39 inci berpanel OLED, tak lupa dengan dua tombol utama untuk mengakses semua fitur yang terpasang. Sama seperti Watch GT 2, smartwatch ini juga menyediakan lubang speaker cukup tipis, tetapi sejauh pengalaman penggunaan mampu mengeluarkan suara yang cukup keras.

Fungsi speaker ini adalah untuk menerima panggilan telepon atau memutar lagu langsung darinya. Kesamaan ini juga terletak pada sensor bagian bawah. Saat meluncurkannya di Indonesia, Huawei juga memperbarui fitur lewat Huawei Health, sehingga banyak mode baru yang bisa dibilang menjaga kesehatan.

Pengalaman Menjajal Huawei Watch GT 2e

Pengalaman Menjajal Huawei Watch GT 2e

Huawei Watch GT 2e diperkenalkan sebagai smartwatch yang dapat mendukung 100 macam olahraga. Mayoritas olahraga memang terfokus pada kardiovaskular, seperti berlari, memanjat, berenang, mendaki, bersepeda, hingga triathlon. Pengguna juga bisa menciptakan parameter khusus dengan olahraga lainnya lewat menu custom.

Selain memantau jumlah langkah harian, mengukur kalori yang sudah terbakar, pengguna juga bisa memilih satu macam olahraga, yang kemudian akan dipantau secara akurat sampai ia mendeteksi olahraga telah usai. Tak ketinggalan fitur standar yang sudah menjadi bawaan, seperti notifikasi email, WhatsApp, dan SMS.

Fitur baru yang dapat membantu menjaga kesehatan adalah pemantau tidur dan kadar oksigen. Saat dipakai dalam keadaan tidur, Huawei Watch GT 2e akan mendeteksi detak jantung, untuk menentukan apakah tidur lelap atau ringan. Setiap harinya, ia akan memberikan data mengenai kualitas tidur, seperti berapa lama deep sleep atau bangun singkat di antara tidur, dilengkapi dengan parameter yang seharusnya dipenuhi.

Pengalaman Menjajal Huawei Watch GT 2e

Ini agar nantinya pengguna dapat menentukan model tidur yang lebih tepat. Fitur kedua adalah pengukuran kadar oksigen dalam darah. Mungkin terdengar cukup rumit, tetapi jika dicoba digunakan, Huawei Watch GT 2e hanya meminta penggunanya untuk memasukkan beberapa perintah sebelum pengukuran berjalan. Meski tidak senyaman menggunakan smartband, smartwatch ini masih cukup ringan saat dipasang dalam keadaan tidur.

Prosesor Kirin A1 bisa dibilang yang paling canggih dalam industri smartwatch. Ia juga cukup irit daya, dan terbukti dengan daya baterai 455 mAh yang dapat bertahan selama 14 hari atau dua minggu dalam satu kali pengisian.

Daya tahan ini tidak bergantung pada satu skenario penggunaan. Ini karena tampilan visual yang terbilang irit daya, tetapi masih mampu memanjakan mata berkat antarmuka yang simpel dan jelas. Proses pairing juga cukup cepat, yang penting jangan lupa untuk memasang aplikasi Huawei Health. Untuk pengguna smartphone Huawei, aplikasi tersebut langsung tersedia. 

Kesimpulannya, Huawei Watch GT 2e menyediakan fitur esensial yang akan membuat konsumen memakainya dengan efisien. Selain olahraga, ia juga dapat memantau kualitas tidur, tak lupa dengan pengukuran kadar oksigen dalam darah. Ini menjadikannya sebuah smartwatch dengan fitur yang penting.

Harus diakui ekosistem yang tersedia juga membuatnya tidak menghadirkan aplikasi pihak ketiga, yang sejatinya belum tentu dipakai sehari-hari. Satu kekurangan lainnya adalah ketiadaan NFC, yang sudah menjadi kebutuhan utama konsumen di Indonesia, terutama mereka yang sudah terbiasa memanfaatkan pembayaran digital.

Bukan tidak mungkin di generasi berikutnya, jam tangan pintar buatan Huawei sudah menyediakan NFC. Huawei Watch GT 2e hadir di Indonesia dengan harga Rp2,2 juta.
 
 
 
Huawei Watch GT 2e
Plus
  • Bobot ringan
  • Fitur kesehatan makin lengkap
Minus
  • Belum ada NFC
  • Aplikasi pihak ketiga


(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id